SANGIHE — Data Kepulauan Sangihe 2026 menunjukkan gambaran penting daerah, mulai dari luas wilayah, penduduk, pemerintahan, sosial, hingga keuangan daerah. Kabupaten Kepulauan Sangihe tercatat memiliki luas wilayah 736,98 kilometer persegi.
Jumlah penduduk Kabupaten Kepulauan Sangihe mencapai 136.393 jiwa. Sementara itu, realisasi pendapatan pemerintah daerah pada 2025 tercatat Rp874,74 miliar.
Data tersebut memberi gambaran menyeluruh tentang kondisi daerah kepulauan ini. Karena itu, angka-angka tersebut penting untuk membaca arah pembangunan Sangihe.
Selain penduduk dan keuangan, data juga memuat jumlah kecamatan, desa, kelurahan, sekolah, fasilitas kesehatan, agama, dan rumah ibadah.
Wilayah Sangihe Terdiri dari 15 Kecamatan
Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki 15 kecamatan. Wilayah administrasi itu terdiri dari 145 desa dan 22 kelurahan.
Jumlah desa dan kelurahan tercatat stabil sepanjang 2021 hingga 2025. Totalnya tetap berada pada angka 167 desa dan kelurahan.
Dalam aspek iklim, rata-rata suhu di Sangihe tercatat 27,5 derajat Celsius. Sementara itu, rata-rata kecepatan angin mencapai 5 meter per detik.
Rata-rata curah hujan tercatat 347 milimeter. Adapun rata-rata penyinaran matahari berada pada angka 52 persen.
ASN Sangihe Capai 3.069 Orang
Pada sektor pemerintahan, jumlah aparatur sipil negara di Kabupaten Kepulauan Sangihe mencapai 3.069 orang. Komposisi ASN perempuan tercatat lebih besar.
ASN perempuan mencapai 66,44 persen. Sementara itu, ASN laki-laki tercatat 33,56 persen.
Data ini menunjukkan dominasi perempuan dalam struktur aparatur pemerintah daerah. Selain itu, angka tersebut dapat menjadi dasar perencanaan kebutuhan pegawai.
Di sektor politik, DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe memiliki 25 anggota. Dari jumlah itu, 22 anggota laki-laki dan 3 anggota perempuan.
DPRD Sangihe Diisi Delapan Partai
PDI Perjuangan menjadi partai dengan kursi terbanyak di DPRD Sangihe. Partai tersebut memiliki 6 kursi.
NasDem menyusul dengan 5 kursi. Golkar berada di posisi berikutnya dengan 4 kursi.
Perindo tercatat memiliki 3 kursi. Sementara itu, Gerindra, Demokrat, dan PKB masing-masing memiliki 2 kursi.
Hanura tercatat memiliki 1 kursi. Komposisi ini menunjukkan peta politik daerah yang cukup beragam.
Penduduk Sangihe Capai 136.393 Jiwa
Jumlah penduduk Kabupaten Kepulauan Sangihe tercatat 136.393 jiwa. Komposisi penduduk laki-laki mencapai 50,92 persen.
Penduduk perempuan tercatat 49,08 persen. Dengan demikian, jumlah laki-laki sedikit lebih tinggi dibanding perempuan.
Kepadatan penduduk Sangihe mencapai 185,07 jiwa per kilometer persegi. Sementara itu, rasio jenis kelamin berada pada angka 104.
Data penduduk ini penting untuk penyusunan layanan dasar. Pemerintah dapat menggunakannya untuk merancang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Sekolah Bertambah Menjadi 383 Unit
Pada bidang pendidikan, jumlah sekolah di Sangihe meningkat. Tahun ajaran 2024/2025 mencatat 381 sekolah.
Pada tahun ajaran 2025/2026, jumlah sekolah naik menjadi 383 unit. Kenaikan ini terlihat pada jenjang taman kanak-kanak dan sekolah menengah pertama.
Untuk fasilitas kesehatan, Sangihe mencatat 2 rumah sakit umum pada 2025. Selain itu, terdapat 13 puskesmas rawat inap.
Fasilitas apotek tercatat sebanyak 4 unit. Dengan demikian, terdapat 19 fasilitas kesehatan utama dalam data tersebut.
Penduduk Menurut Agama Didominasi Protestan
Penduduk Protestan menjadi kelompok terbesar di Kepulauan Sangihe. Jumlahnya mencapai 105.961 jiwa.
Penduduk beragama Islam tercatat 31.895 jiwa. Sementara itu, penduduk Katolik berjumlah 1.153 jiwa.
Data tersebut menunjukkan komposisi agama yang dominan di wilayah Sangihe. Namun, sebarannya tetap terlihat di berbagai kecamatan.
Informasi ini penting untuk mendukung pelayanan sosial dan keagamaan. Selain itu, data agama membantu pemerintah membaca kebutuhan masyarakat.
Rumah Ibadah Didominasi Mushola
Jumlah tempat peribadatan di Kepulauan Sangihe tahun 2025 menunjukkan mushola sebagai fasilitas terbanyak. Total mushola tercatat 583 unit.
Masjid tercatat sebanyak 100 unit. Sementara itu, gereja Protestan tercatat 8 unit.
Sebaran tempat ibadah terdapat di berbagai kecamatan. Kecamatan Tabukan Utara mencatat jumlah masjid paling banyak, yakni 52 unit.
Data rumah ibadah penting untuk melihat kebutuhan pelayanan keagamaan. Selain itu, informasi ini mendukung pembinaan masyarakat di wilayah kepulauan.
Pendapatan Daerah 2025 Capai Rp874,74 Miliar
Pada sektor keuangan pemerintah, realisasi pendapatan daerah Sangihe tahun 2025 mencapai Rp874,74 miliar. Angka ini turun dibanding 2024 yang mencapai Rp992,37 miliar.
Pendapatan Asli Daerah atau PAD pada 2025 tercatat Rp79,52 miliar. Angka itu naik dibanding 2024 sebesar Rp77,69 miliar.
Pendapatan transfer menjadi komponen terbesar dalam pendapatan daerah. Pada 2025, pendapatan transfer tercatat Rp787,27 miliar.
Sementara itu, lain-lain pendapatan yang sah mencapai Rp7,95 miliar. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibanding 2024 sebesar Rp7,42 miliar.
Pajak Daerah Naik pada 2025
Dalam komponen PAD, pajak daerah tahun 2025 mencapai Rp14,62 miliar. Angka itu meningkat dibanding 2024 sebesar Rp10,14 miliar.
Retribusi daerah juga naik dari Rp5,83 miliar pada 2024 menjadi Rp6,20 miliar pada 2025. Kenaikan ini menunjukkan perbaikan pada beberapa sumber PAD.
Namun, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan turun. Nilainya bergerak dari Rp1,88 miliar pada 2024 menjadi Rp1,75 miliar pada 2025.
Lain-lain PAD yang sah juga turun dari Rp59,84 miliar menjadi Rp56,96 miliar. Meski begitu, total PAD tetap mencatat kenaikan.
Belanja Daerah Turun pada 2025
Realisasi belanja operasi pemerintah daerah pada 2025 mencapai Rp630,84 miliar. Angka ini turun dari 2024 sebesar Rp704,24 miliar.
Belanja pegawai menjadi komponen terbesar dalam belanja operasi. Pada 2025, nilainya mencapai Rp390,59 miliar.
Belanja barang dan jasa tercatat Rp219,71 miliar. Sementara itu, belanja bunga berada pada angka Rp10,53 miliar.
Belanja hibah tercatat Rp9,89 miliar. Adapun belanja bantuan sosial hanya Rp117 juta pada 2025.
Belanja Modal Capai Rp69,13 Miliar
Belanja modal pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe pada 2025 mencapai Rp69,13 miliar. Angka ini turun dibanding 2024 sebesar Rp153,47 miliar.
Belanja modal peralatan dan mesin tercatat Rp17,43 miliar. Sementara itu, belanja modal gedung dan bangunan mencapai Rp26,29 miliar.
Belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi tercatat Rp23,38 miliar. Belanja modal aset tetap lainnya mencapai Rp2,02 miliar.
Selain itu, belanja modal aset lainnya tercatat Rp4,5 juta. Data ini menunjukkan belanja modal 2025 lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.
Belanja Transfer Masih Besar
Belanja tidak terduga pada 2025 tercatat Rp873,20 juta. Angka ini sedikit lebih tinggi dibanding 2024 sebesar Rp786,46 juta.
Sementara itu, belanja transfer tahun 2025 mencapai Rp151,63 miliar. Angka tersebut turun dibanding 2024 sebesar Rp165,60 miliar.
Belanja bagi hasil pada 2025 tercatat Rp2,54 miliar. Adapun belanja bantuan keuangan mencapai Rp149,09 miliar.
Komponen transfer masih menjadi bagian penting dalam struktur belanja daerah. Karena itu, pengelolaan keuangan perlu terus dijalankan secara akuntabel.
Data Jadi Dasar Perencanaan Pembangunan
Berbagai indikator dalam data Kepulauan Sangihe 2026 memberi gambaran luas tentang kondisi daerah. Mulai dari wilayah, penduduk, sosial, hingga keuangan daerah terlihat dalam satu rangkaian.
Pemerintah dapat memakai data ini untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat. Selain itu, masyarakat dapat melihat perkembangan daerah secara lebih terbuka.
Sebagai daerah kepulauan, Sangihe membutuhkan perencanaan yang memperhatikan akses, jarak, dan sebaran penduduk. Data statistik membantu menentukan prioritas pembangunan.
Ke depan, pemanfaatan data harus terus diperkuat. Dengan data yang jelas, pembangunan Sangihe dapat berjalan lebih terarah, merata, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Untuk konteks tambahan, simak laporan Pendapatan Pemerintah Bolsel 2025 Tercatat Rp316,08 Miliar, Belanja Capai Rp332,91 Miliar.
Agenda ekonomi lainnya terlihat dalam laporan Pemprov Sulut canangkan Sensus Ekonomi 2026, Gubernur Yulius tekankan Pentingnya Data Akurat.