Tekno
Berita Redaksi Diterbitkan Redaksi Kepulauan Sangihe Breaking News Headline

ASN Sangihe Wajib Belajar AI, Bupati Michael Thungari Dorong Percepatan Pemerintahan Digital

Pemkab Kepulauan Sangihe mempercepat transformasi digital dengan mewajibkan ASN Sangihe belajar AI untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, dan kualitas pelayanan publik.

Dipublikasikan
07 Juli 2026 12:39 WITA
Diperbarui
07 Jul 2026 13:54
Waktu Baca
3 menit
Dibaca
17 views
pelatihan AI untuk ASN Sangihe

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe mewajibkan ASN Sangihe belajar AI sebagai bagian dari percepatan transformasi digital pemerintahan. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, dan kualitas pelayanan publik.

Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari menyampaikan kebijakan tersebut saat memimpin Apel Kerja Bersama ASN. Kegiatan itu berlangsung di Lapangan Santiago, Rumah Jabatan Bupati, Selasa, 7 Juli 2026.

Michael menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus direspons cepat oleh aparatur pemerintah. Menurutnya, teknologi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam tata kelola pemerintahan modern.

Karena itu, seluruh ASN harus mampu beradaptasi dengan perkembangan Artificial Intelligence atau AI. Dengan kemampuan tersebut, ASN dapat bekerja lebih cepat, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

ASN Sangihe Ikuti Webinar AI untuk Produktivitas Kerja

Pemkab Sangihe menyiapkan webinar bertema Artificial Intelligence untuk Produktivitas dan Efisiensi Kerja ASN. Kegiatan ini akan menjadi langkah awal peningkatan kapasitas aparatur dalam memanfaatkan teknologi.

Bupati Michael Thungari meminta seluruh ASN mengikuti pelatihan tersebut secara serius. Ia ingin aparatur memahami fungsi AI dalam pekerjaan administratif, pelayanan publik, dan pengambilan keputusan.

Selain itu, Michael menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika segera menyusun Master Plan Pemerintahan Digital. Dokumen tersebut akan menjadi peta jalan digitalisasi pemerintahan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Master plan itu diharapkan mampu menyatukan arah transformasi digital di setiap perangkat daerah. Dengan demikian, digitalisasi tidak berjalan terpisah, melainkan terintegrasi dan berkelanjutan.

Menurut Michael, penerapan AI juga mendukung manajemen talenta ASN. Pemerintah daerah dapat mendorong aparatur bekerja sesuai kemampuan, potensi, dan kebutuhan organisasi.

Di sisi lain, pemanfaatan AI harus memperkuat kualitas birokrasi. Aparatur perlu menggunakan teknologi untuk mempercepat layanan, bukan sekadar mengikuti tren digital.

Bupati Minta OPD Kerja Lebih Cepat dan Kolaboratif

Dalam arahannya, Michael juga menyoroti pelaksanaan Semester II Tahun Anggaran 2026. Ia meminta seluruh perangkat daerah memasuki semester baru dengan semangat kerja yang lebih kuat.

Setiap OPD harus meningkatkan kecepatan kerja dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Selain itu, program pemerintah harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Masih banyak target pembangunan yang harus kita selesaikan bersama. Seluruh perangkat daerah harus bekerja lebih cepat, lebih adaptif, lebih kolaboratif, dan lebih berorientasi pada hasil,” tegas Michael.

Pernyataan itu menjadi penekanan penting bagi jajaran Pemkab Sangihe. Pemerintah daerah ingin memastikan setiap program berjalan tepat sasaran dan tidak berhenti pada kegiatan administratif.

Karena itu, evaluasi program kerja juga masuk dalam agenda prioritas. Michael meminta perangkat daerah membangun budaya evaluasi agar setiap kebijakan dapat terukur.

Selain evaluasi, Pemkab Sangihe turut mendorong percepatan pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah juga menaruh perhatian pada perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat.

Digitalisasi Jadi Bagian dari Reformasi Birokrasi

Transformasi digital Pemkab Sangihe tidak berdiri sendiri. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Bupati Michael Thungari juga menekankan pentingnya penataan kelembagaan perangkat daerah. Menurutnya, organisasi pemerintah harus lebih lincah menghadapi tantangan pembangunan.

Selain itu, Pemkab Sangihe akan memperkuat pengawasan berbasis hasil. Langkah ini bertujuan memastikan penggunaan APBD benar-benar memberi dampak bagi masyarakat.

Dengan pengawasan tersebut, setiap perangkat daerah harus menunjukkan capaian yang jelas. Pemerintah tidak hanya menilai proses, tetapi juga manfaat yang dirasakan publik.

Michael kemudian mengajak seluruh ASN menjadikan Semester II Tahun Anggaran 2026 sebagai momentum percepatan. Ia ingin aparatur bekerja dengan integritas, profesionalisme, dan orientasi hasil.

Menurutnya, teknologi harus menjadi alat untuk memperkuat pelayanan masyarakat. Oleh karena itu, ASN Sangihe wajib belajar AI agar birokrasi semakin modern, adaptif, dan responsif.

Untuk konteks data daerah, simak laporan Data Kepulauan Sangihe 2026: Penduduk 136.393 Jiwa, Pendapatan Daerah Rp874,74 Miliar.

Bagikan Artikel
Facebook X WhatsApp Link disalin
Warstef Abisada
Tentang Penulis

Warstef Abisada — Editor

Jurnalis/redaksi manado.news yang bertugas menyajikan informasi terkini, akurat, dan relevan untuk pembaca Sulawesi Utara.

Redaksi manado.news

Koreksi atau informasi tambahan?

Pembaca dapat menghubungi redaksi untuk memberikan koreksi, data tambahan, atau klarifikasi terkait berita ini.

Hubungi Redaksi