TAHUNA — Pergantian pimpinan DPRD Sangihe resmi berlangsung dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Sangihe, Kelurahan Dumuhung, Kecamatan Tahuna Timur, Senin, 6 Juli 2026. Agenda tersebut menandai berakhirnya kepemimpinan Ferdy Sondakh dan dimulainya kepemimpinan Denny Roy Tampi.
Rapat paripurna itu mengesahkan peresmian pengangkatan serta pengucapan sumpah dan janji pimpinan DPRD. Momentum ini menjadi bagian penting dalam perjalanan lembaga legislatif Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Pergantian tersebut tidak hanya menjadi seremoni jabatan. Lebih dari itu, publik menanti arah baru DPRD Sangihe dalam mengawal pembangunan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Rapat Paripurna Dihadiri Bupati dan Forkopimda
Rapat paripurna DPRD Sangihe berlangsung dengan kehadiran jajaran pemerintah daerah dan unsur terkait. Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, hadir dalam agenda tersebut.
Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari, juga mengikuti rapat paripurna. Selain itu, Ketua Pengadilan Negeri dan unsur Forkopimda turut hadir.
Sejumlah pimpinan perangkat daerah ikut menyaksikan proses pergantian pimpinan legislatif. Kehadiran berbagai elemen masyarakat memberi warna penting dalam agenda tersebut.
Dengan komposisi undangan itu, rapat paripurna menunjukkan pentingnya sinergi antarlembaga. DPRD dan pemerintah daerah perlu bergerak bersama dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Ferdy Sondakh Sampaikan Pidato Perpisahan
Dalam pidato perpisahannya, Ferdy Sondakh menyampaikan refleksi selama memimpin DPRD Sangihe. Ia mengakui tidak semua keputusan dapat memuaskan seluruh pihak.
Namun, Ferdy menegaskan setiap langkah selalu bertumpu pada kepentingan masyarakat. Ia juga menyebut pentingnya menjaga kehormatan lembaga DPRD.
“Tidak semua langkah dapat memuaskan semua pihak,” kata Ferdy. Menurutnya, setiap keputusan tetap harus menjaga marwah lembaga dan kepentingan rakyat.
Pernyataan tersebut menjadi pesan penting bagi jajaran legislatif. Sebab, DPRD memikul tanggung jawab besar dalam fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Ferdy juga menyampaikan selamat kepada pimpinan DPRD yang baru. Ia berharap kepemimpinan Denny Roy Tampi membawa energi baru bagi lembaga tersebut.
Pesan untuk Pimpinan Baru DPRD Sangihe
Ferdy Sondakh menitipkan harapan besar kepada pimpinan DPRD Sangihe yang baru. Menurutnya, kepemimpinan baru harus menghadirkan semangat segar dalam menjalankan tugas kelembagaan.
DPRD memiliki tiga fungsi utama yang harus berjalan kuat. Fungsi itu meliputi legislasi, penganggaran, dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Selain itu, pimpinan baru perlu memperkuat komunikasi dengan seluruh anggota. Kolaborasi internal akan menentukan kualitas keputusan politik di DPRD.
Ferdy menilai perbedaan partai politik tidak boleh mengalahkan kepentingan rakyat. Karena itu, anggota DPRD harus menjaga fokus pada kebutuhan masyarakat Sangihe.
“Di atas semua perbedaan politik, ada satu kepentingan yang harus selalu diperjuangkan,” tegas Ferdy. Ia menyebut kepentingan itu ialah kepentingan rakyat Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Rakyat Kecil Harus Jadi Pusat Kebijakan
Ferdy Sondakh juga mengingatkan DPRD agar tidak melupakan masyarakat kecil. Ia menilai kelompok tersebut paling merasakan dampak keputusan pemerintah dan legislatif.
Nelayan menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian. Mereka menggantungkan hidup dari laut dan membutuhkan kebijakan yang adil.
Selain nelayan, petani juga harus masuk dalam prioritas pembangunan. Mereka mengolah kebun dan menopang ekonomi keluarga di wilayah Sangihe.
Pedagang pasar, buruh, dan pelaku usaha kecil juga memerlukan keberpihakan. Karena itu, DPRD harus memastikan setiap kebijakan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
Ferdy menegaskan rakyat tidak meminta banyak. Mereka ingin diperlakukan adil, didengar aspirasinya, dan mendapat kesempatan hidup lebih baik.
Anggaran Harus Menyentuh Kebutuhan Masyarakat
Menurut Ferdy, setiap kebijakan harus memberi harapan kepada masyarakat. Selain itu, setiap anggaran harus benar-benar menjawab kebutuhan rakyat.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi DPRD Sangihe dalam menyusun keputusan politik. Penganggaran tidak boleh hanya berhenti pada angka dan dokumen.
DPRD perlu mengawal program yang berdampak langsung bagi warga. Dengan demikian, pembangunan dapat terasa di kampung, pasar, pesisir, dan ruang ekonomi rakyat.
Pergantian pimpinan DPRD Sangihe membuka ruang konsolidasi baru. Namun, tantangan utama tetap sama, yakni memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Karena itu, kepemimpinan Denny Roy Tampi akan mendapat perhatian publik. Masyarakat menunggu langkah konkret DPRD dalam menjaga aspirasi dan keadilan pembangunan.
Perkembangan pemerintahan daerah juga dapat dilihat melalui laporan Michaela Elsiana Paruntu Pimpin Pansus Ranperda Perizinan Berusaha di DPRD Sulut.