Tekno
Berita Redaksi Diterbitkan Redaksi Kepulauan Sitaro Breaking News

75 Desa dan Kelurahan di Sitaro Sudah Terjangkau Sinyal 4G

Sinyal internet seluler Sitaro mencakup seluruh 75 desa dan kelurahan pada 2024 dan 2025. Namun, desa tanpa sinyal masih naik menjadi 8 wilayah.

Dipublikasikan
03 Juli 2026 13:01 WITA
Diperbarui
03 Jul 2026 14:36
Waktu Baca
3 menit
Dibaca
6 views
jaringan 4G Sitaro
Sumber Gambar Pemkab Kepulauan Sitaro Facebook

SITARO — Sinyal internet seluler Sitaro menunjukkan seluruh 75 desa dan kelurahan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro telah terjangkau jaringan 4G/LTE. Data tersebut tercantum dalam publikasi Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Dalam Angka 2026.

Berdasarkan data tersebut, jumlah desa dan kelurahan penerima sinyal 4G/LTE tetap berada di angka 75 wilayah pada 2024 dan 2025. Artinya, jaringan 4G telah masuk di seluruh kecamatan di daerah kepulauan tersebut.

Namun, catatan lain masih perlu mendapat perhatian. Jumlah desa dan kelurahan tanpa sinyal internet seluler naik dari 7 wilayah pada 2024 menjadi 8 wilayah pada 2025.

Kondisi ini menunjukkan pemerataan layanan telekomunikasi belum sepenuhnya selesai. Apalagi, wilayah kepulauan membutuhkan koneksi yang stabil untuk mendukung aktivitas masyarakat.

Cakupan 4G Merata di Seluruh Kecamatan

Pada 2024, semua kecamatan di Sitaro mencatat wilayah dengan penerimaan sinyal 4G/LTE. Kecamatan Siau Timur Selatan mencatat jumlah tertinggi dengan 13 desa dan kelurahan.

Kecamatan Tagulandang juga mencatat 13 desa dan kelurahan yang menerima sinyal 4G. Sementara itu, Siau Barat berada di posisi berikutnya dengan 12 desa dan kelurahan.

Siau Timur mencatat 10 desa dan kelurahan dengan jaringan 4G/LTE. Adapun Biaro, Tagulandang Selatan, dan Tagulandang Utara masing-masing mencatat 5 wilayah.

Pada 2025, angka penerima sinyal 4G/LTE tidak berubah. Totalnya tetap 75 desa dan kelurahan di seluruh Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.

Sinyal 3G Naik Tipis, 2,5G Menurun

Data yang sama juga memperlihatkan perubahan pada kategori sinyal 3G/H/H+/EVDO. Pada 2024, kategori tersebut tercatat di 4 desa dan kelurahan.

Setahun kemudian, jumlah wilayah penerima sinyal 3G naik menjadi 5 desa dan kelurahan. Kenaikan tersebut muncul di beberapa kecamatan, termasuk Tagulandang, Tagulandang Utara, Siau Tengah, dan Siau Timur.

Sebaliknya, kategori 2,5G/E/GPRS mengalami penurunan. Pada 2024, masih ada 5 desa dan kelurahan yang menerima sinyal kategori tersebut.

Namun, pada 2025 jumlahnya turun menjadi 3 desa dan kelurahan. Perubahan ini menunjukkan pergeseran layanan menuju jaringan yang lebih tinggi.

Desa Tanpa Sinyal Masih Bertambah

Meski cakupan 4G terlihat merata, desa tanpa sinyal masih menjadi pekerjaan rumah. Pada 2024, terdapat 7 desa dan kelurahan tanpa sinyal internet seluler.

Pada 2025, jumlah tersebut bertambah menjadi 8 desa dan kelurahan. Kenaikan ini perlu menjadi perhatian pemerintah dan penyedia layanan telekomunikasi.

Dalam data 2025, Kecamatan Siau Barat Utara mencatat angka tertinggi. Wilayah tersebut memiliki 4 desa dan kelurahan tanpa sinyal internet seluler.

Sementara itu, Kecamatan Siau Timur mencatat 3 desa dan kelurahan tanpa sinyal. Tagulandang Selatan juga mencatat 1 wilayah tanpa layanan sinyal internet.

Pemerataan Internet Perlu Fokus pada Kualitas

Akses internet yang stabil menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat kepulauan. Layanan tersebut mendukung pendidikan, ekonomi, komunikasi, dan pelayanan pemerintahan desa.

Karena itu, data sinyal internet seluler Sitaro dapat menjadi dasar penyusunan prioritas pembangunan jaringan. Pemerintah dan operator seluler perlu melihat wilayah yang masih tertinggal.

Penguatan jaringan juga akan membantu nelayan, pelaku usaha kecil, pelajar, dan aparat desa. Dengan koneksi yang baik, layanan publik bisa berjalan lebih cepat dan efisien.

Ke depan, pemerataan internet di Sitaro tidak cukup hanya mengejar cakupan wilayah. Kualitas sinyal, kestabilan jaringan, dan akses yang benar-benar dapat digunakan masyarakat harus menjadi perhatian utama.

Informasi lain yang masih berkaitan tersedia dalam laporan Pendapatan Pemerintah Bolsel 2025 Tercatat Rp316,08 Miliar, Belanja Capai Rp332,91 Miliar.

Bagikan Artikel
Facebook X WhatsApp Link disalin
Sumber & Atribusi

Transparansi Redaksi

Sumber
Via
Dokumen Publik

Informasi sumber ditampilkan untuk transparansi redaksi dan atribusi pemberitaan.

Warstef Abisada
Tentang Penulis

Warstef Abisada — Editor

Jurnalis/redaksi manado.news yang bertugas menyajikan informasi terkini, akurat, dan relevan untuk pembaca Sulawesi Utara.

Redaksi manado.news

Koreksi atau informasi tambahan?

Pembaca dapat menghubungi redaksi untuk memberikan koreksi, data tambahan, atau klarifikasi terkait berita ini.

Hubungi Redaksi