Religi
Berita Redaksi Diterbitkan Redaksi Kepulauan Sitaro Breaking News

Tempat Ibadah di Sitaro Capai 322 Unit, Gereja Protestan Paling Dominan

Tempat ibadah di Sitaro pada 2025 tersebar di seluruh kecamatan. Gereja Protestan mendominasi dengan 313 unit, sedangkan masjid tercatat 3 unit dan mushola 2 unit.

Dipublikasikan
03 Juli 2026 13:17 WITA
Diperbarui
03 Jul 2026 14:38
Waktu Baca
3 menit
Dibaca
6 views
jumlah tempat ibadah Sitaro

SITARO — Tempat ibadah di Sitaro pada 2025 tercatat berjumlah 322 unit yang tersebar di 10 kecamatan. Dari jumlah itu, Gereja Protestan mendominasi dengan 313 unit, disusul Gereja Katolik 4 unit, masjid 3 unit, dan mushola 2 unit.

Data tersebut menggambarkan sebaran rumah ibadah di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Dalam catatan yang sama, tidak terdapat pura maupun vihara di wilayah tersebut.

Sebaran tempat ibadah ini menunjukkan karakter keagamaan masyarakat di daerah kepulauan itu. Selain itu, data ini juga menjadi gambaran penting bagi pelayanan keagamaan dan pembangunan sosial di daerah.

Kecamatan Siau Timur Selatan tercatat memiliki jumlah Gereja Protestan terbanyak. Wilayah itu mencatat 52 gereja Protestan sepanjang 2025.

Gereja Protestan Mendominasi Hampir Semua Kecamatan

Selain Siau Timur Selatan, Kecamatan Tagulandang mencatat 50 Gereja Protestan. Sementara itu, Siau Timur memiliki 33 Gereja Protestan.

Kecamatan Tagulandang Selatan dan Siau Barat Selatan masing-masing mencatat 31 Gereja Protestan. Angka yang sama juga muncul di Kecamatan Siau Barat.

Kecamatan Siau Barat Utara tercatat memiliki 27 Gereja Protestan. Adapun Biaro memiliki 20 unit, Tagulandang Utara 18 unit, dan Siau Tengah 19 unit.

Dominasi Gereja Protestan terlihat hampir di seluruh kecamatan. Karena itu, kategori rumah ibadah ini menjadi jenis yang paling banyak di Sitaro.

Masjid, Mushola, dan Gereja Katolik Tersebar Terbatas

Masjid di Sitaro tercatat berjumlah 3 unit. Sebarannya berada di Kecamatan Biaro, Tagulandang, dan Siau Timur, masing-masing 1 unit.

Sementara itu, mushola tercatat sebanyak 2 unit. Kedua fasilitas ibadah tersebut berada di Kecamatan Biaro dan Siau Barat.

Gereja Katolik berjumlah 4 unit di seluruh Sitaro. Sebarannya masing-masing 1 unit di Kecamatan Tagulandang, Siau Barat, Siau Tengah, dan Siau Timur.

Dalam data yang sama, tidak ada pura dan vihara yang tercatat di seluruh kecamatan. Kondisi ini menunjukkan komposisi rumah ibadah di Sitaro masih didominasi empat kategori utama.

Data Penting untuk Perencanaan Layanan Keagamaan

Sebaran tempat ibadah di Sitaro dapat menjadi dasar bagi penguatan pelayanan keagamaan. Selain itu, data ini penting untuk mendukung pembinaan umat di tiap kecamatan.

Pemerintah daerah dan instansi terkait juga dapat menggunakan data tersebut untuk membaca kebutuhan fasilitas keagamaan. Dengan begitu, layanan publik di bidang sosial dan keagamaan bisa disusun lebih terarah.

Bagi masyarakat kepulauan, keberadaan rumah ibadah juga memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan sosial. Karena itu, data tempat ibadah di Sitaro dapat membantu perencanaan pembangunan yang lebih tepat.

Data ini juga menegaskan bahwa rumah ibadah tersebar di seluruh kecamatan, meski komposisinya berbeda-beda. Secara keseluruhan, Sitaro memiliki 322 tempat ibadah pada 2025 dengan dominasi kuat Gereja Protestan.

Sementara itu, perkembangan lain dapat dilihat dalam laporan Kota Manado Miliki 994 Tempat Peribadatan, Gereja Protestan Terbanyak.

Perkembangan statistik daerah turut tergambar dalam laporan Penduduk Protestan Dominasi Kota Manado 2025, Capai 289.366 Jiwa.

Dalam isu terkait, baca juga laporan 75 Desa dan Kelurahan di Sitaro Sudah Terjangkau Sinyal 4G.

Bagikan Artikel
Facebook X WhatsApp Link disalin
Sumber & Atribusi

Transparansi Redaksi

Sumber
Via
Dokumen Publik

Informasi sumber ditampilkan untuk transparansi redaksi dan atribusi pemberitaan.

Warstef Abisada
Tentang Penulis

Warstef Abisada — Editor

Jurnalis/redaksi manado.news yang bertugas menyajikan informasi terkini, akurat, dan relevan untuk pembaca Sulawesi Utara.

Redaksi manado.news

Koreksi atau informasi tambahan?

Pembaca dapat menghubungi redaksi untuk memberikan koreksi, data tambahan, atau klarifikasi terkait berita ini.

Hubungi Redaksi