MANADO — Tempat peribadatan Kota Manado 2025 tercatat sebanyak 994 unit yang tersebar di 11 kecamatan. Data Kementerian Agama Kota Manado menunjukkan gereja Protestan menjadi rumah ibadah terbanyak dengan 720 unit.
Selain gereja Protestan, Kota Manado juga memiliki 208 masjid, 15 mushola, 24 gereja Katolik, 5 pura, dan 22 vihara. Komposisi ini menggambarkan keberagaman kehidupan beragama di ibu kota Provinsi Sulawesi Utara.
Data tersebut tersaji dalam tabel jumlah tempat peribadatan menurut kecamatan di Kota Manado tahun 2025. Informasi ini menjadi bagian penting dalam membaca kondisi sosial dan pelayanan keagamaan masyarakat.
Mapanget Catat Gereja Protestan Terbanyak
Kecamatan Mapanget mencatat jumlah gereja Protestan terbanyak di Kota Manado. Jumlahnya mencapai 122 unit.
Bunaken Kepulauan berada di posisi berikutnya dengan 118 gereja Protestan. Sementara itu, Sario mencatat 98 unit.
Paal Dua memiliki 72 gereja Protestan. Kemudian, Bunaken mencatat 66 unit, Tuminting 56 unit, dan Singkil 49 unit.
Wenang memiliki 48 gereja Protestan. Adapun Tikala mencatat 41 unit, Malalayang 28 unit, dan Wanea 22 unit.
Jumlah tersebut menunjukkan persebaran gereja Protestan terdapat di seluruh kecamatan. Karena itu, gereja Protestan menjadi jenis tempat ibadah paling dominan di Manado.
Masjid Terbanyak Berada di Mapanget dan Singkil
Masjid di Kota Manado berjumlah 208 unit pada 2025. Kecamatan Mapanget menjadi wilayah dengan jumlah masjid terbanyak, yakni 31 unit.
Singkil menyusul dengan 30 masjid. Tuminting memiliki 28 masjid, sedangkan Paal Dua mencatat 26 masjid.
Bunaken memiliki 25 masjid. Wanea mencatat 17 masjid, Tikala 16 masjid, dan Wenang 13 masjid.
Malalayang memiliki 12 masjid. Sario mencatat 9 masjid, sementara Bunaken Kepulauan memiliki 1 masjid.
Selain masjid, Manado juga memiliki 15 mushola. Mushola terbanyak berada di Tuminting dengan 6 unit dan Paal Dua dengan 5 unit.
Gereja Katolik, Pura dan Vihara Tersebar di Beberapa Kecamatan
Gereja Katolik di Kota Manado tercatat sebanyak 24 unit. Kecamatan Mapanget memiliki jumlah terbanyak dengan 9 gereja Katolik.
Wenang berada di posisi berikutnya dengan 4 gereja Katolik. Wanea dan Tikala masing-masing memiliki 3 unit.
Malalayang serta Paal Dua masing-masing memiliki 2 gereja Katolik. Sementara itu, Tuminting mencatat 1 gereja Katolik.
Untuk pura, Kota Manado memiliki 5 unit. Pura tersebar di Malalayang sebanyak 2 unit, Wanea 1 unit, Tikala 1 unit, dan Bunaken 1 unit.
Vihara di Kota Manado tercatat sebanyak 22 unit. Wenang menjadi kecamatan dengan jumlah vihara terbanyak, yakni 6 unit.
Sario, Tikala, Paal Dua, dan Mapanget masing-masing memiliki 3 vihara. Malalayang memiliki 2 vihara, sedangkan Wanea dan Singkil masing-masing memiliki 1 vihara.
Data Rumah Ibadah Jadi Gambaran Kerukunan Manado
Data tempat peribadatan Kota Manado 2025 memperlihatkan keberagaman fasilitas keagamaan masyarakat. Enam jenis rumah ibadah tercatat tersebar di berbagai kecamatan.
Keberadaan tempat ibadah ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial warga. Selain itu, data tersebut membantu pemerintah membaca kebutuhan layanan keagamaan di setiap wilayah.
Manado dikenal sebagai kota yang memiliki kehidupan sosial majemuk. Karena itu, penyebaran rumah ibadah menjadi indikator penting dalam menjaga harmoni antarumat beragama.
Pemerintah dan masyarakat perlu terus memperkuat toleransi. Dengan demikian, keberagaman tempat peribadatan dapat menjadi modal sosial bagi pembangunan Kota Manado.
Data ini bersumber dari Kementerian Agama Kota Manado. Tabel tersebut memuat jumlah tempat peribadatan menurut kecamatan di Kota Manado tahun 2025.