Religi
Berita Redaksi Diterbitkan Redaksi Minahasa Utara Breaking News Headline

MTQ XXXI Sulawesi Utara Perkuat Kerukunan, Kotamobagu Raih Juara Umum

MTQ XXXI Sulawesi Utara menghadirkan syiar Al-Qur’an, kolaborasi lintas agama, dan semangat persaudaraan di Minahasa Utara.

Refli Puasa
Ditulis oleh
Founder & Developer
Profil Penulis
Dipublikasikan
10 Juli 2026 22:38 WITA
Diperbarui
11 Jul 2026 00:38
Waktu Baca
4 menit
Dibaca
18 views
Juara Umum MTQ XXXI Sulawesi Utara

MINAHASA UTARA — MTQ XXXI Sulawesi Utara resmi berakhir di kawasan Kantor Bupati Minahasa Utara, Jumat (10/7). Kota Kotamobagu menutup kompetisi tersebut dengan meraih gelar juara umum.

Panitia kemudian menyerahkan Piala Bergilir MTQ kepada perwakilan Kota Kotamobagu. Namun, penyelenggaraan tahun ini menghadirkan makna yang lebih luas daripada sekadar persaingan.

Ratusan qari, qariah, hafiz, dan hafizah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka mewakili 15 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.

Selama beberapa hari, lantunan ayat suci Al-Qur’an memenuhi Alun-alun Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Suasana tersebut membawa pesan kedamaian, persaudaraan, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara, H. Ulyas Taha, menutup langsung kegiatan tersebut. Ia menilai Al-Qur’an telah menyatukan banyak hati selama pelaksanaan musabaqah.

“Yang bergema bukan hanya suara qari dan qariah, tetapi juga kasih sayang dan persaudaraan,” ujar Ulyas.

Menurutnya, nilai kejujuran dan saling menghormati juga hadir dalam setiap rangkaian kegiatan. Karena itu, syiar Al-Qur’an harus memberikan manfaat bagi kehidupan bersama.

Syiar Al-Qur’an Tumbuh di Tengah Keberagaman

Pelaksanaan MTQ XXXI Sulawesi Utara menunjukkan bahwa nilai agama dapat berjalan selaras dengan kemajemukan. Masyarakat Minahasa Utara memberikan ruang luas bagi kegiatan tersebut.

Bumi Tonsea selama ini dikenal memiliki kehidupan sosial yang beragam. Meski demikian, masyarakat menerima seluruh kafilah dengan keramahan dan penghormatan.

Semangat “Torang Samua Basudara” juga terasa kuat selama penyelenggaraan MTQ. Prinsip tersebut menyatukan panitia, peserta, pemerintah, dan masyarakat.

Ulyas menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara. Ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang mendukung seluruh kebutuhan peserta.

Menurut Ulyas, kesuksesan MTQ tidak hanya terlihat dari kelancaran perlombaan. Kebersamaan yang tumbuh selama kegiatan menjadi pencapaian penting.

Selain itu, berbagai unsur masyarakat ikut menjaga keamanan dan kenyamanan peserta. Dukungan tersebut membuat seluruh agenda berlangsung tertib, meriah, dan hangat.

Keterlibatan masyarakat lintas agama turut menarik perhatian. Panitia dari kalangan Islam, Kristen, dan Katolik bekerja bersama tanpa membangun sekat.

Ketua Panitia Umbase Mayuntu memimpin seluruh persiapan kegiatan. Sementara itu, Pdt. Cynthia Evangeline Sepang menjalankan tugas sebagai sekretaris panitia.

Cynthia juga menjabat Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Utara. Bersama panitia lainnya, ia membantu menyukseskan seluruh rangkaian musabaqah.

“Kebersamaan ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an membawa rahmat bagi kehidupan bersama,” kata Ulyas.

Ia menilai dukungan lintas agama memperkuat rasa saling menghargai. Kolaborasi tersebut juga menunjukkan komitmen masyarakat dalam menjaga kerukunan.

Kolaborasi Lintas Agama Menjadi Pesan Utama MTQ

Penyelenggaraan MTQ XXXI Sulawesi Utara menghadirkan gambaran nyata tentang toleransi. Warga dengan latar belakang berbeda ikut mendukung syiar Al-Qur’an.

Panitia menjalankan tugas secara terbuka dan saling membantu. Karena itu, perbedaan keyakinan tidak menghambat kerja bersama.

Sebaliknya, keberagaman memperkuat semangat pelayanan kepada peserta. Masyarakat juga menunjukkan sikap ramah selama menerima seluruh kafilah.

Ulyas berharap kebersamaan tersebut terus tumbuh setelah kegiatan berakhir. Menurutnya, kerukunan harus hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga meminta masyarakat menjaga nilai kasih sayang dan kejujuran. Selain itu, setiap warga perlu memperkuat budaya saling menghormati.

Gaung Al-Qur’an, lanjut Ulyas, tidak boleh berhenti di arena musabaqah. Pembinaan generasi Qur’ani harus terus berjalan secara terarah.

Lembaga pendidikan agama juga perlu meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an. Dengan demikian, generasi muda memahami bacaan, hafalan, dan maknanya.

Pengamalan akhlak mulia menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Sebab, pemahaman agama harus terlihat melalui perilaku yang baik.

Pada kesempatan itu, Ulyas mengucapkan selamat kepada seluruh peserta berprestasi. Ia meminta para pemenang terus meningkatkan kemampuan dan tidak cepat puas.

Prestasi tersebut harus menjadi motivasi untuk memperbaiki kualitas bacaan. Para peserta juga perlu memperdalam hafalan dan pemahaman Al-Qur’an.

Sementara itu, peserta yang belum meraih juara diminta tetap bersemangat. Setiap proses mempelajari Al-Qur’an memiliki nilai ibadah.

Kotamobagu Bawa Pulang Piala Bergilir

Kota Kotamobagu akhirnya keluar sebagai juara umum MTQ XXXI Sulawesi Utara. Hasil tersebut menempatkan Kotamobagu sebagai penerima Piala Bergilir.

Penyerahan piala menjadi bagian utama dalam acara penutupan. Namun, panitia menilai nilai persaudaraan menjadi warisan terpenting kegiatan ini.

Lantunan Al-Qur’an mendapat tempat terhormat di tengah masyarakat Minahasa Utara. Dukungan warga membuktikan bahwa toleransi dapat tumbuh melalui kegiatan keagamaan.

Dari Bumi Tonsea, para peserta membawa pulang pengalaman berharga. Mereka tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga merasakan kuatnya persaudaraan.

Penyelenggaraan MTQ tahun ini juga memperkuat identitas Sulawesi Utara. Daerah tersebut kembali menunjukkan kehidupan masyarakat yang rukun dan terbuka.

Syiar Al-Qur’an berjalan seiring dengan semangat toleransi. Karena itu, kegiatan tersebut menghadirkan harmoni yang membanggakan daerah dan Indonesia.

Baca juga laporan terkait MTQ XXXI Sulut di Minahasa Utara Masuki Berbagai Cabang Lomba.

Bagikan Artikel
Facebook X WhatsApp Link disalin
Refli Puasa
Tentang Penulis

Refli Puasa — Founder & Developer

Refli Hertanto Puasa adalah pendiri dan pengembang Manado.news yang bergabung di dunia jurnalistik sejak 2009. Ia memiliki minat pada fotografi, videografi dan traveling, dengan ke...

Redaksi manado.news

Koreksi atau informasi tambahan?

Pembaca dapat menghubungi redaksi untuk memberikan koreksi, data tambahan, atau klarifikasi terkait berita ini.

Hubungi Redaksi