MINAHASA UTARA — Data Minahasa Utara 2025 menunjukkan sejumlah indikator penting pembangunan daerah. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.059,24 kilometer persegi dan terbagi ke dalam 10 kecamatan.
Dari sisi kependudukan, jumlah penduduk Minahasa Utara pada 2025 tercatat 232.848 jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari 117.780 laki-laki dan 115.068 perempuan.
Struktur penduduk Minahasa Utara tersebar dalam berbagai kelompok umur. Kelompok usia dewasa muda 20–34 tahun menjadi salah satu kelompok terbesar dengan 63.082 jiwa. Sementara itu, kelompok remaja usia 10–19 tahun berjumlah 36.931 jiwa.
Data ini menunjukkan bahwa Minahasa Utara memiliki potensi sumber daya manusia yang cukup besar. Karena itu, arah pembangunan daerah perlu memperhatikan kebutuhan pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan layanan publik.
Minahasa Utara Memiliki 10 Kecamatan
Secara administratif, Minahasa Utara terdiri dari 10 kecamatan. Kecamatan tersebut meliputi Kema, Kauditan, Airmadidi, Kalawat, Dimembe, Talawaan, Wori, Likupang Barat, Likupang Timur, dan Likupang Selatan.
Kecamatan Likupang Timur menjadi wilayah terluas dengan luas 290,94 kilometer persegi. Sementara itu, Kecamatan Likupang Selatan menjadi wilayah terkecil dengan luas 11,82 kilometer persegi.
Kondisi geografis ini penting dalam perencanaan pembangunan. Wilayah yang luas membutuhkan pemerataan infrastruktur, akses layanan publik, dan konektivitas antarwilayah.
DPRD Minahasa Utara Diisi 30 Anggota
Pada sektor pemerintahan, DPRD Minahasa Utara memiliki 30 anggota legislatif. Dari jumlah tersebut, 23 orang merupakan laki-laki dan 7 orang perempuan.
Komposisi ini menunjukkan bahwa keterwakilan perempuan di DPRD Minahasa Utara mencapai sekitar 23 persen. Sementara itu, anggota laki-laki masih mendominasi dengan sekitar 77 persen.
Dari sisi partai politik, PDI Perjuangan tercatat sebagai partai dengan kursi terbanyak. Partai ini menempatkan 10 anggota di DPRD Minahasa Utara.
Komposisi DPRD tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembahasan kebijakan daerah. Sebab, keputusan pembangunan, anggaran, dan pelayanan publik akan melalui proses politik di lembaga legislatif.
PAD Minahasa Utara Naik pada 2025
Data keuangan pemerintah daerah menunjukkan Pendapatan Asli Daerah atau PAD Minahasa Utara pada 2025 mencapai Rp131,56 miliar.
Angka ini naik dibandingkan 2024 yang tercatat sebesar Rp118,95 miliar. Pada 2023, PAD Minahasa Utara berada di angka Rp129,23 miliar, sedangkan pada 2022 sebesar Rp114,25 miliar.
Total pendapatan pemerintah daerah pada 2025 tercatat Rp991,96 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari PAD, dana perimbangan, serta lain-lain pendapatan yang sah.
Dana perimbangan masih menjadi komponen besar dalam pendapatan daerah. Pada 2025, dana perimbangan tercatat sebesar Rp849,53 miliar.
Belanja Daerah Capai Rp985,43 Miliar
Realisasi belanja Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara pada 2025 mencapai Rp985,43 miliar.
Angka ini lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai Rp1,07 triliun. Pada 2023, belanja daerah tercatat Rp1,119 triliun, sedangkan pada 2022 sebesar Rp1,029 triliun.
Belanja langsung pada 2025 tercatat sebesar Rp809,35 miliar. Sementara itu, belanja tidak langsung mencapai Rp176,09 miliar.
Komponen belanja barang dan jasa tercatat Rp308,15 miliar. Sedangkan belanja modal mencapai Rp107,13 miliar.
Data ini menunjukkan bahwa pengelolaan belanja daerah tetap menjadi faktor penting dalam mendukung program pembangunan. Pemerintah daerah perlu memastikan belanja publik berdampak langsung bagi masyarakat.
Wisatawan Minahasa Utara Capai 91.921 Orang
Sektor pariwisata Minahasa Utara juga menunjukkan angka penting. Pada 2025, total wisatawan tercatat 91.921 orang.
Jumlah tersebut terdiri dari wisatawan mancanegara sebanyak 40.201 orang dan wisatawan nusantara sebanyak 51.720 orang.
Kunjungan wisatawan tertinggi tercatat pada April dengan 11.452 orang. Kemudian, Agustus mencatat 8.935 orang, dan Juli sebanyak 8.890 orang.
Angka ini menunjukkan bahwa pariwisata tetap menjadi salah satu sektor strategis Minahasa Utara. Apalagi, wilayah Likupang menjadi salah satu kawasan yang memiliki potensi wisata besar.
Pelanggan Air Bersih Capai 5.194
Data pelayanan air menunjukkan jumlah pelanggan air di Minahasa Utara pada 2025 mencapai 5.194 pelanggan.
Total air yang disalurkan tercatat 715.277 meter kubik. Sementara itu, total nilai dari air yang disalurkan mencapai Rp7,51 miliar.
Kecamatan Airmadidi dan Kalawat menjadi wilayah dengan jumlah pelanggan dan distribusi air yang cukup besar. Airmadidi mencatat 1.578 pelanggan, sedangkan Kalawat mencatat 1.190 pelanggan.
Pelayanan air bersih menjadi bagian penting dari layanan dasar masyarakat. Karena itu, pemerataan distribusi air perlu terus diperkuat, terutama di wilayah yang belum memiliki layanan optimal.
Garis Kemiskinan Naik
Data kemiskinan menunjukkan garis kemiskinan Minahasa Utara terus mengalami kenaikan. Pada 2017, garis kemiskinan berada di angka Rp294.308 per kapita per bulan.
Pada 2025, garis kemiskinan naik menjadi Rp453.321 per kapita per bulan.
Kenaikan garis kemiskinan ini menunjukkan perubahan kebutuhan minimum masyarakat. Karena itu, kebijakan pengentasan kemiskinan perlu memperhatikan daya beli, harga kebutuhan pokok, dan akses ekonomi keluarga rentan.
Data juga menampilkan jumlah penduduk miskin pada kisaran belasan ribu orang. Angka ini menjadi perhatian penting dalam kebijakan sosial, perlindungan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi.
Kristen Protestan Jadi Kelompok Agama Terbesar
Dari sisi sosial keagamaan, penduduk Kristen Protestan menjadi kelompok agama terbesar di Minahasa Utara. Jumlahnya tercatat 171.126 jiwa.
Penduduk beragama Islam tercatat 45.331 jiwa. Sementara itu, penduduk Katolik berjumlah 16.063 jiwa.
Penduduk beragama Hindu tercatat 225 jiwa, Buddha 99 jiwa, Konghucu 2 jiwa, dan lainnya 2 jiwa.
Data ini menunjukkan keberagaman sosial masyarakat Minahasa Utara. Harmoni antarumat beragama menjadi modal sosial penting dalam pembangunan daerah.
Rumah Ibadah Didominasi Gereja Protestan
Jumlah tempat peribadatan di Minahasa Utara pada 2025 juga menunjukkan dominasi gereja Protestan.
Data mencatat terdapat 725 gereja Protestan di Minahasa Utara. Selain itu, terdapat 55 gereja Katolik.
Sementara itu, rumah ibadah umat Islam terdiri dari 68 masjid dan 14 mushola.
Sebaran rumah ibadah ini menggambarkan karakter sosial dan keagamaan masyarakat Minahasa Utara. Pemerintah daerah tetap perlu menjaga kerukunan serta memastikan pelayanan sosial berjalan merata.
Perkembangan statistik daerah turut tergambar dalam laporan Data Kepulauan Sangihe 2026: Penduduk 136.393 Jiwa, Pendapatan Daerah Rp874,74 Miliar.
Dalam isu terkait, baca juga laporan Pendapatan Pemerintah Bolsel 2025 Tercatat Rp316,08 Miliar, Belanja Capai Rp332,91 Miliar.