Data Minahasa Selatan 2025 menunjukkan sejumlah indikator penting daerah, mulai dari penduduk, keuangan, pendidikan, kesehatan, hingga sosial. Jumlah penduduk Minahasa Selatan tercatat 243.519 jiwa, sedangkan PAD naik menjadi Rp43,76 miliar.
Publikasi statistik tersebut juga mencatat Minahasa Selatan memiliki 17 kecamatan. Selain itu, wilayah ini memiliki 178 desa dan kelurahan.
Dari sisi pelayanan dasar, Minahasa Selatan memiliki 361 sekolah, 35.027 murid, dan 3.130 guru. Sementara itu, layanan kesehatan ditopang 3 rumah sakit dan 17 puskesmas.
Data tersebut memberi gambaran tentang arah pembangunan daerah. Karena itu, pemerintah dapat memakai angka ini sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Minahasa Selatan Memiliki 17 Kecamatan
Minahasa Selatan memiliki luas wilayah 1.456,74 kilometer persegi. Wilayah tersebut terbagi ke dalam 17 kecamatan.
Kecamatan Maesaan menjadi wilayah terluas dengan luas 140,03 kilometer persegi. Sebaliknya, Kecamatan Motoling menjadi kecamatan terkecil dengan luas 23,88 kilometer persegi.
Sinonsayang juga tercatat sebagai kecamatan luas dengan 133,31 kilometer persegi. Kemudian, Tenga memiliki luas 122,98 kilometer persegi.
Tatapaan mencatat luas 111,52 kilometer persegi. Sementara itu, Motoling Barat memiliki luas 111,90 kilometer persegi.
Sebaran wilayah ini memengaruhi kebutuhan pelayanan publik. Karena itu, pemerataan infrastruktur perlu mengikuti kondisi geografis setiap kecamatan.
DPRD Minahasa Selatan Diisi 30 Legislator
Pada sektor pemerintahan, DPRD Minahasa Selatan memiliki 30 anggota pada 2025. Jumlah tersebut terdiri dari 20 laki-laki dan 10 perempuan.
PDI Perjuangan menjadi partai dengan kursi terbanyak. Partai ini menempatkan 13 anggota di DPRD Minahasa Selatan.
Golkar menyusul dengan 7 kursi. Kemudian, Nasdem memiliki 4 kursi dan Partai Demokrat memperoleh 3 kursi.
Gerindra mencatat 2 kursi di parlemen daerah. Sementara itu, Perindo menempatkan 1 anggota DPRD.
Komposisi tersebut memperlihatkan peta kekuatan politik daerah. Selain itu, konfigurasi kursi dapat memengaruhi proses pembahasan kebijakan publik.
PAD Minahasa Selatan Naik pada 2025
Data Minahasa Selatan 2025 mencatat PAD daerah naik menjadi Rp43,76 miliar. Angka ini meningkat dari Rp33,32 miliar pada 2024.
Pada 2023, PAD Minahasa Selatan berada di angka Rp31,61 miliar. Dengan demikian, tren PAD menunjukkan pertumbuhan dalam dua tahun terakhir.
Total pendapatan pemerintah daerah pada 2025 mencapai Rp1,817 triliun. Jumlah ini naik tajam dibandingkan 2024 sebesar Rp973,63 miliar.
Dana perimbangan masih menjadi sumber pendapatan besar. Nilainya tercatat Rp787,25 miliar pada 2025.
Selain itu, lain-lain pendapatan yang sah mencapai Rp986,96 miliar. Komponen ini memberi kontribusi kuat terhadap total pendapatan daerah.
Belanja Daerah Capai Rp968,07 Miliar
Realisasi belanja Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan pada 2025 mencapai Rp968,07 miliar. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan 2024.
Pada 2024, belanja daerah tercatat Rp997,68 miliar. Sementara itu, realisasi belanja pada 2023 mencapai Rp1,637 triliun.
Belanja tidak langsung pada 2025 mencapai Rp615,18 miliar. Dari jumlah itu, belanja pegawai menjadi komponen terbesar dengan Rp434,47 miliar.
Belanja langsung tercatat Rp352,89 miliar. Komponen barang dan jasa mencapai Rp227,32 miliar.
Kemudian, belanja modal pada 2025 mencapai Rp125,57 miliar. Angka tersebut naik dari Rp96,55 miliar pada 2024.
Penduduk Usia Produktif Mendominasi
Jumlah penduduk Minahasa Selatan pada 2025 mencapai 243.519 jiwa. Kelompok usia produktif menjadi bagian terbesar dalam struktur penduduk.
Penduduk usia 15–64 tahun mencapai 163,90 ribu jiwa. Sementara itu, kelompok usia 0–14 tahun berjumlah 51,67 ribu jiwa.
Kelompok usia 65 tahun ke atas tercatat 28,15 ribu jiwa. Komposisi ini menunjukkan kebutuhan layanan berbeda pada setiap kelompok umur.
Dominasi usia produktif membuka peluang penguatan ekonomi daerah. Namun, pemerintah perlu menyiapkan lapangan kerja dan peningkatan keterampilan.
Di sisi lain, jumlah lansia juga perlu mendapat perhatian. Layanan kesehatan dan perlindungan sosial harus terus diperkuat.
Pendidikan dan Kesehatan Jadi Layanan Dasar Penting
Sektor pendidikan Minahasa Selatan mencatat 361 sekolah pada 2025. Jumlah murid mencapai 35.027 orang.
Tenaga guru tercatat sebanyak 3.130 orang. Angka ini menunjukkan kapasitas dasar layanan pendidikan di daerah.
Sementara itu, sektor kesehatan memiliki 3 rumah sakit. Pemerintah daerah juga memiliki 17 puskesmas untuk layanan kesehatan tingkat pertama.
Keberadaan puskesmas penting untuk menjangkau masyarakat kecamatan. Karena itu, distribusi tenaga medis perlu berjalan seimbang.
Selain fasilitas, kualitas layanan juga menentukan dampak pembangunan. Pemerintah perlu memperkuat sarana, tenaga, dan akses masyarakat.
Kristen Protestan Jadi Kelompok Agama Terbesar
Data agama mencatat penduduk Kristen Protestan menjadi kelompok terbesar. Jumlahnya mencapai 191.789 jiwa di Minahasa Selatan.
Penduduk beragama Islam tercatat 23.135 jiwa. Sementara itu, umat Katolik berjumlah 7.549 jiwa.
Dari sisi rumah ibadah, gereja Protestan menjadi fasilitas terbanyak. Jumlahnya mencapai 599 bangunan.
Selain itu, Minahasa Selatan memiliki 23 gereja Katolik. Daerah ini juga mencatat 30 masjid, 9 mushola, dan 1 vihara.
Data ini memperlihatkan keberagaman sosial masyarakat. Karena itu, harmoni antarumat beragama tetap menjadi modal penting daerah.
Kecelakaan Lalu Lintas Tercatat 199 Kasus
Sepanjang 2025, Minahasa Selatan mencatat 199 kasus kecelakaan lalu lintas. Dari kasus tersebut, 44 orang meninggal dunia.
Korban luka ringan mencapai 267 orang. Sementara itu, kerugian materi tercatat Rp759,5 juta.
Agustus dan November menjadi bulan dengan kasus tertinggi. Masing-masing bulan mencatat 23 kecelakaan.
Januari berada di posisi berikutnya dengan 22 kasus. Kemudian, Juli dan Juni masing-masing mencatat 21 kasus.
Dari sisi korban meninggal, Januari dan Oktober mencatat angka tertinggi. Masing-masing bulan mencatat 7 korban meninggal dunia.
Data Perlu Jadi Dasar Kebijakan
Data Minahasa Selatan 2025 memberi gambaran menyeluruh tentang kondisi daerah. Pemerintah dapat memakai data ini untuk menyusun prioritas pembangunan.
Kenaikan PAD menunjukkan ruang fiskal daerah semakin kuat. Namun, belanja daerah perlu tetap fokus pada layanan dasar.
Jumlah penduduk usia produktif juga menjadi peluang besar. Karena itu, program ekonomi dan ketenagakerjaan perlu bergerak lebih agresif.
Sementara itu, angka kecelakaan lalu lintas membutuhkan perhatian serius. Pemerintah perlu memperkuat edukasi keselamatan dan pengawasan jalan.
Secara umum, statistik Minahasa Selatan 2025 menunjukkan potensi daerah yang besar. Namun, pemerataan layanan publik tetap menjadi pekerjaan penting pemerintah daerah.
Untuk konteks data daerah, simak laporan Data Kepulauan Sangihe 2026: Penduduk 136.393 Jiwa, Pendapatan Daerah Rp874,74 Miliar.
Baca juga laporan terkait Pendapatan Pemerintah Bolsel 2025 Tercatat Rp316,08 Miliar, Belanja Capai Rp332,91 Miliar.