MANADO — Pemerintah Kota Manado menggelar Rakorev Stunting Manado 2026 untuk mengevaluasi program pencegahan selama semester pertama.
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menggelar kegiatan tersebut pada Rabu, 29 Juli 2026.
Rapat berlangsung di Ruang Toar Lumimuut, Kantor Wali Kota Manado.
Pemkot mencatat 94 anak dalam data pemantauan dari total 9.342 sasaran di seluruh kecamatan.
Data tersebut menjadi dasar pemerintah untuk mengukur efektivitas intervensi selama enam bulan pertama 2026.
Selain itu, hasil evaluasi akan menentukan langkah perbaikan pada semester berikutnya.
Asisten II Setda Kota Manado, Ato Bulo, membuka kegiatan mewakili Wali Kota Andrei Angouw.
Ia juga mewakili Wakil Wali Kota Manado, Richard Sualang.
Ato menegaskan bahwa pencegahan stunting merupakan komitmen utama Pemerintah Kota Manado.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya menjalankan program nasional dalam menangani masalah pertumbuhan anak.
Pemkot juga memiliki tanggung jawab memastikan setiap anak tumbuh sehat dan mencapai perkembangan optimal.
Karena itu, seluruh perangkat daerah harus menjalankan program secara terarah dan berkelanjutan.
“Penurunan stunting bukan sekadar program nasional, tetapi menjadi komitmen mutlak Pemerintah Kota Manado,” kata Ato.
Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat kerja sama dalam mendampingi keluarga berisiko.
Pemantauan Dimulai Sejak Remaja dan Masa Kehamilan
Ato menjelaskan bahwa Rakorev Stunting Manado 2026 membahas intervensi sejak masa sebelum kelahiran.
Pemerintah perlu memantau kondisi ibu hamil agar janin memperoleh asupan dan layanan kesehatan memadai.
Namun, pencegahan tidak boleh berhenti pada kelompok ibu hamil.
Pemerintah juga perlu mendampingi remaja perempuan sebelum mereka memasuki usia pernikahan.
“Jadi, sebelum lahir sudah ada dalam pemantauan,” ujar Ato.
Menurutnya, petugas harus mengawasi kondisi anak sejak masih dalam kandungan.
Sementara itu, pemerintah dapat memulai pencegahan lebih awal melalui pendampingan remaja perempuan.
Langkah tersebut bertujuan mencegah anemia, kekurangan gizi, dan risiko kehamilan tidak sehat.
Ato kemudian memaparkan data sasaran yang tersebar pada sejumlah kecamatan di Kota Manado.
Hingga semester pertama, petugas memantau 9.342 sasaran melalui berbagai program dan layanan.
Dari jumlah tersebut, pemerintah mencatat 94 anak dalam data yang membutuhkan perhatian program.
Oleh sebab itu, pemerintah harus memastikan setiap sasaran menerima intervensi sesuai kebutuhan.
Intervensi tersebut mencakup pelayanan kesehatan, pemenuhan gizi, sanitasi, dan pendampingan keluarga.
Selain itu, petugas perlu memperbarui data secara rutin agar kebijakan tetap tepat sasaran.
Puskesmas memegang peran penting karena berhubungan langsung dengan keluarga dan masyarakat.
Kemudian, pemerintah kecamatan dan kelurahan harus membantu pemantauan pada tingkat lingkungan.
Kolaborasi tersebut dapat mempercepat penanganan ketika petugas menemukan anak atau keluarga berisiko.
Dengan demikian, pemerintah dapat mencegah masalah pertumbuhan sebelum kondisi anak semakin serius.
DPPKB Perkuat Koordinasi Lintas Perangkat Daerah
Kepala DPPKB Kota Manado, Steven Tumiwa, menjelaskan dasar pelaksanaan rapat koordinasi dan evaluasi tersebut.
Pemkot mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Selain itu, pemerintah menggunakan strategi nasional dan keputusan terkait percepatan penanganan stunting.
Pemkot juga memiliki keputusan wali kota mengenai pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting.
Steven menilai Rakorev Stunting Manado 2026 penting untuk menilai pelaksanaan setiap rencana intervensi.
Melalui rapat tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi hambatan yang muncul selama pelaksanaan program.
Selanjutnya, setiap perangkat daerah dapat menyusun langkah penyelesaian berdasarkan tugas masing-masing.
Koordinasi ini juga mencegah tumpang tindih program dan penggunaan sumber daya yang kurang efektif.
Menurut Steven, pemerintah tidak dapat menangani stunting melalui satu perangkat daerah saja.
DPPKB perlu bekerja bersama sektor kesehatan, pendidikan, perencanaan, sosial, dan pemerintahan wilayah.
Partisipasi masyarakat juga menentukan keberhasilan program pada tingkat keluarga.
Karena itu, kader dan petugas lapangan harus menyampaikan edukasi secara konsisten.
Rakorev turut melibatkan perwakilan satuan kerja perangkat daerah bersama operator masing-masing.
Seluruh puskesmas di Kota Manado juga mengirimkan perwakilan dan operator pengelola data.
Selain itu, kecamatan dan kelurahan menghadirkan peserta untuk memperkuat koordinasi wilayah.
Kehadiran berbagai unsur tersebut membantu pemerintah menyatukan data dan rencana intervensi.
Pemkot Manado Targetkan Program Lebih Tepat Sasaran
Kepala Bapperida Manado, Marcos Kairupan, turut menghadiri evaluasi bersama Kepala DPPKB Steven Tumiwa.
Keterlibatan Bapperida penting untuk menyelaraskan program dengan perencanaan pembangunan daerah.
Dengan demikian, anggaran dan kegiatan dapat mendukung target penurunan stunting secara lebih terukur.
Setiap perangkat daerah juga harus melaporkan capaian dan hambatan secara terbuka.
Pemerintah Kota Manado berharap evaluasi ini memperkuat kualitas intervensi pada semester kedua 2026.
Pemkot juga ingin memastikan program menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan pendampingan.
Selain itu, pemerintah akan memperkuat koordinasi antara puskesmas, kecamatan, kelurahan, dan perangkat daerah.
Langkah tersebut dapat mempercepat tindak lanjut terhadap setiap temuan di lapangan.
Melalui Rakorev Stunting Manado 2026, pemerintah ingin membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
Upaya itu membutuhkan data akurat, intervensi tepat, dan keterlibatan aktif masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan program bergantung pada konsistensi seluruh pihak dalam mendampingi keluarga.
Pemkot berharap setiap anak Manado dapat tumbuh optimal dan memiliki masa depan lebih baik.
Berita Terkait
Sementara itu, perkembangan lain dapat dilihat dalam laporan Perlinsos Digital Manado Dipercepat, Richard Sualang Ajak Warga Segera Daftar.
Sementara itu, perkembangan lain dapat dilihat dalam laporan Manado Masuk Lima Besar Nasional PPD 2026, Andrei Angouw Paparkan 15 Program Unggulan.
Sementara itu, perkembangan lain dapat dilihat dalam laporan Dukcapil Manado Borong Tiga Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Sulut.