MANADO — Pemerintah Kota Manado menargetkan pelayanan air bersih Manado mencapai 75 ribu sambungan rumah pada 2030. Pemerintah akan memperluas jaringan pipa dan memetakan wilayah yang belum terlayani.
Wali Kota Manado Andrei Angouw membahas target tersebut bersama Wakil Wali Kota Richard Sualang, Jumat, 17 Juli 2026. Pertemuan berlangsung di Kantor PDAM Wanua Wenang Manado.
Direksi PDAM memaparkan kondisi instalasi pengolahan air serta cakupan distribusi di seluruh kecamatan. Selain itu, tim teknis menjelaskan berbagai hambatan pelayanan yang masih terjadi.
Pembahasan terutama menyoroti permukiman yang belum tersambung dengan jaringan perpipaan. Kondisi itu membuat sebagian warga belum memperoleh pasokan air secara optimal.
Andrei meminta PDAM menyusun kebutuhan pengembangan jaringan berdasarkan kondisi lapangan. Data tersebut harus mencakup jumlah penduduk, wilayah pelayanan, dan kapasitas produksi air.
Selanjutnya, pemerintah akan menggunakan hasil pemetaan untuk menentukan prioritas pembangunan. Wilayah dengan kebutuhan mendesak harus memperoleh penanganan lebih dahulu.
Pemkot juga menyoroti pelayanan pada kawasan perumahan baru. Pertumbuhan permukiman perlu diikuti ketersediaan jaringan distribusi yang memadai.
Tanpa perencanaan sejak awal, kebutuhan air akan meningkat lebih cepat daripada kapasitas pelayanan. Karena itu, pemerintah perlu menyelaraskan pembangunan perumahan dan infrastruktur air bersih.
Jaringan Pipa Diperluas ke Wilayah Belum Terlayani
Peningkatan pelayanan air bersih Manado membutuhkan jaringan pipa yang menjangkau lebih banyak lingkungan. Saat ini, beberapa wilayah masih berada di luar cakupan distribusi PDAM.
Pemerintah meminta setiap kecamatan mengidentifikasi kawasan yang belum memperoleh layanan. Camat juga perlu mencatat kebutuhan sambungan rumah pada wilayah masing-masing.
Data dari kecamatan akan membantu PDAM menentukan panjang jaringan dan ukuran pipa. Selain itu, informasi tersebut dapat memperkirakan kebutuhan anggaran serta waktu pembangunan.
PDAM perlu memastikan kapasitas instalasi mampu mendukung penambahan pelanggan. Penambahan jaringan tanpa pasokan memadai justru dapat menurunkan tekanan air.
Karena itu, evaluasi tidak hanya menyentuh pipa distribusi. Pemerintah juga harus memeriksa sumber air, kapasitas pengolahan, dan kondisi reservoir.
Pemeliharaan jaringan lama turut menjadi bagian penting dalam peningkatan layanan. Kebocoran pipa dapat mengurangi volume air yang sampai kepada pelanggan.
Selain menghambat distribusi, kebocoran juga meningkatkan biaya operasional perusahaan. Oleh sebab itu, PDAM perlu mempercepat perbaikan pada titik bermasalah.
Pemkot berharap perencanaan berbasis data dapat mencegah pembangunan yang tidak tepat sasaran. Setiap proyek harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Wilayah padat penduduk membutuhkan kapasitas distribusi lebih besar. Sementara itu, kawasan berbukit memerlukan sistem tekanan dan pompa yang berbeda.
Karakter geografis Manado juga menuntut perencanaan teknis secara rinci. PDAM tidak dapat menerapkan satu pola yang sama pada semua wilayah.
Selain pembangunan fisik, perusahaan perlu memperbaiki kecepatan pelayanan pelanggan. Pengaduan mengenai gangguan air harus memperoleh respons yang jelas.
Masyarakat juga membutuhkan informasi ketika distribusi mengalami gangguan. Pemberitahuan yang cepat dapat membantu warga menyiapkan kebutuhan air sementara.
Dengan demikian, peningkatan pelayanan air bersih Manado tidak hanya bergantung pada jumlah sambungan. Kualitas, kontinuitas, dan respons pengaduan juga menentukan kepuasan pelanggan.
Bunaken Kepulauan Masuk Prioritas Pelayanan
Andrei memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan air bersih di Kecamatan Bunaken Kepulauan. Wilayah kepulauan menghadapi tantangan berbeda dibandingkan kawasan daratan.
Jarak, kondisi geografis, dan ketersediaan sumber air memengaruhi sistem pelayanan. Karena itu, pemerintah membutuhkan solusi yang sesuai dengan karakter wilayah.
Pemkot meminta PDAM dan perangkat daerah memperkuat koordinasi untuk menyusun langkah penanganan. Prioritas utama tetap memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Pemerintah perlu menilai berbagai pilihan penyediaan air di kawasan kepulauan. Pilihan tersebut harus mempertimbangkan biaya, kapasitas, serta keberlanjutan operasional.
Selain itu, pelayanan tidak boleh hanya berlangsung ketika fasilitas baru selesai dibangun. Pemerintah harus memastikan pemeliharaan dan pengelolaannya berjalan secara konsisten.
Kecamatan juga memiliki peran penting dalam menyampaikan kondisi masyarakat. Informasi dari kelurahan dapat mempercepat identifikasi kebutuhan dan kendala.
Melalui koordinasi tersebut, PDAM dapat menyesuaikan program dengan kebutuhan setiap wilayah. Pendekatan ini juga mencegah perbedaan data antarlembaga.
Pemkot ingin seluruh masyarakat memperoleh akses air yang layak. Karena itu, wilayah kepulauan tidak boleh tertinggal dalam rencana pengembangan layanan.
Peningkatan pelayanan air bersih Manado juga harus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ketersediaan air memengaruhi usaha, pendidikan, kesehatan, dan kegiatan rumah tangga.
Kawasan wisata membutuhkan pasokan yang stabil untuk menunjang aktivitas pengunjung. Namun, kebutuhan warga setempat tetap harus menjadi prioritas utama.
Camat Diminta Memetakan Kebutuhan Sambungan Rumah
Direktur Utama PDAM Wanua Wenang Manado, Meiky Taliwuna, meminta dukungan seluruh camat. Mereka perlu membantu mengidentifikasi kebutuhan layanan di wilayah masing-masing.
Pemetaan tersebut akan mendukung target 75 ribu sambungan rumah pada 2030. Namun, pencapaian target membutuhkan kerja bertahap dan terukur.
PDAM harus menghitung jumlah sambungan baru setiap tahun. Selain itu, perusahaan perlu menyesuaikan target dengan kapasitas produksi dan kemampuan pembiayaan.
Penambahan pelanggan juga harus mengikuti kesiapan jaringan. Perusahaan tidak boleh mengejar angka sambungan tanpa menjamin kualitas pasokan.
Pemerintah perlu menyusun prioritas berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat. Wilayah tanpa akses harus memperoleh perhatian lebih besar daripada kawasan yang sudah terlayani.
Selain itu, PDAM perlu menyediakan proses pemasangan yang mudah dan transparan. Informasi mengenai biaya, persyaratan, dan waktu pemasangan harus tersedia bagi masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel turut menghadiri pembahasan tersebut. Hadir pula Asisten II Setda Manado Atto Bulo.
Kepala Dinas PUPR Manado Johny Suwu mengikuti pertemuan bersama Kepala Bagian Perekonomian David Kambey. Seluruh camat dan pejabat teknis juga hadir.
Pemkot selanjutnya akan menyusun langkah berdasarkan data yang disampaikan setiap kecamatan. Hasilnya akan menjadi dasar pengembangan jaringan dan peningkatan kapasitas.
Melalui strategi tersebut, pemerintah berharap pelayanan air bersih Manado semakin luas, stabil, dan berkelanjutan. Target 75 ribu sambungan diharapkan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Untuk konteks kebijakan daerah, baca juga laporan Wali Kota Manado Kukuhkan REDKAR 2026, Perkuat Tanggap Darurat Kebakaran.
Baca juga laporan terkait Manado Masuk Lima Besar Nasional PPD 2026, Andrei Angouw Paparkan 15 Program Unggulan.
Dalam isu terkait, baca juga laporan Manado Benahi Rantai Angkut Sampah dari Lingkungan hingga TPA Sumompo.
Perkembangan fiskal dan ekonomi daerah juga dibahas dalam laporan DPRD Manado Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Andrei Angouw Minta Rekomendasi Ditindaklanjuti.
Sikap pemerintah daerah juga terlihat melalui laporan Pemkot Manado Perkuat Perlindungan Anak Digital Lewat Diskusi Publik PP TUNAS.