MANADO — Penduduk Protestan di Kota Manado menjadi kelompok terbesar pada 2025 dengan jumlah 289.366 jiwa. Data tersebut tercantum dalam tabel jumlah penduduk menurut kecamatan dan agama yang dianut di Kota Manado.
Sementara itu, penduduk beragama Islam berada di posisi kedua dengan 144.752 jiwa. Selanjutnya, penduduk Katolik tercatat 24.679 jiwa.
Data tersebut juga mencatat penduduk beragama Budha sebanyak 2.777 jiwa. Adapun penduduk Hindu mencapai 802 jiwa, sedangkan Khonghucu tercatat 276 jiwa.
Informasi ini bersumber dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Manado. Data tersebut menggambarkan sebaran agama penduduk di 11 kecamatan pada 2025.
Mapanget Catat Penduduk Protestan Terbanyak
Kecamatan Mapanget menjadi wilayah dengan jumlah penduduk Protestan terbanyak di Kota Manado. Jumlahnya mencapai 47.251 jiwa.
Wanea berada di posisi berikutnya dengan 47.892 penduduk Protestan. Kemudian, Malalayang mencatat 49.257 jiwa.
Meski begitu, Malalayang tetap menjadi salah satu kecamatan dengan jumlah penduduk Protestan tinggi. Paal Dua juga mencatat angka besar dengan 27.417 jiwa.
Singkil memiliki 22.276 penduduk Protestan. Sementara itu, Tuminting mencatat 23.687 jiwa.
Data ini menunjukkan sebaran penduduk Protestan cukup kuat di hampir seluruh kecamatan. Karena itu, komposisi agama di Manado memperlihatkan karakter sosial yang beragam.
Penduduk Islam Tertinggi Berada di Singkil
Kecamatan Singkil mencatat jumlah penduduk Islam terbanyak di Kota Manado. Angkanya mencapai 30.650 jiwa.
Tuminting berada di posisi berikutnya dengan 29.255 penduduk Islam. Setelah itu, Kecamatan Mapanget mencatat 15.760 jiwa.
Paal Dua juga memiliki jumlah penduduk Islam cukup besar, yakni 13.142 jiwa. Tikala mencatat 12.475 jiwa, sedangkan Wenang 10.202 jiwa.
Selain itu, Malalayang memiliki 9.061 penduduk Islam. Bunaken mencatat 10.226 jiwa, sementara Sario memiliki 4.893 jiwa.
Sebaran ini menunjukkan penduduk Islam tersebar di seluruh wilayah Manado. Namun, konsentrasi terbesar terlihat di kawasan Singkil dan Tuminting.
Katolik Terbanyak di Mapanget dan Wanea
Penduduk Katolik di Kota Manado tercatat 24.679 jiwa pada 2025. Kecamatan Mapanget menjadi wilayah dengan jumlah terbesar, yakni 5.657 jiwa.
Wanea menyusul dengan 2.954 penduduk Katolik. Paal Dua mencatat 2.681 jiwa, sementara Wenang memiliki 2.601 jiwa.
Malalayang juga memiliki jumlah penduduk Katolik cukup besar, yakni 4.244 jiwa. Sementara itu, Tikala mencatat 1.800 jiwa.
Untuk agama Budha, Wenang mencatat jumlah tertinggi dengan 881 jiwa. Paal Dua berada di posisi berikutnya dengan 346 jiwa.
Penduduk Hindu terbanyak tercatat di Malalayang dengan 251 jiwa. Adapun penduduk Khonghucu paling banyak berada di Wenang dengan 88 jiwa.
Data Agama Jadi Gambaran Keragaman Manado
Data agama penduduk Kota Manado 2025 menunjukkan keberagaman sosial masyarakat di ibu kota Sulawesi Utara. Enam agama tercatat tersebar di berbagai kecamatan.
Komposisi ini menjadi dasar penting dalam kebijakan sosial, pelayanan publik, dan pembangunan kehidupan beragama. Selain itu, data tersebut membantu pemerintah membaca kebutuhan masyarakat secara lebih tepat.
Manado selama ini dikenal sebagai kota majemuk dengan toleransi sosial yang kuat. Karena itu, data kependudukan berbasis agama menjadi rujukan penting untuk menjaga harmoni masyarakat.
Pemerintah dan masyarakat perlu terus memperkuat ruang dialog antarumat beragama. Dengan demikian, keberagaman di Kota Manado dapat menjadi modal sosial bagi pembangunan daerah.