MANADO — Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara 2025 tercatat sebesar 5,66 persen. Angka ini lebih tinggi dibanding 2024 yang berada pada level 5,39 persen.
Data tersebut berasal dari tabel laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB atas dasar harga konstan 2010 menurut kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Utara. Dalam periode 2022–2025, laju pertumbuhan ekonomi Sulut bergerak fluktuatif, namun tetap bertahan di atas 5 persen.
Pada 2022, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara tercatat 5,42 persen. Setahun kemudian, angkanya naik menjadi 5,48 persen, lalu turun tipis menjadi 5,39 persen pada 2024, sebelum kembali menguat pada 2025.
Bitung, Manado, dan Sangihe Masuk Tiga Besar
Kota Bitung mencatat laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Utara pada 2025. Pertumbuhan PDRB Bitung mencapai 6,67 persen.
Kota Manado berada di posisi kedua dengan pertumbuhan 5,77 persen. Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Sangihe menempati posisi ketiga dengan angka 5,67 persen.
Kabupaten Minahasa juga mencatat kinerja kuat dengan pertumbuhan 5,58 persen. Angka yang sama juga terlihat pada Kabupaten Minahasa Utara yang tumbuh 5,50 persen.
Daerah lain yang berada di atas atau mendekati rata-rata provinsi antara lain Bolaang Mongondow Timur 5,41 persen, Tomohon 5,41 persen, dan Bolaang Mongondow Utara 5,29 persen. Kotamobagu juga mencatat pertumbuhan 5,28 persen.
Bolsel dan Bolmong Jadi yang Terendah
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan mencatat pertumbuhan ekonomi terendah pada 2025. Angkanya berada di level 4,92 persen.
Kabupaten Bolaang Mongondow menyusul dengan pertumbuhan 4,96 persen. Selanjutnya, Kabupaten Minahasa Tenggara tumbuh 5,09 persen.
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau Sitaro mencatat 5,18 persen. Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Talaud tumbuh 5,19 persen.
Kabupaten Minahasa Selatan berada pada angka 5,27 persen. Dengan demikian, sebagian besar daerah di Sulawesi Utara tetap tumbuh positif, meski kecepatannya berbeda-beda.
Tren Empat Tahun Tunjukkan Fluktuasi
Jika dilihat dari tren 2022–2025, sejumlah daerah mengalami perubahan yang cukup terlihat. Kota Bitung misalnya, tumbuh 5,61 persen pada 2022, 5,66 persen pada 2023, lalu turun ke 5,11 persen pada 2024, sebelum melonjak ke 6,67 persen pada 2025.
Kota Manado juga menunjukkan stabilitas pertumbuhan. Angkanya bergerak dari 5,64 persen pada 2022 menjadi 5,52 persen pada 2023, 5,53 persen pada 2024, dan naik ke 5,77 persen pada 2025.
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan justru mengalami perlambatan pada 2025. Setelah tumbuh 5,20 persen pada 2022, 5,33 persen pada 2023, dan 5,28 persen pada 2024, pertumbuhannya turun menjadi 4,92 persen.
Kabupaten Bolaang Mongondow juga menunjukkan pola serupa. Pertumbuhannya tercatat 5,35 persen pada 2022, 5,18 persen pada 2023, 5,33 persen pada 2024, lalu turun menjadi 4,96 persen pada 2025.
Data PDRB Jadi Acuan Baca Kinerja Daerah
Laju pertumbuhan PDRB menjadi salah satu indikator penting untuk membaca aktivitas ekonomi daerah. Angka ini memberi gambaran tentang seberapa cepat ekonomi kabupaten dan kota berkembang dari tahun ke tahun.
Kinerja pertumbuhan yang lebih tinggi biasanya menunjukkan pergerakan ekonomi yang lebih kuat. Sebaliknya, pertumbuhan yang melambat dapat menjadi sinyal bahwa daerah perlu memperkuat sektor unggulan dan menjaga daya dorong ekonomi.
Data ini juga penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan. Selain itu, pelaku usaha dan masyarakat dapat memakai data tersebut untuk melihat arah ekonomi wilayah masing-masing.
Secara umum, Sulawesi Utara pada 2025 menunjukkan perbaikan pertumbuhan ekonomi. Kenaikan dari 5,39 persen menjadi 5,66 persen menandakan ekonomi provinsi ini kembali menguat.