MANADO — Penduduk miskin Sulawesi Utara 2025 tercatat sebanyak 173,84 ribu orang. Data tersebut menunjukkan penurunan dibanding 2024 yang mencapai 186,86 ribu orang.
Berdasarkan tabel Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin Sulut bergerak fluktuatif dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, jumlahnya tercatat 196,35 ribu orang.
Angka itu turun menjadi 185,14 ribu orang pada 2022. Namun, jumlah penduduk miskin kembali naik menjadi 189,00 ribu orang pada 2023.
Setelah itu, angka kemiskinan turun bertahap menjadi 186,86 ribu orang pada 2024. Selanjutnya, penurunan lebih besar terlihat pada 2025.
Manado Catat Penduduk Miskin Terbanyak
Kota Manado menjadi wilayah dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Sulawesi Utara pada 2025. Jumlahnya mencapai 21,73 ribu orang.
Kabupaten Minahasa berada di posisi berikutnya dengan 20,63 ribu orang. Sementara itu, Kabupaten Bolaang Mongondow mencatat 18,40 ribu orang.
Kabupaten Minahasa Selatan memiliki 17,67 ribu penduduk miskin. Kemudian, Kabupaten Kepulauan Sangihe mencatat 14,49 ribu orang.
Kota Bitung berada pada angka 13,57 ribu orang. Adapun Kabupaten Minahasa Utara mencatat 12,50 ribu orang.
Data ini menunjukkan wilayah berpenduduk besar masih memiliki jumlah penduduk miskin yang tinggi. Karena itu, program penanggulangan kemiskinan perlu terus diarahkan secara tepat sasaran.
Boltim Terendah, Tomohon dan Sitaro Juga Rendah
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur mencatat jumlah penduduk miskin terendah pada 2025. Angkanya berada pada 4,04 ribu orang.
Kota Tomohon menyusul dengan 5,55 ribu orang. Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau Sitaro mencatat 5,64 ribu orang.
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara berada pada angka 6,03 ribu orang. Sementara itu, Kota Kotamobagu mencatat 7,18 ribu orang.
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan memiliki 7,39 ribu penduduk miskin. Adapun Kabupaten Kepulauan Talaud mencatat 7,95 ribu orang.
Perbedaan jumlah ini tidak otomatis menunjukkan tingkat kemiskinan paling rendah. Sebab, jumlah penduduk setiap daerah berbeda.
Sebagian Besar Daerah Turun pada 2025
Sejumlah kabupaten dan kota mencatat penurunan jumlah penduduk miskin pada 2025. Kota Manado, misalnya, turun dari 23,59 ribu orang pada 2024 menjadi 21,73 ribu orang pada 2025.
Kabupaten Minahasa juga turun dari 22,78 ribu orang menjadi 20,63 ribu orang. Sementara itu, Bolaang Mongondow turun dari 20,19 ribu orang menjadi 18,40 ribu orang.
Minahasa Selatan mencatat penurunan dari 19,13 ribu orang menjadi 17,67 ribu orang. Bitung juga turun dari 14,50 ribu orang menjadi 13,57 ribu orang.
Namun, beberapa daerah menunjukkan kenaikan tipis. Kepulauan Sangihe naik dari 14,38 ribu orang pada 2024 menjadi 14,49 ribu orang pada 2025.
Kepulauan Talaud juga naik dari 7,74 ribu orang menjadi 7,95 ribu orang. Selain itu, Kotamobagu meningkat dari 7,05 ribu orang menjadi 7,18 ribu orang.
Data Kemiskinan Jadi Dasar Kebijakan Sosial
Data penduduk miskin Sulawesi Utara 2025 menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah. Informasi ini membantu pemerintah membaca kebutuhan sosial masyarakat secara lebih akurat.
Daerah dengan jumlah penduduk miskin besar membutuhkan intervensi program yang kuat. Program tersebut dapat mencakup bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan akses kerja.
Selain itu, pemerintah perlu memperkuat validasi data penerima manfaat. Dengan begitu, bantuan dapat menjangkau kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Penurunan jumlah penduduk miskin pada 2025 menjadi sinyal positif bagi Sulawesi Utara. Namun, pemerintah tetap perlu menjaga keberlanjutan program pengentasan kemiskinan.
Data ini bersumber dari Badan Pusat Statistik melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional. Karena itu, angka tersebut dapat menjadi rujukan dalam perencanaan pembangunan daerah.