MANADO — IPM Sulawesi Utara 2025 tercatat sebesar 76,32. Angka ini meningkat dibanding 2024 yang berada pada level 75,68.
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia atau IPM Sulawesi Utara terus naik dalam periode 2021–2025. Pada 2021, IPM Sulut berada pada angka 74,03.
Selanjutnya, IPM Sulawesi Utara meningkat menjadi 74,52 pada 2022. Angka tersebut kembali naik menjadi 75,04 pada 2023.
Kenaikan berlanjut pada 2024 dan 2025. Tren ini menunjukkan kualitas pembangunan manusia di Sulawesi Utara terus bergerak positif.
Manado, Tomohon dan Minahasa Pimpin IPM Sulut
Kota Manado menjadi daerah dengan IPM tertinggi di Sulawesi Utara pada 2025. Ibu kota provinsi tersebut mencatat angka 82,40.
Kota Tomohon berada di posisi berikutnya dengan IPM 80,65. Sementara itu, Kabupaten Minahasa mencatat IPM 79,73.
Kabupaten Minahasa Utara juga masuk kelompok tinggi dengan angka 77,76. Kemudian, Kota Bitung mencatat IPM 77,57.
Kota Kotamobagu mencatat IPM 77,49 pada 2025. Minahasa Selatan berada pada angka 76,47, sedikit di atas rata-rata provinsi.
Data ini menunjukkan wilayah perkotaan masih mendominasi capaian IPM tertinggi. Namun, beberapa kabupaten juga menunjukkan peningkatan bertahap.
Bolsel Terendah, Namun Tetap Meningkat
Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan mencatat IPM terendah pada 2025. Nilainya berada pada angka 70,54.
Meski menjadi yang terendah, IPM Bolsel tetap meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada 2024, IPM Bolsel tercatat 69,92.
Kabupaten Bolaang Mongondow Timur berada sedikit di atasnya dengan IPM 71,43. Sementara itu, Kabupaten Bolaang Mongondow mencatat 71,83.
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro memiliki IPM 72,17. Bolaang Mongondow Utara mencatat 72,28, sedangkan Kepulauan Talaud mencapai 73,68.
Kabupaten Minahasa Tenggara berada pada angka 74,28. Adapun Kepulauan Sangihe mencatat IPM 75,18.
Seluruh Daerah Tunjukkan Kenaikan
Tabel IPM 2021–2025 memperlihatkan hampir seluruh kabupaten dan kota mengalami kenaikan bertahap. Kota Manado, misalnya, naik dari 80,53 pada 2021 menjadi 82,40 pada 2025.
Tomohon juga meningkat dari 78,09 menjadi 80,65 dalam periode yang sama. Sementara itu, Minahasa naik dari 77,29 menjadi 79,73.
Kabupaten Bolaang Mongondow meningkat dari 69,04 pada 2021 menjadi 71,83 pada 2025. Bolsel juga naik dari 68,20 menjadi 70,54.
Kenaikan tersebut memberi sinyal bahwa pembangunan manusia terus membaik. Namun, kesenjangan antarwilayah tetap perlu mendapat perhatian.
Pemerintah perlu memperkuat layanan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Ketiga aspek tersebut menjadi dasar utama dalam peningkatan IPM.
IPM Jadi Ukuran Kualitas Pembangunan
IPM menjadi indikator penting untuk membaca kualitas pembangunan manusia. Indikator ini menggambarkan capaian pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak.
Semakin tinggi IPM, semakin baik kualitas hidup masyarakat dalam suatu wilayah. Karena itu, data IPM membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Sulawesi Utara mencatat tren positif dalam lima tahun terakhir. Namun, daerah dengan IPM rendah membutuhkan intervensi lebih kuat.
Peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, dan kesempatan ekonomi perlu terus diperluas. Dengan begitu, pembangunan manusia dapat berjalan lebih merata.
Data ini bersumber dari Badan Pusat Statistik berdasarkan seri berita resmi statistik Indeks Pembangunan Manusia. Penghitungan IPM 2021–2025 memakai hasil Long Form Sensus Penduduk 2020.