KOTAMOBAGU — Beasiswa Bogani Smart UDK menjadi terobosan Universitas Dumoga Kotamobagu dalam membuka akses kuliah lebih terjangkau bagi masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa kelas reguler dapat menempuh pendidikan sarjana hingga lulus dengan biaya Rp2.500.000. Sementara itu, mahasiswa kelas pegawai atau karyawan dikenakan biaya Rp7.500.000 hingga selesai studi.
Skema tersebut memberi kepastian biaya kepada mahasiswa dan orang tua. Selain itu, mahasiswa tidak lagi dibebani SPP atau UKT setiap semester selama masa pendidikan.
Rektor Universitas Dumoga Kotamobagu, Dr. Muharto, S.Pd.I., S.E., M.Si., menilai pendidikan tinggi harus dapat dijangkau lebih banyak generasi muda. Karena itu, UDK menghadirkan skema pembiayaan yang lebih ringan tanpa meninggalkan mutu akademik.
Kuliah Terjangkau untuk Generasi Muda
Program Bogani Smart lahir dari semangat memperluas kesempatan kuliah bagi lulusan SMA, SMK, dan MA. Terutama, bagi mereka yang memiliki kemauan belajar, tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi.
UDK melihat biaya pendidikan masih menjadi kendala banyak keluarga. Oleh sebab itu, kampus berupaya menghadirkan jalan keluar melalui skema biaya yang jelas dan terukur.
Dengan biaya Rp2.500.000 hingga lulus untuk kelas reguler, mahasiswa memiliki ruang lebih besar untuk fokus belajar. Sementara itu, orang tua dapat merencanakan kebutuhan pendidikan dengan lebih pasti.
Bagi kelas pegawai, skema Rp7.500.000 hingga lulus juga memberi kemudahan bagi pekerja yang ingin meningkatkan jenjang pendidikan. Program ini dapat membantu karyawan memperkuat kompetensi tanpa tekanan biaya berulang.
Dr. Muharto menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap anak bangsa. Karena itu, persoalan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang utama untuk masuk perguruan tinggi.
UDK Ajak Masyarakat Terlibat dalam Gerakan Pendidikan
Beasiswa Bogani Smart UDK tidak hanya berjalan sebagai program internal kampus. Lebih jauh, program ini dibangun melalui semangat gotong royong dan kolaborasi masyarakat.
UDK mengajak pengusaha, alumni, organisasi profesi, lembaga sosial, dan para dermawan ikut mendukung pendidikan tinggi. Dukungan tersebut dapat diberikan melalui beasiswa, pembangunan fasilitas, maupun penguatan sarana kampus.
Dengan pola kolaboratif, pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab kampus dan pemerintah. Sebaliknya, pendidikan menjadi gerakan bersama untuk mencetak sumber daya manusia yang lebih unggul.
Program ini juga membuka ruang partisipasi publik dalam pembangunan kampus. Masyarakat dapat ikut mendorong lahirnya lingkungan pendidikan yang lebih baik dan berdaya saing.
Melalui dukungan banyak pihak, UDK berharap mahasiswa dari keluarga sederhana tetap dapat melanjutkan kuliah. Dengan begitu, peluang mobilitas sosial melalui pendidikan semakin terbuka.
Bantuan Rp100 Juta dan 1.000 Sak Semen Mengalir ke UDK
Respons positif terhadap Beasiswa Bogani Smart UDK mulai datang dari berbagai pihak. Salah satunya berasal dari H. Willy Abd. Fujiwara.
Ia memberikan hibah beasiswa sebesar Rp100 juta untuk 40 mahasiswa. Selain itu, ia turut menyerahkan bantuan hibah pembangunan kampus senilai Rp25 juta.
Dukungan lain juga diberikan dalam bentuk material pembangunan. H. Willy Abd. Fujiwara menyerahkan 1.000 sak semen untuk mendukung pengembangan gedung UDK.
Bantuan tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk. Tidak hanya melalui biaya kuliah, tetapi juga melalui penguatan fasilitas kampus.
Dukungan serupa juga datang dari Wahana Hukum Nusantara atau WHN. Organisasi ini ikut memberikan program beasiswa bagi 40 mahasiswa.
UDK Perkuat Mutu Akademik dan Infrastruktur
Di bawah kepemimpinan Dr. Muharto, UDK terus memperkuat kualitas akademik. Kampus juga mendorong pengembangan infrastruktur agar proses belajar berjalan lebih baik.
Selain itu, UDK memperluas kerja sama dengan pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan. Langkah ini penting untuk membangun ekosistem kampus yang lebih adaptif.
Penguatan kerja sama juga dapat membuka peluang riset, magang, pelatihan, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan cara itu, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami kebutuhan lapangan.
UDK menargetkan lulusan yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan kerja. Karena itu, kampus terus mengembangkan program yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Beasiswa Bogani Smart menjadi bagian dari strategi besar tersebut. Program ini memperkuat posisi UDK sebagai kampus yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Investasi Pendidikan untuk Masa Depan Daerah
Universitas Dumoga Kotamobagu berharap Program Bogani Smart dapat menarik lebih banyak calon mahasiswa. Terutama, lulusan sekolah menengah yang sebelumnya ragu melanjutkan kuliah karena persoalan biaya.
Kampus meyakini investasi pendidikan akan memberi dampak panjang bagi daerah. Semakin banyak anak muda kuliah, semakin besar peluang lahirnya sumber daya manusia berkualitas.
Selain mendorong peningkatan kapasitas individu, pendidikan tinggi juga dapat memperkuat pembangunan daerah. Lulusan yang terampil dapat ikut menggerakkan ekonomi, pelayanan, dan inovasi masyarakat.
Dengan berbagai dukungan yang mulai mengalir, UDK ingin menjadikan Bogani Smart sebagai gerakan pendidikan yang berkelanjutan. Program ini diharapkan tidak hanya membantu mahasiswa hari ini, tetapi juga membuka masa depan yang lebih baik.
Melalui kepemimpinan Dr. Muharto, UDK menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan berkualitas, inklusif, dan terjangkau. Dengan demikian, kampus ini ingin menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
Kegiatan kepolisian terkait turut dibahas dalam laporan Kapolres Bolsel Buka Turnamen Mobile Legends Kapolres Cup E-Sport 2026.
Dalam isu terkait, baca juga laporan Kasus DBD di Minahasa Tenggara Capai 277, Dinkes Soroti Wilayah Pertambangan Ratatotok.