TOMOHON — Inovasi Tomohon SLOATH mengantarkan Disdukcapil Kota Tomohon meraih Juara I Kategori Digital tingkat Provinsi Sulawesi Utara. Prestasi tersebut diraih dalam Lomba Inovasi Pelayanan Publik Bidang Administrasi Kependudukan Tahun 2026.
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menyerahkan penghargaan kepada Wakil Wali Kota Tomohon Sendy G.A. Rumajar. Penyerahan berlangsung di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Selasa, 21 Juli 2026.
Penghargaan itu menjadi bukti keberhasilan Pemerintah Kota Tomohon dalam mempercepat transformasi layanan administrasi kependudukan. Melalui Tomohon SLOATH, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan secara lebih praktis dan efisien.
Selain itu, sistem digital tersebut membantu Disdukcapil Tomohon meningkatkan kecepatan dan kualitas pelayanan. Warga tidak lagi bergantung sepenuhnya pada proses administrasi secara langsung.
Lomba tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 dan Hari Kependudukan Sedunia 2026. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan penghargaan kepada daerah yang menghadirkan terobosan pelayanan terbaik.
Tim penilai menilai efektivitas, kemudahan, serta penggunaan teknologi dalam setiap inovasi. Karena itu, Tomohon SLOATH unggul sebagai sistem pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital.
Tomohon SLOATH Percepat Pelayanan Administrasi Kependudukan
Pemerintah Kota Tomohon mengembangkan Sistem Layanan Online Adminduk Tomohon Hebat untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Sistem tersebut kemudian dikenal dengan nama Tomohon SLOATH.
Platform ini mempermudah warga mengurus dokumen kependudukan tanpa menghadapi prosedur yang rumit. Dengan demikian, masyarakat dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya perjalanan.
Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa inovasi pelayanan publik tidak hanya menjadi bagian dari kompetisi. Menurutnya, pemerintah daerah harus terus menciptakan layanan yang cepat, mudah, inklusif, dan transparan.
Teknologi informasi juga harus mendukung peningkatan mutu pelayanan kepada seluruh masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah daerah perlu membangun sistem yang mudah digunakan dan menjangkau berbagai kelompok warga.
Sementara itu, Pemerintah Kota Tomohon terus memperkuat penerapan layanan kependudukan berbasis digital. Langkah tersebut mendukung kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat dan akurat.
Keberhasilan Tomohon SLOATH juga menunjukkan kesiapan aparatur dalam menghadapi perkembangan teknologi. Disdukcapil Tomohon mampu mengubah proses pelayanan konvensional menjadi layanan yang lebih adaptif.
Selanjutnya, pemerintah daerah dapat mengembangkan fitur layanan sesuai kebutuhan masyarakat. Pengembangan berkelanjutan akan menjaga keamanan, kemudahan, dan kualitas sistem pelayanan digital.
Prestasi tingkat provinsi tersebut diharapkan mendorong seluruh perangkat daerah untuk menciptakan inovasi baru. Setiap terobosan harus memberikan manfaat nyata dan menyelesaikan persoalan pelayanan publik.
Melalui Tomohon SLOATH, Pemerintah Kota Tomohon menegaskan komitmen membangun pelayanan administrasi kependudukan yang modern. Inovasi ini sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan pemerintah daerah.
Capaian daerah lainnya dapat dilihat dalam laporan Rumah Dataku Pangolombian Tomohon Raih Terbaik I Regional II Apresiasi BKKBN 2026.
Agenda ekonomi lainnya terlihat dalam laporan KUA-PPAS Tomohon 2027 Dibahas, Pemkot Fokus SDM, Ekonomi, dan Lingkungan.
Dalam isu terkait, baca juga laporan Persiapan TIFF 2026 Dimatangkan, Panitia Cek Stok 354 Ribu Krisan untuk Kendaraan Hias.