Pemerintahan
Berita Redaksi Diterbitkan Redaksi Tomohon Breaking News Headline

Koperasi Korpri Tomohon Mulai Beroperasi, Layani 3.279 ASN dan PPPK

Koperasi Korpri Tomohon membuka layanan simpan pinjam dan waserda untuk memperkuat kesejahteraan ASN serta PPPK.

Dipublikasikan
17 Juli 2026 15:39 WITA
Diperbarui
17 Jul 2026 16:55
Waktu Baca
4 menit
Dibaca
18 views
Koperasi Korpri Tomohon

TOMOHONKoperasi Korpri Tomohon mulai beroperasi untuk meningkatkan kesejahteraan 3.279 aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Tomohon.

Keanggotaan koperasi mencakup aparatur sipil negara dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Pada tahap awal, pengurus menyiapkan layanan simpan pinjam serta toko serba ada.

Sekretaris Daerah Kota Tomohon Edwin Roring menyerahkan buku anggota kepada perwakilan Korpri, Jumat, 17 Juli 2026.

Penyerahan berlangsung setelah Upacara Korpri di halaman Kantor Wali Kota Tomohon. Langkah tersebut menandai dimulainya kegiatan operasional koperasi.

Pemkot Tomohon membentuk koperasi sebagai wadah ekonomi bersama bagi seluruh anggota Korpri. Pemerintah berharap lembaga itu mampu memenuhi kebutuhan sekaligus memperkuat kondisi keuangan pegawai.

“Koperasi ini mulai kami bentuk karena salah satu tujuan Korpri ialah menyejahterakan anggotanya,” ujar Edwin.

Menurutnya, koperasi menjadi salah satu instrumen untuk menjalankan tujuan tersebut. Namun, pengurus harus mengelolanya secara profesional dan berorientasi pada manfaat anggota.

Simpan Pinjam dan Waserda Jadi Usaha Awal

Pada tahap pertama, Koperasi Korpri Tomohon akan menjalankan unit simpan pinjam. Layanan tersebut diharapkan membantu anggota memperoleh pembiayaan melalui mekanisme yang lebih mudah dan teratur.

Selain itu, koperasi menyiapkan toko serba ada atau waserda. Unit tersebut akan menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari bagi ASN dan PPPK.

“Kita awali dengan usaha simpan pinjam, kemudian ada waserda,” kata Edwin.

Menurutnya, kedua unit tersebut akan mengakomodasi kebutuhan dasar anggota Korpri. Selanjutnya, pengurus dapat mengembangkan usaha berdasarkan kebutuhan dan kemampuan koperasi.

Basis anggota yang besar memberikan peluang kuat bagi perkembangan usaha. Sebanyak 3.279 pegawai secara otomatis menjadi anggota koperasi tersebut.

Jumlah itu dapat memperkuat modal, transaksi, dan kesinambungan usaha. Namun, pengurus tetap perlu menjaga kualitas pelayanan dan pengelolaan keuangan.

Transparansi menjadi unsur penting dalam setiap aktivitas koperasi. Karena itu, anggota perlu memperoleh informasi mengenai simpanan, pinjaman, keuntungan, dan penggunaan dana.

Selain keterbukaan, pengurus harus menerapkan pengawasan internal secara berkala. Langkah tersebut dapat mencegah kesalahan administrasi serta menjaga kepercayaan anggota.

Koperasi Harus Memberikan Manfaat Nyata

Pemkot Tomohon ingin Koperasi Korpri Tomohon berkembang sebagai lembaga ekonomi yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

Koperasi tidak boleh hanya berdiri sebagai kelengkapan organisasi. Sebaliknya, setiap unit usaha harus menjawab kebutuhan nyata para anggota.

Layanan simpan pinjam dapat membantu pegawai menghadapi kebutuhan mendesak. Namun, pengurus perlu menetapkan aturan pinjaman yang adil dan terukur.

Selain itu, koperasi harus memperhitungkan kemampuan pembayaran setiap anggota. Kebijakan tersebut penting untuk menjaga kesehatan keuangan lembaga.

Waserda juga perlu menawarkan produk berkualitas dengan harga yang kompetitif. Dengan demikian, anggota memperoleh manfaat langsung dari transaksi sehari-hari.

Pengurus dapat menggunakan surplus hasil usaha untuk memperkuat modal dan meningkatkan kesejahteraan anggota. Meski begitu, pembagiannya wajib mengikuti ketentuan koperasi.

Pemkot juga perlu mendukung peningkatan kemampuan pengelola. Pelatihan administrasi, akuntansi, serta manajemen usaha akan membantu koperasi berkembang secara profesional.

Pemanfaatan teknologi dapat mempercepat pelayanan kepada anggota. Misalnya, pengurus dapat menyediakan pencatatan transaksi dan informasi saldo secara digital.

ASN dan PPPK Otomatis Menjadi Anggota

Edwin menegaskan seluruh ASN dan PPPK Pemkot Tomohon otomatis tercatat sebagai anggota koperasi.

Kebijakan tersebut membangun basis keanggotaan yang luas sejak awal operasional. Selain itu, koperasi dapat menyusun program berdasarkan profil kebutuhan pegawai.

Meski menjadi anggota otomatis, pegawai tetap perlu memahami hak dan kewajiban mereka. Pengurus harus menjelaskan besaran simpanan, layanan, serta mekanisme pengambilan keputusan.

Rapat anggota juga menjadi forum tertinggi dalam koperasi. Karena itu, partisipasi anggota akan menentukan arah dan kualitas pengelolaan lembaga.

Setiap anggota memiliki hak untuk memperoleh laporan pertanggungjawaban. Mereka juga dapat menyampaikan masukan terhadap layanan maupun rencana usaha.

Dengan pengelolaan profesional, koperasi berpotensi menjadi penopang ekonomi aparatur. Selain itu, lembaga tersebut dapat mengurangi ketergantungan pegawai pada pembiayaan berbiaya tinggi.

Pemkot berharap operasional koperasi memperkuat solidaritas antaranggota Korpri. Semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam menjalankan usaha bersama.

Kehadiran Koperasi Korpri Tomohon juga menambah pilihan pelayanan kesejahteraan bagi pegawai. Selanjutnya, keberhasilannya bergantung pada transparansi, kedisiplinan, dan partisipasi seluruh anggota.

Agenda publik lainnya turut dibahas dalam laporan Pemprov Sulut Prioritaskan Gaji ASN dan PPPK di Tengah Efisiensi Anggaran.

Sementara itu, perkembangan lain dapat dilihat dalam laporan Bakti TNI AD 2026 Digelar di Talaud, Fokus Pembangunan Wilayah Perbatasan.

Bagikan Artikel
Facebook X WhatsApp Link disalin
Nanang Kasim
Tentang Penulis

Nanang Kasim — Editor

Jurnalis/redaksi manado.news yang bertugas menyajikan informasi terkini, akurat, dan relevan untuk pembaca Sulawesi Utara.

Redaksi manado.news

Koreksi atau informasi tambahan?

Pembaca dapat menghubungi redaksi untuk memberikan koreksi, data tambahan, atau klarifikasi terkait berita ini.

Hubungi Redaksi