Pemerintahan
Berita Redaksi Diterbitkan Redaksi Tomohon Breaking News Headline

Persiapan TIFF 2026 Dimatangkan, Panitia Cek Stok 354 Ribu Krisan untuk Kendaraan Hias

Persiapan TIFF 2026 terus dimatangkan melalui koordinasi panitia, Dinas Pertanian, petani bunga, dan dekorator kendaraan hias menjelang festival pada 7–12 Agustus 2026.

Dipublikasikan
06 Juli 2026 21:12 WITA
Diperbarui
06 Jul 2026 22:57
Waktu Baca
4 menit
Dibaca
4 views
Persiapan TIFF 2026

TOMOHONPersiapan TIFF 2026 terus dimatangkan melalui rapat koordinasi seksi pembuatan kendaraan hias bersama petani bunga Tomohon. Rapat berlangsung di Show Window, Senin, 6 Juli 2026.

Pertemuan ini menjadi bagian dari persiapan intensif Tomohon International Flower Festival 2026. Festival tersebut akan berlangsung pada 7–12 Agustus 2026.

Ketua Umum TIFF 2026, Levita Supit, memimpin langsung rapat koordinasi tersebut. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Daerah Kota Tomohon bertindak sebagai koordinator seksi.

Panitia mencatat jumlah pendaftar float sementara mencapai 29 peserta. Jumlah tersebut masih berpeluang bertambah menjelang pelaksanaan festival.

Panitia Tekankan Kualitas Bunga untuk Float

Levita Supit menegaskan bahwa kualitas bunga menjadi faktor penting dalam pembuatan kendaraan hias. Ia meminta petani menyiapkan bunga terbaik untuk mendukung citra TIFF 2026.

Menurutnya, dekorasi float tidak boleh memakai bunga secara asal. Bunga berkualitas akan memperkuat tampilan kendaraan hias dan memberi nilai tambah bagi petani.

“Bunga yang dipakai jangan asal-asalan,” ujar Levita. Ia menilai kualitas dekorasi akan mencerminkan kesiapan Tomohon sebagai kota bunga.

Selain itu, kendaraan hias menjadi salah satu daya tarik utama festival. Karena itu, panitia ingin memastikan seluruh bahan dekorasi memenuhi standar.

Kualitas bunga juga berpengaruh pada tampilan visual saat parade berlangsung. Dengan demikian, persiapan sejak awal harus berjalan lebih teliti.

Stok Krisan Capai Sekitar 354 Ribu Pohon

Dalam rapat tersebut, petani menyampaikan laporan kesiapan pasokan bunga untuk awal Agustus. Rekap sementara menunjukkan stok krisan mencapai sekitar 354.000 pohon.

Angka tersebut masih dapat berubah mengikuti panen dan kondisi lahan. Karena itu, panitia akan memperbarui data secara berkala.

Krisan menjadi salah satu bunga penting dalam dekorasi kendaraan hias. Selain jumlah, variasi warna dan kondisi tanaman juga harus mendapat perhatian.

Dinas Pertanian bersama seksi pembuatan kendaraan hias akan melakukan monitoring lapangan. Petugas akan memeriksa kondisi tanaman, varietas, dan warna krisan yang tersedia.

Langkah ini bertujuan menjaga kecukupan stok menjelang hari pelaksanaan. Selain itu, pendataan membantu dekorator menyesuaikan kebutuhan desain.

Petani dan Dekorator Akan Dipertemukan

Rapat koordinasi juga mengevaluasi pelaksanaan TIFF sebelumnya. Panitia dan petani membahas sejumlah kendala teknis dalam pembuatan kendaraan hias.

Salah satu perhatian utama ialah koordinasi antara dekorator dan petani bunga. Panitia ingin kebutuhan warna, varietas, jumlah bunga, dan jadwal suplai tersusun jelas.

Karena itu, panitia berencana menggelar pertemuan lanjutan. Pertemuan tersebut akan mempertemukan petani bunga dan dekorator kendaraan hias.

Koordinasi ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman saat persiapan float. Selain itu, komunikasi yang baik dapat mempercepat proses dekorasi.

Dengan alur yang lebih terstruktur, panitia berharap pembuatan kendaraan hias berjalan lancar. Persiapan teknis juga akan lebih mudah dipantau.

TIFF 2026 Diharapkan Dorong Ekonomi Lokal

Selain membahas teknis kendaraan hias, rapat juga menyoroti dampak ekonomi TIFF. Festival ini diharapkan memberi manfaat bagi petani bunga, UMKM, dan pelaku ekonomi lokal.

Petani bunga menjadi salah satu pihak yang langsung merasakan dampak acara. Kebutuhan bunga dalam jumlah besar dapat meningkatkan permintaan pasar.

Selain itu, pelaku UMKM berpotensi mendapat keuntungan dari meningkatnya kunjungan masyarakat. Festival juga dapat memperkuat promosi pariwisata Kota Tomohon.

Levita Supit menegaskan komitmen panitia untuk menghadirkan TIFF 2026 yang lebih baik. Ia ingin festival memberi manfaat nyata bagi seluruh pemangku kepentingan.

Karena itu, panitia mengajak semua pihak menjaga komunikasi terbuka. Kerja sama lintas sektor menjadi kunci keberhasilan festival.

Monitoring Lapangan Jadi Langkah Lanjutan

Panitia akan menindaklanjuti rapat dengan pengecekan lapangan. Dinas Pertanian dan seksi kendaraan hias akan memantau langsung kesiapan tanaman.

Monitoring ini akan memastikan produksi bunga berjalan sesuai kebutuhan festival. Selain itu, petugas akan mencatat kondisi lahan dan kesiapan panen.

Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi kekurangan pasokan. Panitia juga dapat menyesuaikan kebutuhan dekorasi lebih awal.

Kendaraan hias membutuhkan perencanaan logistik yang rapi. Karena itu, jadwal suplai bunga harus disusun secara tepat.

Dengan persiapan ini, Persiapan TIFF 2026 diharapkan semakin matang. Panitia ingin parade kendaraan hias tampil lebih berkualitas dan memberi kesan kuat bagi pengunjung.

Informasi prestasi lainnya tersedia dalam laporan Rumah Dataku Pangolombian Tomohon Raih Terbaik I Regional II Apresiasi BKKBN 2026.

Di sektor ekonomi daerah, baca juga laporan KUA-PPAS Tomohon 2027 Dibahas, Pemkot Fokus SDM, Ekonomi, dan Lingkungan.

Bagikan Artikel
Facebook X WhatsApp Link disalin
Rekomendasi Redaksi

Berita Terkait

Dipilih otomatis berdasarkan topik, kategori, wilayah, tag, popularitas, dan kedekatan isi berita.

6 rekomendasi
Topik terkait:
Warstef Abisada
Tentang Penulis

Warstef Abisada — Editor

Jurnalis/redaksi manado.news yang bertugas menyajikan informasi terkini, akurat, dan relevan untuk pembaca Sulawesi Utara.

Redaksi manado.news

Koreksi atau informasi tambahan?

Pembaca dapat menghubungi redaksi untuk memberikan koreksi, data tambahan, atau klarifikasi terkait berita ini.

Hubungi Redaksi