TOMOHON — Rumah Dataku Pangolombian Tomohon meraih predikat Terbaik I Regional II dalam Apresiasi Rumah Data Kependudukan 2026 yang diumumkan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau BKKBN, Selasa (30/6/2026).
Penghargaan tersebut diumumkan melalui Direktorat Perencanaan Pengendalian Kependudukan atau Ditrenduk. Penilaian akhir ini menempatkan Kelurahan Pangolombian, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, sebagai daerah terbaik dalam pengelolaan Rumah Dataku.
Prestasi ini menunjukkan komitmen daerah dalam mengelola data kependudukan secara akurat, terintegrasi, dan bermanfaat untuk perencanaan pembangunan. Selain itu, capaian tersebut memperkuat posisi Sulawesi Utara dalam inovasi data tingkat kelurahan.
Program Rumah Dataku menjadi ruang penting bagi pemerintah desa dan kelurahan untuk menyajikan data mikro. Data tersebut dapat membantu penyusunan kebijakan keluarga, pembangunan masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan warga.
Rumah Dataku Pangolombian Ungguli Peserta Regional II
Berdasarkan hasil penilaian akhir Apresiasi Rumah Data Kependudukan 2026, Rumah Dataku Kelurahan Pangolombian meraih Terbaik I Regional II. Kelurahan ini berada di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara.
Sementara itu, Terbaik II diraih Rumah Dataku Desa Banua Lawas. Desa tersebut berada di Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan.
Adapun Terbaik III diraih Rumah Dataku Kelurahan Tubuhue. Kelurahan ini berada di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Daftar pemenang tersebut menunjukkan persaingan antardaerah dalam memperkuat pengelolaan data kependudukan. Karena itu, keberhasilan Pangolombian menjadi capaian penting bagi Kota Tomohon dan Sulawesi Utara.
BKKBN menilai pengelolaan Rumah Dataku yang baik dapat membantu pemerintah daerah membaca kebutuhan masyarakat. Dengan data yang kuat, program pembangunan dapat disusun lebih tepat sasaran.
BKKBN Dorong Penguatan Data Kependudukan Desa dan Kelurahan
Apresiasi Rumah Data Kependudukan 2026 menjadi bagian dari kampanye Ditrenduk Populer. Program ini dikenal sebagai Population Planning Bridging for a Better Future.
Melalui apresiasi tersebut, BKKBN mendorong desa dan kelurahan meningkatkan kualitas data kependudukan. Selain itu, pemerintah daerah diharapkan mampu memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan.
Data kependudukan yang valid di tingkat mikro sangat penting bagi pembangunan keluarga. Sebab, data desa dan kelurahan dapat menggambarkan kondisi riil masyarakat secara lebih dekat.
Dengan data yang akurat, pemerintah dapat merancang program sesuai kebutuhan warga. Program penanganan kemiskinan, kesehatan keluarga, pendidikan, dan pembangunan sosial dapat berjalan lebih efektif.
BKKBN juga berharap penghargaan ini memotivasi seluruh jajaran pemerintah desa dan kelurahan. Mereka diminta terus memperkuat tata kelola data agar manfaatnya terasa bagi masyarakat.
Data Mikro Jadi Fondasi Pembangunan Keluarga
Rumah Dataku Pangolombian Tomohon menjadi contoh penting dalam penguatan data mikro. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kelurahan dapat berperan besar dalam pembangunan berbasis data.
Selain menjadi pusat informasi kependudukan, Rumah Dataku juga mendukung perencanaan pembangunan keluarga. Data yang tersedia dapat membantu pemerintah menentukan prioritas kebijakan secara lebih terukur.
Di sisi lain, penguatan Rumah Dataku dapat memperbaiki kualitas layanan publik. Pemerintah kelurahan dapat menggunakan data untuk mengenali masalah dan potensi masyarakat.
Karena itu, penghargaan ini tidak hanya menjadi prestasi administratif. Capaian tersebut juga menjadi dorongan untuk memperkuat pembangunan keluarga dari tingkat paling dekat dengan warga.
Ke depan, Rumah Dataku Pangolombian diharapkan terus menjadi model pengelolaan data kependudukan. Dengan begitu, data yang valid dapat mendukung pembangunan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkelanjutan
Baca juga perkembangan IPM Sulawesi Utara 2025 yang naik menjadi 76,32, dengan Kota Manado menempati posisi tertinggi dalam capaian pembangunan manusia di daerah.