Pendidikan
Berita Redaksi Diterbitkan Redaksi Tomohon Breaking News

Lomba Bertutur Tomohon Dorong Literasi Anak dan Pelestarian Cerita Rakyat

Lomba Bertutur Tomohon melatih siswa SD dan MI membaca, berbicara, berimajinasi, serta mengenal budaya lokal sejak dini.

J
Ditulis oleh
Reporter
Profil Penulis
Dipublikasikan
21 Juli 2026 18:07 WITA
Diperbarui
21 Jul 2026 20:06
Waktu Baca
6 menit
Dibaca
16 views
Lomba Bertutur Tomohon Dorong Literasi Anak dan Pelestarian Cerita Rakyat

TOMOHONLomba Bertutur Tomohon resmi dibuka untuk memperkuat budaya literasi siswa sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah.

Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy Rumajar, membuka kegiatan tersebut di Anugerah Hall Tomohon, Selasa, 21 Juli 2026.

Pemerintah Kota Tomohon menilai membaca menjadi fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul.

Selain itu, kemampuan membaca juga membantu anak membangun karakter, wawasan, dan keterampilan berkomunikasi.

Melalui lomba tersebut, peserta tidak hanya membaca cerita.

Mereka juga memahami isi bacaan, lalu menyampaikannya kembali secara menarik, kreatif, dan komunikatif.

Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan cerita rakyat, legenda daerah, serta nilai budaya lokal kepada generasi muda.

Membaca Jadi Fondasi Kemajuan

Dalam sambutannya, Sendy Rumajar menegaskan pentingnya budaya membaca sejak usia dini.

Menurutnya, membaca merupakan keterampilan dasar yang menentukan keberhasilan proses pendidikan.

Ia juga menyebut budaya membaca sebagai pintu menuju kemajuan peradaban.

Negara dengan tingkat literasi tinggi umumnya memiliki kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.

Karena itu, pemerintah perlu menghadirkan kegiatan yang mampu membuat anak menikmati proses membaca.

Lomba bertutur menjadi salah satu cara untuk menggabungkan literasi, kreativitas, dan hiburan.

“Budaya membaca harus terus kita tumbuhkan sejak dini,” ujar Sendy.

Menurutnya, perkembangan teknologi tidak boleh membuat anak menjauh dari buku dan sumber bacaan bermutu.

Sebaliknya, teknologi harus menjadi pendukung dalam memperluas akses literasi.

Sekolah, keluarga, dan pemerintah perlu bekerja sama untuk menjaga kebiasaan membaca.

Dengan demikian, anak dapat tumbuh sebagai generasi yang kritis, kreatif, dan berkarakter.

Lomba Bertutur Latih Keberanian Anak

Lomba Bertutur Tomohon tidak hanya menilai kemampuan peserta menghafal cerita.

Ajang tersebut melatih anak memahami alur, pesan, tokoh, dan nilai dalam bacaan.

Setelah itu, peserta menyampaikan kembali cerita menggunakan gaya mereka sendiri.

Proses tersebut membantu meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum.

Selain itu, anak belajar mengatur intonasi, ekspresi, dan bahasa tubuh.

Mereka juga berlatih menguasai panggung serta membangun rasa percaya diri.

Menurut Sendy, kemampuan tersebut akan menjadi bekal penting bagi masa depan peserta.

Pengalaman tampil di depan orang banyak dapat membantu anak lebih berani menyampaikan pendapat.

Sementara itu, daya imajinasi berkembang ketika peserta menghidupkan kembali cerita yang mereka baca.

Keterampilan berbahasa juga meningkat melalui pemilihan kata dan penyusunan kalimat.

Karena itu, lomba bertutur memiliki manfaat pendidikan yang luas.

Cerita Rakyat Dikenalkan kepada Generasi Muda

Pemerintah Kota Tomohon juga menggunakan kegiatan ini untuk memperkuat kecintaan terhadap budaya daerah.

Cerita rakyat dan legenda lokal menyimpan nilai moral, sejarah, serta identitas masyarakat.

Namun, generasi muda dapat kehilangan hubungan dengan cerita tersebut jika tidak terus dikenalkan.

Lomba bertutur membuka ruang agar anak membaca dan memahami kembali warisan budaya lokal.

Selain itu, peserta dapat menyampaikan cerita dengan gaya yang lebih dekat dengan generasi mereka.

Cara tersebut membuat cerita rakyat tetap hidup dan relevan.

Sendy menilai pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui dokumentasi.

Budaya juga harus hadir dalam pendidikan, kegiatan sekolah, serta kehidupan sehari-hari.

Karena itu, anak-anak perlu mendapat kesempatan menjadi pelestari budaya sejak dini.

Mereka dapat membawa cerita lokal ke lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Menang Bukan Tujuan Utama

Sendy meminta seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan semangat dan sportivitas.

Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dalam kegiatan tersebut.

Proses belajar, keberanian tampil, dan pengalaman membaca memiliki nilai yang lebih besar.

Setiap peserta juga perlu menggunakan lomba sebagai kesempatan mengembangkan bakat.

Selain itu, anak dapat memperluas wawasan melalui berbagai cerita yang mereka baca.

“Yang terpenting adalah proses belajar dan keberanian tampil,” kata Sendy.

Ia berharap seluruh peserta tetap percaya diri, meskipun belum meraih juara.

Pengalaman tersebut dapat menjadi langkah awal menuju pencapaian yang lebih besar.

Karena itu, orang tua dan guru perlu terus memberi dukungan setelah perlombaan selesai.

Pemkot Tomohon Dorong Duta Literasi

Pemerintah Kota Tomohon berharap kegiatan ini melahirkan duta literasi dari kalangan pelajar.

Anak-anak tersebut diharapkan mampu menginspirasi teman, keluarga, dan masyarakat.

Mereka dapat menjadi contoh dalam membangun kebiasaan membaca.

Selain itu, peserta dapat membantu memperkenalkan cerita rakyat kepada lingkungan sekitarnya.

Sendy mengajak masyarakat terus mencintai buku dan membudayakan membaca.

Ia juga meminta warga menjaga cerita rakyat sebagai bagian dari identitas bangsa.

Menurutnya, gerakan literasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan sekolah, keluarga, dan komunitas.

Dengan kerja bersama, budaya membaca dapat tumbuh lebih kuat di Kota Tomohon.

Dinas Perpustakaan Jelaskan Tujuan Program

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Tomohon, Julius Tumilantow, menjelaskan tujuan kegiatan tersebut.

Menurutnya, lomba bertutur merupakan bagian dari program strategis pemerintah daerah.

Program itu menargetkan peningkatan budaya gemar membaca dan kemampuan literasi anak.

Selain itu, kegiatan membantu peserta memahami isi bacaan secara lebih mendalam.

Anak tidak hanya membaca teks, tetapi juga mengolah dan menyampaikan kembali pesannya.

Proses tersebut memperkuat pemahaman sekaligus daya ingat peserta.

Julius juga menilai lomba menjadi media efektif untuk mengenalkan karya budaya bangsa.

Cerita lokal, legenda, dan nilai kehidupan dapat membentuk karakter anak.

Karena itu, bahan bacaan perlu dipilih secara tepat dan sesuai usia peserta.

Pelaksanaan Mengacu pada Regulasi

Penyelenggara melaksanakan Lomba Bertutur Tomohon dengan mengacu pada sejumlah aturan.

Dasar kegiatan mencakup Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Selain itu, penyelenggara merujuk Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 2 Tahun 2026.

Aturan tersebut mengatur petunjuk teknis dana pengembangan program perpustakaan daerah.

Kegiatan juga mengacu pada Peraturan Wali Kota Tomohon Nomor 25 Tahun 2023.

Regulasi itu mengatur kedudukan, susunan organisasi, tugas, dan fungsi perangkat daerah.

Dasar hukum tersebut memperkuat pelaksanaan program literasi di tingkat daerah.

Dengan demikian, kegiatan tidak hanya bersifat seremonial.

Program tersebut menjadi bagian dari kebijakan pengembangan perpustakaan dan budaya baca.

Literasi Diharapkan Membentuk Karakter

Julius menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ialah menumbuhkan kegemaran membaca.

Selain itu, pemerintah ingin meningkatkan kemampuan literasi anak sejak usia dini.

Buku cerita berbasis kearifan lokal dapat membantu menanamkan nilai kehidupan.

Peserta juga belajar mengenali sikap jujur, berani, peduli, dan bertanggung jawab.

Nilai tersebut akan membangun karakter apabila terus diperkuat di rumah dan sekolah.

Karena itu, lomba bertutur perlu dilanjutkan dengan kegiatan literasi lainnya.

Perpustakaan sekolah dan daerah juga harus menyediakan bacaan yang menarik.

Sementara itu, guru perlu membimbing siswa agar mampu memahami pesan dalam buku.

Pada akhirnya, Lomba Bertutur Tomohon diharapkan melahirkan generasi yang gemar membaca dan mencintai budaya.

Mereka juga diharapkan mampu bertutur secara kreatif, inspiratif, dan percaya diri.

Dalam isu terkait, baca juga laporan Koperasi Korpri Tomohon Mulai Beroperasi, Layani 3.279 ASN dan PPPK.

Dalam kesempatan lain, Baliho Penolakan Muncul Dekat Masjid Al Muhajirin turut menegaskan polisi Perkuat Pengamanan.

Sementara itu, kegiatan pemerintahan terkait juga terlihat dalam laporan Johny Runtuwene Resmi Jadi Ketua DPRD Tomohon, Wali Kota Caroll Senduk tekankan Sinergi Pemerintahan.

Bagikan Artikel
Facebook X WhatsApp Link disalin
Topik terkait:
J
Tentang Penulis

Jein Susan — Reporter

Jurnalis/redaksi manado.news yang bertugas menyajikan informasi terkini, akurat, dan relevan untuk pembaca Sulawesi Utara.

Redaksi manado.news

Koreksi atau informasi tambahan?

Pembaca dapat menghubungi redaksi untuk memberikan koreksi, data tambahan, atau klarifikasi terkait berita ini.

Hubungi Redaksi