Pemerintahan
Berita Redaksi Diterbitkan Redaksi Kotamobagu Breaking News

Gerakan Pangan Murah Kotamobagu Bantu Warga Hadapi Harga Pangan

Gerakan Pangan Murah Kotamobagu telah digelar 12 kali hingga Juni 2026 untuk menjaga pasokan pangan, menekan inflasi, dan membantu daya beli masyarakat.

Abdul Agus Heydemans
Ditulis oleh
Reporter Boltim
Profil Penulis
Dipublikasikan
02 Juli 2026 02:22 WITA
Diperbarui
02 Jul 2026 03:16
Waktu Baca
4 menit
Dibaca
6 views
Pangan Murah Kotamobagu
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kotamobagu, Adnan Masinae

KOTAMOBAGUGerakan Pangan Murah Kotamobagu terus digencarkan Pemerintah Kota Kotamobagu untuk menjaga stabilitas harga pangan dan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Program yang dijalankan Dinas Ketahanan Pangan Kota Kotamobagu ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi. Selain itu, kegiatan tersebut juga memperkuat ketahanan pangan di tengah fluktuasi harga bahan pokok.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kotamobagu, Adnan Masinae, mengatakan Gerakan Pangan Murah bukan sekadar kegiatan jual beli bahan pokok. Menurutnya, program ini menjadi langkah nyata pemerintah menjaga pasokan pangan dan daya beli warga.

“Gerakan Pangan Murah merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Kotamobagu untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Adnan.

GPM Digelar 12 Kali di Berbagai Titik

Berdasarkan rekapitulasi Dinas Ketahanan Pangan Kota Kotamobagu, Gerakan Pangan Murah telah digelar 12 kali hingga 29 Juni 2026. Kegiatan tersebut menyasar berbagai titik strategis agar lebih mudah dijangkau masyarakat.

Sejumlah lokasi pelaksanaan antara lain Alun-alun Boki Hontinimbang, Kelurahan Kotamobagu, dan Kelurahan Kotobangon. Selain itu, GPM juga digelar di Masjid Agung Baitul Makmur.

Kegiatan serupa turut dilaksanakan di Kantor Kejaksaan Negeri Kotamobagu, Kompleks Polres Kotamobagu, dan Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kota Kotamobagu. Pemilihan lokasi ini bertujuan mendekatkan layanan pangan murah kepada warga.

Adnan menyebut pemerintah akan terus memperluas pelaksanaan GPM, terutama saat harga pangan bergerak naik. Dengan begitu, masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan pokok yang lebih terjangkau.

Menurutnya, GPM juga menjadi instrumen penting ketika kebutuhan masyarakat meningkat pada momen tertentu. Karena itu, koordinasi lintas pihak terus diperkuat.

Harga Pangan Lebih Murah dari Pasar

Dalam setiap pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Kotamobagu, warga dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari harga pasar. Komoditas yang dijual mencakup beras, gula, minyak goreng, telur, bawang, dan cabai.

Beras SPHP dijual pada kisaran Rp11.400 hingga Rp11.600 per kilogram. Sementara itu, beras premium tersedia dengan harga Rp10.100 per kilogram.

Gula pasir dijual sekitar Rp15.500 hingga Rp17.000 per kilogram. Minyak goreng tersedia pada kisaran Rp14.500 hingga Rp17.500 per liter.

Untuk telur ayam, harga berada pada kisaran Rp1.800 hingga Rp2.100 per butir. Kemudian, bawang merah dijual sekitar Rp33.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

Bawang putih tersedia seharga Rp30.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit dijual pada kisaran Rp38.000 hingga Rp60.000 per kilogram.

Pemkot Perkuat Kolaborasi Pangan

Dinas Ketahanan Pangan Kota Kotamobagu tidak bekerja sendiri dalam menjalankan program ini. Pemerintah daerah menggandeng Perum Bulog, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Utara, distributor, dan petani lokal.

Dukungan juga datang dari Kejaksaan Negeri Kotamobagu dan Polres Kotamobagu. Sinergi tersebut membantu menjaga pasokan pangan tetap tersedia di tengah kebutuhan masyarakat.

“Kami terus memperkuat koordinasi dengan Perum Bulog, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Utara, distributor, dan petani lokal agar pasokan pangan tetap tersedia serta harga kebutuhan pokok dapat dikendalikan,” kata Adnan.

Ia menegaskan, kolaborasi menjadi kunci agar masyarakat tidak terbebani lonjakan harga. Selain itu, kerja sama dengan petani lokal juga membantu memperkuat rantai pasok daerah.

Selama enam bulan pertama 2026, ribuan kilogram beras telah disalurkan kepada masyarakat melalui GPM. Selain itu, ratusan liter minyak goreng, gula pasir, telur, dan komoditas hortikultura juga ikut terserap.

Antusiasme Warga Jadi Sinyal Positif

Tingginya antusiasme warga menunjukkan Gerakan Pangan Murah Kotamobagu memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Banyak warga memanfaatkan program ini untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Program tersebut juga membantu menahan tekanan harga di pasaran. Ketika bahan pokok tersedia dengan harga terjangkau, masyarakat memiliki pilihan belanja yang lebih ringan.

Adnan berharap warga terus memanfaatkan GPM sebagai solusi memperoleh pangan berkualitas. Namun, ia juga menekankan bahwa ketahanan pangan membutuhkan kerja bersama.

“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, kami akan terus memperluas kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pasokan tetap aman, harga tetap stabil, dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangannya dengan mudah,” pungkasnya.

Ke depan, Pemkot Kotamobagu akan terus menghadirkan program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga. Dengan pasokan aman dan harga stabil, ketahanan pangan daerah diharapkan semakin kuat.

Untuk konteks tambahan, simak laporan Pendapatan Pemerintah Kota Manado 2025 naik menjadi Rp1,74 Triliun.

Bagikan Artikel
Facebook X WhatsApp Link disalin
Topik terkait:
Abdul Agus Heydemans
Tentang Penulis

Abdul Agus Heydemans — Reporter Boltim

Abdu Agus Heydemans adalah jurnalis biro Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara. Ia aktif meliput isu pemerintahan daerah, politik lokal, hukum, pembangunan, dan peristiw...

Redaksi manado.news

Koreksi atau informasi tambahan?

Pembaca dapat menghubungi redaksi untuk memberikan koreksi, data tambahan, atau klarifikasi terkait berita ini.

Hubungi Redaksi