MANADO — Pendapatan Pemerintah Kota Manado 2025 tercatat sebesar 1.743.268.710,15 ribu rupiah atau sekitar Rp1,74 triliun. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam periode 2022–2025 berdasarkan tabel keuangan pemerintah daerah.
Pada 2024, realisasi pendapatan Pemerintah Kota Manado tercatat 1.415.340.084,64 ribu rupiah. Dengan demikian, pendapatan daerah kembali menguat pada 2025 setelah sempat turun pada tahun sebelumnya.
Data keuangan ini memuat realisasi pendapatan dan belanja Pemerintah Kota Manado menurut jenisnya. Sumber data berasal dari Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Manado.
Selain pendapatan, belanja Pemerintah Kota Manado 2025 juga meningkat. Total belanja tercatat 1.578.655.131,02 ribu rupiah atau sekitar Rp1,57 triliun.
PAD Manado 2025 Tembus Rp517,52 Miliar
Pendapatan Asli Daerah atau PAD Manado menunjukkan tren meningkat dalam empat tahun terakhir. Pada 2022, PAD tercatat 351.829.928,69 ribu rupiah.
Setahun kemudian, PAD naik menjadi 408.408.994,08 ribu rupiah. Selanjutnya, pada 2024 PAD kembali meningkat menjadi 435.988.591,62 ribu rupiah.
Pada 2025, PAD Pemerintah Kota Manado mencapai 517.528.411,20 ribu rupiah. Angka ini setara sekitar Rp517,52 miliar.
Kenaikan PAD memberi sinyal positif terhadap kemampuan fiskal daerah. Namun, pemerintah tetap perlu memperkuat pengelolaan pajak, retribusi, dan sumber pendapatan sah lainnya.
Komponen pajak daerah menjadi penyumbang utama PAD. Pada 2025, pajak daerah tercatat 481.133.868,25 ribu rupiah.
Retribusi daerah juga menyumbang 19.082.614,03 ribu rupiah. Sementara itu, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan mencapai 4.877.133,52 ribu rupiah.
Adapun lain-lain PAD yang sah tercatat 12.434.795,41 ribu rupiah. Komposisi ini menunjukkan pajak daerah masih menjadi tulang punggung PAD Manado.
Dana Perimbangan Masih Jadi Penopang Utama
Dana perimbangan tetap menjadi komponen terbesar pendapatan Pemerintah Kota Manado. Pada 2025, dana perimbangan tercatat 1.194.801.953,87 ribu rupiah.
Jumlah tersebut naik dibanding 2024 yang berada pada angka 960.938.250,01 ribu rupiah. Kenaikan ini ikut mendorong total pendapatan daerah pada 2025.
Dalam komponen dana perimbangan 2025, bagi hasil pajak mencapai 121.761.611,88 ribu rupiah. Sementara itu, bagi hasil bukan pajak atau sumber daya alam tercatat 61.771.280,30 ribu rupiah.
Dana Alokasi Umum atau DAU masih menjadi komponen besar. Nilainya mencapai 841.722.724,41 ribu rupiah pada 2025.
Dana Alokasi Khusus atau DAK juga tercatat cukup besar. Pada 2025, DAK mencapai 169.546.337,28 ribu rupiah.
Data ini menunjukkan Manado masih mengandalkan transfer fiskal dari pemerintah pusat. Karena itu, penguatan PAD tetap penting untuk memperbesar ruang fiskal daerah.
Belanja Pemerintah Manado 2025 Capai Rp1,57 Triliun
Realisasi belanja Pemerintah Kota Manado 2025 tercatat 1.578.655.131,02 ribu rupiah. Angka ini naik dibanding 2024 sebesar 1.544.075.928,36 ribu rupiah.
Meski meningkat dari 2024, belanja 2025 masih lebih rendah dibanding 2022. Pada 2022, belanja pemerintah daerah mencapai 1.697.267.679,06 ribu rupiah.
Belanja daerah pada 2025 terbagi menjadi belanja tidak langsung dan belanja langsung. Belanja tidak langsung tercatat 721.414.058,96 ribu rupiah.
Sementara itu, belanja langsung mencapai 857.241.072,07 ribu rupiah. Komposisi ini menunjukkan belanja langsung menjadi bagian terbesar pada 2025.
Belanja pegawai dalam kelompok belanja tidak langsung tercatat 650.936.644,54 ribu rupiah. Angka ini menjadi komponen terbesar pada kelompok tersebut.
Adapun belanja hibah mencapai 57.356.758,00 ribu rupiah. Belanja bantuan sosial tercatat 2.098.500,00 ribu rupiah.
Belanja Barang dan Jasa Dominasi Belanja Langsung
Pada kelompok belanja langsung, belanja barang dan jasa menjadi komponen terbesar. Nilainya mencapai 586.918.094,54 ribu rupiah pada 2025.
Belanja modal juga tercatat besar dengan nilai 270.322.977,52 ribu rupiah. Komponen ini penting untuk mendukung pembangunan aset dan infrastruktur daerah.
Jika dibandingkan dengan 2024, belanja barang dan jasa meningkat dari 528.798.801,31 ribu rupiah. Belanja modal juga naik dari 245.413.122,19 ribu rupiah.
Kenaikan belanja langsung dapat memperkuat pelayanan publik apabila diarahkan secara tepat. Karena itu, efektivitas program menjadi kunci dalam pengelolaan belanja daerah.
Data belanja juga menunjukkan kebutuhan pemerintah kota dalam menjaga pelayanan administrasi, pembangunan, dan layanan masyarakat. Selanjutnya, kualitas belanja perlu terus dipantau agar memberi dampak nyata.
Kinerja Fiskal Perlu Dijaga Lebih Seimbang
Perbandingan pendapatan dan belanja menunjukkan posisi fiskal Manado membaik pada 2025. Pendapatan tercatat sekitar Rp1,74 triliun, sedangkan belanja sekitar Rp1,57 triliun.
Kondisi tersebut berbeda dengan 2024. Saat itu, pendapatan berada sekitar Rp1,41 triliun, sementara belanja mencapai sekitar Rp1,54 triliun.
Penguatan pendapatan pada 2025 memberi ruang lebih baik bagi pemerintah daerah. Namun, ketergantungan pada dana perimbangan masih perlu menjadi perhatian.
Pemerintah Kota Manado dapat memperkuat PAD melalui optimalisasi pajak dan retribusi. Selain itu, belanja daerah perlu diarahkan pada program prioritas yang menyentuh masyarakat.
Data keuangan ini menjadi gambaran penting bagi publik untuk membaca arah fiskal Kota Manado. Dengan transparansi data, masyarakat dapat ikut mengawasi pengelolaan anggaran daerah.