BOLMONG — Bupati Yusra Alhabsyi resmi memimpin pelantikan direksi BUMD Bolmong, Senin, 27 Juli 2026. Pemerintah menetapkan pimpinan baru untuk Perumda Air Minum Tirta Bukaka dan Perumda Gadasera.
Prosesi berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai III Kantor Bupati Bolaang Mongondow. Yusra melantik dua direktur dan seorang dewan pengawas setelah seluruh tahapan seleksi berakhir.
Andri Panca Setiono menjabat Direktur Perumda Air Minum Tirta Bukaka. Sementara itu, Irawan Paputungan memimpin Perumda Gadasera sebagai direktur.
Michael Aryan Yunus mengemban tugas sebagai Dewan Pengawas Perumda Gadasera. Ketiga pejabat tersebut akan memperkuat pengelolaan perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow.
Wakil Bupati Dony Lumenta menghadiri kegiatan bersama Sekretaris Daerah Abdullah Mokoginta. Para asisten Sekda dan pimpinan organisasi perangkat daerah turut mengikuti pelantikan.
Dalam arahannya, Yusra meminta pimpinan baru bekerja profesional, transparan, dan bertanggung jawab. Ia menegaskan jabatan tersebut merupakan amanah besar, bukan sekadar kedudukan struktural.
BUMD memiliki peran penting dalam menyediakan pelayanan publik sekaligus menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, pengelola harus meningkatkan kinerja perusahaan secara terukur.
Selain memperbaiki layanan, pimpinan baru harus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah. Pemerintah mengharapkan perusahaan daerah mampu menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Saya berharap para direktur dan dewan pengawas bekerja profesional serta membangun tata kelola perusahaan yang sehat,” tegas Yusra.
Bupati juga meminta jajaran BUMD menghadirkan inovasi yang sesuai kebutuhan masyarakat. Langkah tersebut harus memperkuat daya saing dan keberlanjutan usaha perusahaan daerah.
Seleksi Pimpinan BUMD Melalui Uji Kelayakan
Pelaksanaan pelantikan direksi BUMD Bolmong mengakhiri proses seleksi yang berlangsung selama beberapa pekan. Panitia menjalankan tahapan secara bertahap sebelum menetapkan kandidat terbaik.
Proses tersebut meliputi pemeriksaan administrasi serta Uji Kelayakan dan Kepatutan. Penilaian bertujuan memastikan calon memiliki kemampuan, integritas, dan pengalaman yang memadai.
Pemkab Bolmong sebelumnya belum membuka identitas calon terpilih kepada publik. Pemerintah baru mengumumkan nama pejabat saat prosesi pelantikan berlangsung.
Kepala Bagian Ekonomi Setda Bolmong Maulana Bayu Moha sebelumnya menyampaikan kebijakan tersebut. Menurutnya, pemerintah akan mengumumkan hasil bersamaan dengan agenda pelantikan.
Penetapan ini sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi mengenai pimpinan kedua perusahaan daerah. Selanjutnya, masyarakat menantikan perubahan nyata pada pelayanan dan kinerja usaha.
Andri Panca Setiono akan menghadapi tantangan peningkatan layanan air minum melalui Perumda Tirta Bukaka. Perusahaan harus menjaga kualitas, kontinuitas, dan jangkauan pelayanan bagi pelanggan.
Sementara itu, Irawan Paputungan bertanggung jawab mengembangkan kegiatan usaha Perumda Gadasera. Ia juga harus menemukan peluang bisnis yang sesuai dengan potensi daerah.
Michael Aryan Yunus akan mengawasi pengelolaan Perumda Gadasera. Fungsi pengawasan harus memastikan direksi menjalankan perusahaan sesuai aturan serta target pemerintah daerah.
Yusra menekankan penerapan tata kelola perusahaan yang baik dalam setiap keputusan. Prinsip tersebut mencakup transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran.
Setiap pimpinan harus menyusun target kerja yang jelas dan dapat dievaluasi. Selain itu, perusahaan wajib menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien.
Pengawasan yang kuat akan mengurangi risiko penyimpangan dalam pengelolaan perusahaan. Sebaliknya, pengawasan lemah dapat menurunkan kualitas pelayanan dan kesehatan usaha.
Karena itu, direksi dan dewan pengawas harus membangun hubungan kerja yang profesional. Keduanya perlu menjaga keseimbangan antara pengembangan usaha dan kepatuhan terhadap aturan.
BUMD Diminta Tingkatkan Pelayanan dan PAD
Bupati menilai perusahaan daerah harus menjadi ujung tombak pelayanan publik. Namun, BUMD juga perlu menghasilkan kinerja usaha yang sehat dan berkelanjutan.
“BUMD harus menjadi perusahaan yang sehat, adaptif, dan berorientasi pada hasil,” ujar Yusra.
Menurutnya, perusahaan tidak boleh hanya bergantung pada dukungan pemerintah daerah. Manajemen perlu mengembangkan pendapatan melalui inovasi dan pengelolaan bisnis yang tepat.
Perumda Tirta Bukaka harus meningkatkan mutu pelayanan air minum kepada masyarakat. Peningkatan tersebut mencakup kecepatan penanganan gangguan dan penguatan jaringan distribusi.
Selain itu, perusahaan perlu menjaga kualitas air serta ketepatan pencatatan pelanggan. Layanan pengaduan juga harus berjalan cepat, mudah, dan transparan.
Perumda Gadasera memiliki peluang mengembangkan berbagai potensi ekonomi daerah. Namun, setiap rencana usaha harus melalui kajian bisnis yang matang.
Manajemen perlu menghindari program yang tidak memiliki prospek dan target jelas. Sebaliknya, perusahaan harus memilih kegiatan yang menghasilkan manfaat jangka panjang.
Melalui pelantikan direksi BUMD Bolmong, pemerintah menargetkan peningkatan kontribusi terhadap PAD. Pendapatan tersebut dapat mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Sinergi antara BUMD dan pemerintah daerah juga menjadi perhatian utama. Setiap program harus selaras dengan arah pembangunan Kabupaten Bolaang Mongondow.
Namun, hubungan tersebut tetap harus menjaga profesionalitas pengelolaan perusahaan. Pemerintah memberi arah kebijakan, sedangkan direksi menjalankan operasional berdasarkan prinsip bisnis sehat.
Pimpinan baru juga perlu memperkuat kualitas sumber daya manusia. Pelatihan dan evaluasi kinerja akan membantu pegawai bekerja lebih produktif.
Transformasi digital dapat mendukung pelayanan, keuangan, dan pengawasan perusahaan. Selain mempercepat proses, teknologi dapat meningkatkan akurasi data.
Keterbukaan informasi juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat. Karena itu, perusahaan perlu menyampaikan program dan capaian secara berkala.
Kepemimpinan Baru Jadi Momentum Pembenahan
Yusra optimistis kepemimpinan baru mampu membawa perubahan positif bagi kedua BUMD. Ia menginginkan perusahaan daerah yang profesional, mandiri, dan berdaya saing.
Direksi harus segera memetakan kondisi keuangan dan operasional perusahaan. Hasil pemetaan kemudian menjadi dasar penyusunan rencana kerja.
Evaluasi awal perlu mengidentifikasi masalah pelayanan, pendapatan, belanja, dan sumber daya manusia. Dengan demikian, manajemen dapat menentukan prioritas pembenahan.
Pemerintah juga mengharapkan pimpinan baru membangun budaya kerja berintegritas. Seluruh pegawai harus memahami target perusahaan serta tanggung jawab masing-masing.
Dewan pengawas perlu memberikan masukan berdasarkan hasil pemantauan yang objektif. Namun, pengawasan tidak boleh menghambat keputusan strategis yang sesuai aturan.
Kolaborasi antara direksi, pengawas, dan pemerintah daerah akan menentukan keberhasilan perusahaan. Komunikasi yang baik dapat mempercepat penyelesaian berbagai persoalan.
Kepemimpinan baru juga harus membuka ruang bagi inovasi pelayanan. Masyarakat membutuhkan layanan yang mudah, cepat, terjangkau, dan berkualitas.
Melalui pelantikan direksi BUMD Bolmong, Pemkab memperkuat perusahaan daerah sebagai pilar ekonomi. Pemerintah berharap pembenahan tersebut memberi nilai tambah bagi pembangunan.
Perumda Tirta Bukaka dan Perumda Gadasera kini memasuki fase kepemimpinan baru. Publik akan menilai keberhasilan mereka melalui peningkatan pelayanan dan kesehatan perusahaan.
Pada akhirnya, setiap kebijakan BUMD harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Peningkatan PAD juga harus mendukung kesejahteraan warga Bolaang Mongondow.
Komitmen serupa juga disampaikan NONGKI Bolmong Dorong UMKM Tumbuh Merata hingga Seluruh Kecamatan nONGKI Bolmong Dorong UMKM Tumbuh Merata hingga Seluruh Kecamatan.
Informasi lain yang masih berkaitan tersedia dalam laporan Pemkab Bolmong Wajibkan Tes Psikologi bagi Calon Sangadi.
Baca juga laporan terkait Penegasan Batas Desa Bolmong Dipercepat, Wabup Dony Lumenta tekankan Kepastian Wilayah.
Sementara itu, perkembangan lain dapat dilihat dalam laporan Pemkab Bolmong Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah pada Hari Pertama Belajar.