BOLMONG — Pemkab Bolaang Mongondow akan menerapkan tes psikologi calon Sangadi Bolmong pada pemilihan kepala desa mendatang. Kebijakan itu bertujuan menghadirkan pemimpin desa yang matang secara mental dan emosional.
Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi menyampaikan rencana tersebut saat melantik lima Sangadi Pergantian Antar Waktu. Pelantikan berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026.
Menurut Yusra, kepala desa memegang peran penting sebagai ujung tombak pelayanan publik. Karena itu, calon Sangadi tidak cukup hanya memenuhi persyaratan administratif.
Pemimpin desa juga harus memiliki integritas, kemampuan mengambil keputusan, dan karakter kepemimpinan yang kuat. Selain itu, mereka perlu mampu menghadapi tekanan selama menjalankan pemerintahan.
“Tes psikologi akan menjadi salah satu persyaratan dalam pemilihan Sangadi,” tegas Yusra.
Ia mengatakan pemerintah ingin memastikan setiap calon memiliki kesiapan mental yang memadai. Dengan demikian, pemimpin desa dapat mengambil keputusan secara bijaksana.
Tes Psikologi Calon Sangadi Bolmong Ukur Kematangan Mental
Yusra menilai kemampuan administratif belum cukup untuk menjamin kualitas seorang kepala desa. Sangadi harus mampu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat secara cepat dan tepat.
Selain itu, pemimpin desa perlu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kemampuan tersebut penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan desa.
Melalui tes psikologi calon Sangadi Bolmong, pemerintah dapat menilai karakter dan pengendalian emosi setiap peserta. Pemeriksaan juga dapat mengukur kemampuan calon ketika menghadapi konflik.
Pemkab Bolmong berharap proses seleksi dapat menghasilkan pemimpin yang tidak mudah mengambil keputusan secara emosional. Sebaliknya, Sangadi harus mengutamakan kepentingan masyarakat.
Yusra juga meminta lima Sangadi PAW yang baru dilantik meninggalkan pola kerja lama. Ia mendorong mereka menciptakan terobosan dalam pelayanan dan tata kelola desa.
“Inovasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan,” ujar Yusra.
Menurutnya, pemerintah desa harus memberikan pelayanan yang cepat, terbuka, dan akuntabel. Selain itu, setiap kebijakan wajib berpihak kepada kebutuhan masyarakat.
Perubahan pola kerja juga harus menyentuh proses administrasi desa. Karena itu, Sangadi perlu memanfaatkan teknologi untuk mempercepat pelayanan publik.
Pemimpin desa juga perlu membuka ruang partisipasi bagi masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, warga dapat terlibat dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan.
Pengelolaan Dana Desa Harus Beri Manfaat Nyata
Selain menyoroti kepemimpinan, Yusra mengingatkan pentingnya pengelolaan dana desa secara profesional. Setiap anggaran harus menghasilkan manfaat yang jelas bagi masyarakat.
Pemerintah desa tidak boleh menyusun program hanya untuk menghabiskan anggaran. Sebaliknya, Sangadi harus memilih kegiatan berdasarkan kebutuhan dan dampaknya.
Transparansi juga menjadi unsur penting dalam pengelolaan dana desa. Oleh sebab itu, pemerintah desa harus menyampaikan penggunaan anggaran secara terbuka.
Sangadi bersama perangkat desa perlu memperkuat pengawasan internal. Langkah tersebut dapat mencegah kesalahan administrasi dan penyalahgunaan anggaran.
Selain itu, masyarakat perlu memperoleh akses terhadap informasi pembangunan desa. Keterbukaan akan meningkatkan kepercayaan terhadap pemerintah.
Pemkab Bolmong berharap tes psikologi calon Sangadi Bolmong dapat memperkuat kualitas pemilihan kepala desa. Seleksi itu akan melengkapi pemeriksaan administrasi yang selama ini berlaku.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah ingin melahirkan Sangadi yang berintegritas dan siap menghadapi tekanan. Mereka juga harus mampu menjaga hubungan baik dengan masyarakat.
Pemimpin desa yang berkualitas diharapkan dapat mempercepat pembangunan. Selain itu, mereka harus meningkatkan mutu pelayanan dan menjaga stabilitas pemerintahan desa.
Rencana tersebut akan menjadi bagian dari pembenahan tata kelola pemerintahan desa. Pemkab Bolmong selanjutnya perlu menyiapkan mekanisme dan standar pelaksanaan tes.
Untuk konteks tambahan, simak laporan Pemkab Bolmong Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah pada Hari Pertama Belajar.
Perkembangan infrastruktur daerah dapat dilihat melalui laporan Aset Pemkab Bolmong Tembus Rp2,76 Triliun, Infrastruktur Jadi Komponen Terbesar.
Perkembangan infrastruktur daerah dapat dilihat melalui laporan Disnaker Bolmong Pastikan Bantuan Modal Usaha TKM Rp2,5 Juta Mulai Dicairkan.