BOLTARA — Polres Boltara memusnahkan 755 liter minuman keras jenis cap tikus dan 208 butir obat-obatan tertentu dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Rabu (1/7/2026).
Pemusnahan barang bukti tersebut berlangsung setelah upacara Hari Bhayangkara di Lapangan Sanika Satyawada Polres Boltara. Kegiatan ini menjadi penegasan komitmen kepolisian dalam menekan peredaran minuman beralkohol dan obat keras di wilayah Bolaang Mongondow Utara.
Barang bukti obat-obatan tertentu yang dimusnahkan terdiri dari jenis Trihexyphenidyl, Neomethor, dan Seledryl. Ketiga jenis obat tersebut masuk kategori obat keras yang penggunaannya tidak boleh dilakukan sembarangan.
Bupati Boltara, Dr. Sirajudin Lasena, S.E., M.Ec.Dev., turut menghadiri rangkaian kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi Polri dalam menjaga keamanan dan mengawal pembangunan daerah.
Pemusnahan Jadi Pesan Tegas Polres Boltara
Pemusnahan 755 liter cap tikus dan 208 butir obat keras menjadi salah satu agenda penting dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Langkah ini menunjukkan bahwa Polres Boltara tidak hanya menggelar acara seremonial, tetapi juga menegaskan kerja nyata di lapangan.
Minuman keras dan obat keras sering menjadi pemicu gangguan keamanan masyarakat. Karena itu, penindakan terhadap peredarannya menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban daerah.
Polres Boltara memusnahkan barang bukti tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban atas hasil penindakan. Selain itu, kegiatan ini memberi pesan pencegahan kepada masyarakat agar menjauhi peredaran barang berbahaya.
Pemusnahan dilakukan dalam rangkaian syukuran Hari Bhayangkara ke-80. Selain pemusnahan barang bukti, kegiatan juga diisi pemotongan tumpeng, penyerahan piagam penghargaan, dan peresmian pagar Polres Boltara.
Bupati Apresiasi Dedikasi Polri
Dalam kesempatan itu, Bupati Boltara Sirajudin Lasena menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80. Ia menyebut Polri memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan masyarakat.
“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, kami mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-80. Insyaallah Polri semakin bangkit dan semakin kuat dalam mengawal pembangunan nasional serta pembangunan daerah,” ujar Sirajudin.
Menurut Bupati, keamanan menjadi salah satu fondasi penting dalam pembangunan daerah. Dengan situasi yang kondusif, pemerintah dapat menjalankan program pembangunan secara lebih efektif.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian Polri, termasuk jajaran Polres Boltara. Menurutnya, kepolisian ikut berperan dalam mengawal berbagai agenda pembangunan di daerah.
“Tentunya sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa, saya turut bangga dan mengapresiasi prestasi, dedikasi, serta pengabdian Polri selama ini, termasuk di Kabupaten Boltara,” katanya.
Hari Bhayangkara ke-80 Angkat Tema Polri untuk Masyarakat
Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Boltara mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”. Tema tersebut menegaskan peran Polri dalam pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum.
Kapolres Boltara AKBP Juleigtin Siahaan, S.I.K., M.I.K., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam upacara tersebut, ia membacakan sambutan Presiden Republik Indonesia.
Momentum Hari Bhayangkara juga menjadi ruang refleksi bagi kepolisian. Selain merayakan pengabdian, Polri dituntut terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Di Boltara, rangkaian kegiatan ini mendapat perhatian karena disertai pemusnahan barang bukti. Dengan demikian, peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menyentuh isu keamanan masyarakat.
Forkopimda dan Tokoh Daerah Hadiri Kegiatan
Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan Forkopimda, anggota DPRD, dan jajaran pemerintah daerah. Hadir pula Ketua TP PKK Boltara, Ny. Ening Sutrisni Lasena Adam, S.ST.
Selain itu, tampak Sekretaris TP PKK Ny. Moy Olivia Pontoh Mamonto, Ketua Bhayangkari Cabang Boltara, Ketua IAD Boltara, dan Ketua DWP. Ketua KPU Boltara dan Ketua Bawaslu Boltara juga mengikuti kegiatan tersebut.
Pimpinan perbankan, PJU Polres Boltara, asisten Sekda, staf ahli bupati, pimpinan OPD, para camat, dan tamu undangan turut hadir. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan dukungan luas terhadap upaya menjaga keamanan daerah.
Melalui pemusnahan 755 liter cap tikus dan 208 butir obat keras, Polres Boltara menegaskan komitmennya memberantas barang berbahaya. Selain itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa keamanan daerah membutuhkan dukungan bersama.
Baca penjelasan Kapolres Boltara terkait kronologi gugurnya Briptu Excel Mamuli saat menjalankan tugas pengamanan di Desa Paku, Kecamatan Bolangitang Barat.
Simak juga peristiwa anggota URC Polres Boltara yang meninggal dunia saat merespons keributan di Desa Paku sebagai bagian dari tugas menjaga keamanan masyarakat.