BOLTARA — Kapolres Boltara AKBP Juleigtin Siahaan, S.I.K., M.I.K., menjelaskan kronologi gugurnya Briptu Excel Mamuli saat menjalankan tugas pengamanan keributan di Desa Paku, Kecamatan Bolangitang Barat, Minggu (28/6/2026).
Dalam konferensi pers, Kapolres Boltara menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Briptu Excel Mamuli. Ia menyebut almarhum sebagai salah satu personel terbaik Polri yang gugur saat bertugas.
“Atas nama pribadi, keluarga besar Polres Bolaang Mongondow Utara, serta institusi Polri, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Briptu Excel Mamuli. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Kapolres.
Peristiwa itu bermula ketika Tim Resmob Polres Boltara menerima laporan masyarakat terkait keributan di Desa Paku sekitar pukul 18.00 Wita. Laporan tersebut menyebut adanya sejumlah orang yang diduga membawa senjata tajam.
Tim Resmob Polres Boltara Bergerak ke Desa Paku
Kapolres Boltara menjelaskan, personel langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan warga. Langkah cepat itu dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati tiga orang yang diduga terlibat dalam keributan. Dalam proses pengamanan awal, satu orang berhasil diamankan.
Namun, situasi berubah cepat ketika petugas berupaya mengamankan dua orang lainnya. Kondisi di lapangan berkembang dinamis dan penuh risiko.
Menurut Kapolres Boltara, salah satu terduga pelaku diduga membawa senjata tajam. Terduga pelaku tersebut juga disebut berada di bawah pengaruh minuman keras.
“Saat proses pengamanan berlangsung, salah satu terduga pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam dari tubuhnya dan berusaha menyerang serta menikam anggota yang sedang melakukan pengamanan,” jelas Kapolres.
Briptu Excel Mamuli Terkena Tembakan Saat Bertugas
Dalam situasi genting tersebut, seorang anggota berinisial RT berupaya melindungi rekannya. Ia kemudian melepaskan tembakan terukur ke arah terduga pelaku.
Namun, dalam kondisi yang berlangsung sangat cepat, proyektil justru mengenai Briptu Excel Mamuli. Akibatnya, almarhum mengalami luka tembak di bagian dada kanan.
Rekan-rekan korban segera memberikan pertolongan setelah insiden terjadi. Selanjutnya, Briptu Excel Mamuli dibawa ke RSUD Bolaang Mongondow Utara untuk mendapat penanganan medis awal.
Karena fasilitas medis terbatas, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado. Akan tetapi, kondisi Briptu Excel Mamuli menurun dalam perjalanan menuju Manado.
Korban sempat mendapatkan penanganan medis tambahan di RSUD Datoe Binangkang. Meski tim medis berupaya menyelamatkan nyawanya, Briptu Excel Mamuli tidak dapat diselamatkan.
Satu Terduga Pelaku Diamankan, Dua Masih Dikejar
Kapolres Boltara menyebut tiga terduga pelaku berada di lokasi kejadian. Dari tiga orang tersebut, satu orang berhasil diamankan oleh aparat kepolisian.
Sementara itu, dua terduga pelaku lainnya masih dalam proses pengejaran. Polisi terus memburu keduanya untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.
Pengejaran itu menjadi bagian dari penanganan perkara pidana terkait keributan di Desa Paku. Selain itu, aparat juga mendalami dugaan kepemilikan dan penggunaan senjata tajam.
Kapolres Boltara menegaskan proses hukum terhadap para terduga pelaku akan berjalan sesuai aturan. Polisi juga akan memeriksa peran masing-masing pihak yang terlibat.
Dengan langkah tersebut, penyidik berupaya memastikan seluruh fakta lapangan dapat terungkap. Kasus ini menjadi perhatian karena menewaskan anggota Polri saat menjalankan tugas.
Polda Sulut Ambil Alih Penanganan Kasus
Kapolres Boltara menegaskan bahwa penanganan perkara kini telah diambil alih oleh Polda Sulawesi Utara. Langkah itu dilakukan sesuai arahan pimpinan.
“Sesuai petunjuk pimpinan, seluruh proses penanganan kasus ini akan ditangani oleh Polda Sulawesi Utara, baik terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan para pelaku maupun pemeriksaan terhadap anggota yang terlibat dalam insiden tersebut. Kami memastikan prosesnya akan berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Kapolres.
Polda Sulut akan menangani dua aspek dalam perkara ini. Pertama, dugaan tindak pidana yang dilakukan para terduga pelaku keributan.
Kedua, pemeriksaan terhadap anggota yang terlibat dalam insiden tembakan tersebut. Pemeriksaan ini penting untuk memastikan seluruh prosedur pengamanan berjalan sesuai ketentuan.
Kapolres Boltara juga meminta masyarakat tidak berspekulasi terkait peristiwa tersebut. Ia mengajak publik menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian.
Kapolres Minta Masyarakat Tetap Tenang
Kapolres Boltara meminta masyarakat tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada penyidik. Menurutnya, Polri berkomitmen mengungkap fakta secara objektif.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada penyidik untuk mengungkap fakta-fakta secara utuh. Polri berkomitmen menangani perkara ini secara objektif dan profesional,” pungkasnya.
Gugurnya Briptu Excel Mamuli menjadi duka mendalam bagi keluarga, Polres Boltara, dan institusi Polri. Peristiwa ini juga menjadi perhatian karena terjadi saat korban menjalankan tugas pengamanan masyarakat.
Ke depan, hasil penyelidikan Polda Sulut akan menjadi dasar untuk menjelaskan kronologi secara lengkap. Selain itu, evaluasi prosedur pengamanan di lapangan juga menjadi bagian penting dari penanganan kasus.
Polri memastikan proses hukum berjalan profesional dan transparan. Karena itu, masyarakat diminta menjaga situasi tetap kondusif hingga penyelidikan selesai.
Simak peristiwa anggota URC Polres Boltara yang meninggal dunia saat menjalankan tugas pengamanan keributan di Desa Paku, Kecamatan Bolangitang Barat.
Simak juga kabar Mutasi Polri di Polda Sulut yang membuat enam kapolres berganti jabatan sebagai bagian dari penyegaran dan penguatan organisasi kepolisian.