Hukum
Berita Redaksi Diterbitkan Redaksi Bolaang Mongondow Utara Breaking News Headline

Anggota URC Polres Boltara Meninggal Saat Pengamanan Keributan di Desa Paku

Anggota URC Polres Boltara, Briptu EM, meninggal dunia setelah mengalami luka tembak saat merespons laporan keributan bersenjata tajam di Desa Paku, Bolangitang Barat.

Refli Puasa
Ditulis oleh
Founder & Developer
Profil Penulis
Dipublikasikan
29 Juni 2026 12:44 WITA
Diperbarui
29 Jun 2026 14:00
Waktu Baca
3 menit
Dibaca
4 views
Anggota URC Polres Boltara
Kabid Humas Polda Sulawesi Utara (Sulut) Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan

BOLTARAAnggota URC Polres Boltara meninggal dunia saat menjalankan tugas pengamanan di Desa Paku, Kecamatan Bolangitang Barat, Minggu malam, 28 Juni 2026.

Korban diketahui bernama Briptu EM. Ia mengalami luka tembak ketika Tim Unit Reaksi Cepat atau URC Polres Bolaang Mongondow Utara merespons laporan warga terkait keributan yang melibatkan sejumlah orang bersenjata tajam.

Kabid Humas Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, mengatakan tiga personel URC bergerak ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Laporan itu menyebut adanya situasi yang dinilai membahayakan keamanan warga.

“Tim berupaya melakukan pengamanan terhadap para pelaku yang diduga terlibat keributan,” kata Alamsyah dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).

Briptu EM Terkena Tembakan Saat Pengamanan

Menurut Alamsyah, situasi di lokasi berlangsung cepat ketika petugas tiba di Desa Paku. Salah satu terduga pelaku disebut hendak menyerang Briptu EM menggunakan senjata tajam.

Dalam kondisi tersebut, Brigpol RT disebut mengeluarkan senjata api untuk mengantisipasi serangan. Namun, tembakan itu justru mengenai Briptu EM yang berada di lokasi pengamanan.

“Briptu EM mengalami luka tembak dan langsung dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis,” ujar Alamsyah.

Setelah kejadian, korban segera dibawa ke RSUD Boltara. Karena membutuhkan penanganan lanjutan, Briptu EM kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara di Manado.

Namun, korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan sekitar pukul 22.15 Wita. Peristiwa ini menyisakan duka bagi keluarga korban dan jajaran kepolisian.

Propam Polda Sulut Selidiki Kronologi Kejadian

Polda Sulut kini menyelidiki insiden tersebut melalui Propam Polda Sulut bersama Satreskrim Polres Boltara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian secara objektif dan transparan.

Polisi telah meminta keterangan seluruh personel yang berada di lokasi. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum tembakan mengenai korban.

Selain itu, penyidik juga mendalami prosedur pengamanan yang diterapkan di lapangan. Evaluasi ini diperlukan untuk memastikan setiap tindakan berjalan sesuai ketentuan.

Polda Sulut menegaskan penanganan kasus akan dilakukan secara profesional. Dengan demikian, proses hukum dan pemeriksaan internal dapat berjalan sesuai aturan.

Polisi Buru Dua Terduga Pelaku Keributan

Selain menyelidiki insiden penembakan, aparat kepolisian juga memburu dua terduga pelaku keributan yang melarikan diri setelah kejadian. Polisi menyebut tiga orang diduga terlibat dalam keributan tersebut.

Dari tiga terduga pelaku, satu orang telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, dua orang lainnya masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Pengejaran dilakukan untuk mengungkap peran masing-masing terduga pelaku. Selain itu, polisi juga ingin memastikan motif dan rangkaian kejadian yang memicu keributan di Desa Paku.

Kasus ini menjadi perhatian karena menewaskan seorang anggota URC Polres Boltara saat menjalankan tugas. Karena itu, aparat menjalankan penyelidikan pidana dan pemeriksaan internal secara bersamaan.

Polda Sulut Janji Tangani Kasus Secara Profesional

Polda Sulut menyatakan penanganan kasus akan dilakukan secara profesional. Aparat juga akan mengevaluasi prosedur pengamanan di lapangan sesuai kebutuhan investigasi.

Keterangan saksi, personel yang bertugas, dan terduga pelaku akan menjadi bahan utama penyelidikan. Selain itu, polisi akan mencocokkan seluruh fakta lapangan untuk memastikan kronologi secara utuh.

Insiden ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kesiapan prosedur dalam setiap operasi pengamanan. Petugas menghadapi situasi berisiko tinggi sehingga koordinasi dan kehati-hatian menjadi faktor penting.

Hingga kini, penyelidikan masih berjalan. Polda Sulut meminta semua pihak menunggu hasil pemeriksaan resmi dan tidak berspekulasi sebelum proses investigasi selesai.

Simak kabar Mutasi Polri di Polda Sulut yang membuat enam kapolres berganti jabatan sebagai bagian dari penyegaran organisasi kepolisian.

Bagikan Artikel
Facebook X WhatsApp Link disalin
Refli Puasa
Tentang Penulis

Refli Puasa — Founder & Developer

Refli Hertanto Puasa adalah pendiri dan pengembang Manado.news yang bergabung di dunia jurnalistik sejak 2009. Ia memiliki minat pada fotografi, videografi dan traveling, dengan ke...

Redaksi manado.news

Koreksi atau informasi tambahan?

Pembaca dapat menghubungi redaksi untuk memberikan koreksi, data tambahan, atau klarifikasi terkait berita ini.

Hubungi Redaksi