Pemerintahan
Sulawesi Utara Breaking News Headline

Penduduk Sulawesi Utara 2026 Diproyeksikan Capai 2,74 Juta Jiwa

Jumlah penduduk Sulawesi Utara 2026 diproyeksikan mencapai 2,74 juta jiwa. Kota Manado menjadi wilayah dengan penduduk terbanyak, yakni 463,56 ribu jiwa.

Dipublikasikan
25 Juni 2026 21:53 WITA
Diperbarui
25 Jun 2026 22:57
Waktu Baca
3 menit
Dibaca
5 views
jumlah penduduk Sulawesi Utara 2026

MANADOJumlah penduduk Sulawesi Utara 2026 diproyeksikan mencapai 2.740,47 ribu jiwa atau sekitar 2,74 juta jiwa. Angka tersebut meningkat dibanding 2025 yang berada pada 2.721,44 ribu jiwa.

Data ini menunjukkan tren pertumbuhan penduduk Sulawesi Utara bergerak naik dalam periode 2022–2026. Pada 2022, jumlah penduduk Sulut tercatat 2.660,76 ribu jiwa.

Setahun kemudian, jumlah penduduk naik menjadi 2.681,54 ribu jiwa. Selanjutnya, pada 2024 penduduk Sulawesi Utara mencapai 2.701,78 ribu jiwa.

Data tersebut bersumber dari Badan Pusat Statistik berdasarkan proyeksi penduduk Indonesia 2020–2050 hasil Sensus Penduduk 2020.

Manado Jadi Wilayah Berpenduduk Terbanyak

Kota Manado menjadi daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Sulawesi Utara pada 2026. Penduduk ibu kota provinsi ini diproyeksikan mencapai 463,56 ribu jiwa.

Kabupaten Minahasa berada di posisi berikutnya dengan 356,62 ribu jiwa. Sementara itu, Kabupaten Bolaang Mongondow mencatat 261,40 ribu jiwa.

Kota Bitung juga masuk kelompok daerah berpenduduk besar. Jumlah penduduk Bitung pada 2026 diproyeksikan mencapai 239,84 ribu jiwa.

Kabupaten Minahasa Selatan mencatat 243,68 ribu jiwa. Kemudian, Kabupaten Minahasa Utara diproyeksikan memiliki 237,71 ribu jiwa.

Data ini memperlihatkan bahwa wilayah perkotaan dan kabupaten besar tetap menjadi pusat konsentrasi penduduk. Karena itu, kebutuhan layanan publik di wilayah tersebut perlu mendapat perhatian berkelanjutan.

Kepulauan Sitaro Paling Sedikit Penduduk

Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau Sitaro menjadi daerah dengan penduduk paling sedikit. Pada 2026, jumlahnya diproyeksikan 74,94 ribu jiwa.

Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan berada sedikit di atasnya dengan 74,49 ribu jiwa. Sementara itu, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara mencatat 89,35 ribu jiwa.

Kabupaten Bolaang Mongondow Timur diproyeksikan memiliki 94,24 ribu jiwa. Adapun Kabupaten Kepulauan Talaud mencapai 100,24 ribu jiwa.

Kota Tomohon pada 2026 diproyeksikan memiliki 105,65 ribu jiwa. Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Sangihe mencatat 144,41 ribu jiwa.

Perbedaan jumlah penduduk ini menunjukkan karakter wilayah Sulawesi Utara yang beragam. Ada daerah perkotaan padat, kabupaten daratan, dan wilayah kepulauan dengan jumlah penduduk lebih kecil.

Pertumbuhan Terjadi di Hampir Semua Daerah

Tren data 2022–2026 menunjukkan hampir semua kabupaten dan kota mengalami kenaikan jumlah penduduk. Kenaikan tersebut terlihat secara bertahap setiap tahun.

Kota Manado, misalnya, meningkat dari 456,58 ribu jiwa pada 2022 menjadi 463,56 ribu jiwa pada 2026. Kabupaten Minahasa juga naik dari 350,26 ribu jiwa menjadi 356,62 ribu jiwa.

Kabupaten Bolaang Mongondow tumbuh dari 252,93 ribu jiwa pada 2022 menjadi 261,40 ribu jiwa pada 2026. Sementara itu, Kota Bitung naik dari 229,87 ribu jiwa menjadi 239,84 ribu jiwa.

Kenaikan serupa juga terlihat di Kotamobagu. Jumlah penduduk kota tersebut naik dari 126,30 ribu jiwa pada 2022 menjadi 131,72 ribu jiwa pada 2026.

Pertumbuhan penduduk ini menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan, kesehatan, permukiman, dan lapangan kerja.

Data Penduduk Penting untuk Perencanaan Daerah

Jumlah penduduk Sulawesi Utara 2026 menjadi indikator penting bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Data tersebut membantu pemerintah membaca kebutuhan layanan masyarakat secara lebih akurat.

Wilayah dengan jumlah penduduk besar membutuhkan kapasitas layanan yang lebih kuat. Layanan itu mencakup transportasi, kesehatan, pendidikan, air bersih, dan administrasi kependudukan.

Sementara itu, wilayah kepulauan membutuhkan pendekatan berbeda. Pemerintah perlu memperhatikan aksesibilitas, konektivitas, dan pemerataan pelayanan dasar.

Data kependudukan juga penting bagi dunia usaha dan investor. Sebab, jumlah penduduk dapat menggambarkan potensi pasar, tenaga kerja, dan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Dengan perencanaan berbasis data, pembangunan Sulawesi Utara dapat berjalan lebih tepat sasaran. Selain itu, pemerintah dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan penduduk dan kualitas pelayanan publik.

Bagikan Artikel
Facebook X WhatsApp Link disalin
Sumber & Atribusi

Transparansi Redaksi

Sumber
Via
Dok Publik

Informasi sumber ditampilkan untuk transparansi redaksi dan atribusi pemberitaan.

Topik terkait:
Refli Hertanto Puasa
Profil Jurnalis

Refli Hertanto Puasa

Redaksi

Tim redaksi manado.news yang menyajikan berita Manado dan Sulawesi Utara secara cepat, akurat, dan terpercaya.

Redaksi manado.news

Koreksi atau informasi tambahan?

Pembaca dapat menghubungi redaksi untuk memberikan koreksi, data tambahan, atau klarifikasi terkait berita ini.

Hubungi Redaksi