Sanksi kartu merah Piala Dunia tidak berhenti ketika wasit mengusir pemain dari lapangan. Komite Disiplin FIFA dapat menambahkan larangan bermain dan denda setelah menilai pelanggaran tersebut.
Namun, FIFA tidak menerapkan daftar harga tetap untuk setiap kartu kuning atau kartu merah. Besaran denda bergantung pada pasal pelanggaran, tingkat keseriusan, serta keputusan Komite Disiplin FIFA.
Karena itu, klaim bahwa kartu kuning selalu berharga 10 ribu dolar AS tidak dapat diterapkan secara umum. Hal serupa berlaku untuk kartu merah langsung maupun kartu kuning kedua.
Kasus Folarin Balogun memperlihatkan bagaimana FIFA menentukan hukuman secara khusus. Penyerang Amerika Serikat itu menerima denda 40 ribu dolar AS setelah insiden pada Piala Dunia 2026.
FIFA juga menjatuhkan larangan satu pertandingan kepada Balogun. Namun, badan disiplin kemudian menangguhkan hukuman itu dalam masa percobaan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Kartu Merah Enzo Fernández Belum Memiliki Denda Resmi
Enzo Fernández menerima kartu merah setelah mengantongi kartu kuning kedua pada final melawan Spanyol.
Pelanggaran tersebut membuat Argentina menjalani perpanjangan waktu dengan sepuluh pemain. Spanyol kemudian menang 1-0 dan merebut gelar dunia.
Meski demikian, belum ada keputusan resmi FIFA yang menetapkan nominal denda untuk Enzo Fernández.
Karena itu, angka 15 ribu dolar AS yang beredar belum dapat dianggap sebagai hukuman resmi.
Komite Disiplin FIFA biasanya memeriksa laporan wasit, rekaman pertandingan, dan karakter pelanggaran sebelum mengambil keputusan.
Selain pemain, federasi nasional juga dapat menanggung tanggung jawab atas pembayaran sanksi. Ketentuan tersebut bergantung pada isi putusan resmi FIFA.
Dalam beberapa kasus, federasi membayar denda atas nama pemain. Namun, federasi juga dapat menetapkan kebijakan internal yang berbeda.
Mengapa Nilai Denda Bisa Berbeda?
Sanksi kartu merah Piala Dunia dapat berubah sesuai tingkat kesalahan pemain.
Pelanggaran keras, tindakan kekerasan, penghinaan, diskriminasi, atau perilaku tidak sportif dapat menghasilkan hukuman berbeda.
Komite Disiplin juga mempertimbangkan dampak tindakan, riwayat pemain, serta keadaan pertandingan.
Karena itu, dua kartu merah yang terlihat serupa belum tentu menghasilkan denda dan larangan bermain yang sama.
Balogun, misalnya, menerima denda 40 ribu dolar AS setelah FIFA menyatakan dirinya bersalah atas dua pelanggaran. Nilai itu berasal dari putusan kasus, bukan tarif otomatis setiap kartu merah.
Selain hukuman individu, FIFA dapat menjatuhkan sanksi kepada tim atau federasi.
Sanksi tersebut dapat muncul ketika banyak pemain melakukan pelanggaran atau ketika tim gagal menjaga ketertiban.
Namun, setiap putusan harus merujuk pada Kode Disiplin FIFA dan fakta pertandingan.
Siapa yang Membayar Denda?
Pemain tidak selalu membayar denda langsung dari penghasilannya.
Dalam banyak kasus, FIFA juga menyatakan federasi sepak bola nasional bertanggung jawab terhadap pembayaran.
Federasi kemudian menentukan mekanisme internal bersama pemain dan tim nasional.
Sebagian federasi menanggung seluruh pembayaran sebagai biaya operasional turnamen.
Sebaliknya, organisasi lain dapat memotong bonus atau meminta pemain menanggung sebagian denda.
Kesepakatan tersebut biasanya tidak terbuka kepada publik.
Karena itu, pendapatan pemain tidak otomatis menentukan siapa yang membayar sanksi.
Putusan FIFA dan peraturan internal federasi menjadi dasar utama.
Bisakah Pemain Mengajukan Banding?
Pemain dan federasi dapat menempuh proses banding terhadap keputusan disiplin tertentu.
Mereka dapat mempersoalkan kartu merah, durasi larangan bermain, atau penerapan pasal.
Jika badan banding membatalkan pelanggaran, hukuman terkait juga dapat berubah.
Namun, peluang menghapus denda tanpa menggugurkan pelanggaran biasanya terbatas.
Setiap proses harus mengikuti tenggat waktu dan prosedur FIFA.
Oleh sebab itu, pemain tidak cukup hanya menyatakan keberatan kepada media.
Tim hukum federasi harus mengajukan alasan dan bukti melalui saluran resmi.
Kartu Kuning Dihapus pada Tahap Tertentu
Piala Dunia 2026 memakai mekanisme penghapusan akumulasi kartu kuning pada tahap tertentu.
Kartu kuning dihapus setelah fase grup dan kembali dibersihkan setelah perempat final.
Aturan tersebut mencegah pemain absen pada laga besar akibat akumulasi kartu dari fase awal.
Namun, penghapusan itu tidak menghapus hukuman yang sudah berlaku.
Kartu merah dan sanksi tambahan tetap mengikuti keputusan disiplin FIFA.
Pemain yang menerima dua kartu kuning sebelum masa penghapusan tetap dapat menjalani larangan bermain.
Dengan demikian, penghapusan akumulasi hanya melindungi pemain dari beban kartu jangka panjang.
Aturan Menutup Mulut Picu Perdebatan
Piala Dunia 2026 juga memperkenalkan aturan baru mengenai pemain yang menutup mulut saat berkonfrontasi.
FIFA menerapkannya untuk mencegah pemain menyembunyikan ucapan kasar atau diskriminatif.
Miguel Almirón menjadi pemain pertama yang menerima kartu merah berdasarkan aturan tersebut.
Wasit mengusir pemain Paraguay itu saat menghadapi Turki pada 19 Juni 2026. FIFA kemudian menjatuhkan larangan satu pertandingan.
Piero Hincapié juga menerima kartu merah dalam insiden serupa saat Ekuador menghadapi Meksiko.
Aturan itu memicu perdebatan karena gerakan menutup mulut tidak selalu membuktikan isi percakapan.
Namun, FIFA menilai tindakan tersebut dapat menghambat pemeriksaan dugaan ucapan terlarang.
Karena itu, pemain harus menghindari gestur tersebut ketika terlibat perselisihan.
Kartu Merah Membawa Konsekuensi Lebih Luas
Sanksi kartu merah Piala Dunia dapat memengaruhi pemain, tim, dan federasi secara bersamaan.
Pemain kehilangan kesempatan tampil, sementara tim harus menyusun ulang strategi.
Federasi juga dapat menghadapi kewajiban membayar denda dan menjalani proses hukum olahraga.
Selain itu, kartu merah dapat mengubah perjalanan sebuah pertandingan besar.
Kasus Enzo Fernández menunjukkan dampak langsung tersebut pada final Piala Dunia.
Argentina harus menjalani perpanjangan waktu dengan sepuluh pemain sebelum kalah dari Spanyol.
Namun, nominal sanksi finansialnya tetap harus menunggu keputusan resmi FIFA.
Karena itu, publik perlu membedakan antara kartu yang diberikan wasit dan hukuman lanjutan dari badan disiplin.
Prestasi serupa juga terekam melalui laporan Spanyol Kantongi Rp815 Miliar usai Juara Piala Dunia 2026, Begini Alur Pembagiannya.
Untuk konteks tambahan, simak laporan Kontroversi VAR Warnai Kemenangan Argentina atas Mesir di Piala Dunia.
Sementara itu, perkembangan lain dapat dilihat dalam laporan Perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 Memanas, Mbappe dan Messi Sama-Sama Cetak Delapan Gol.