Olahraga
Berita Redaksi Diterbitkan Redaksi Breaking News Headline

Piala Dunia 2030 Digelar di Enam Negara dan Tiga Benua, Format 64 Tim Mulai Dibahas

Piala Dunia 2030 akan berpusat di Spanyol, Portugal, dan Maroko, dengan tiga laga peringatan seratus tahun di Amerika Selatan.

Refli Puasa
Ditulis oleh
Founder & Developer
Profil Penulis
Dipublikasikan
20 Juli 2026 17:58 WITA
Diperbarui
21 Jul 2026 06:09
Waktu Baca
5 menit
Dibaca
25 views
Piala Dunia 2030

Piala Dunia 2030 akan menghadirkan format tuan rumah paling luas sepanjang sejarah turnamen sepak bola putra.

Spanyol, Portugal, dan Maroko akan menjadi tuan rumah utama. Sementara itu, Uruguay, Argentina, dan Paraguay masing-masing menggelar satu laga peringatan seratus tahun.

Dengan skema tersebut, Piala Dunia 2030 akan berlangsung di enam negara yang tersebar pada tiga benua.

FIFA memilih konsep itu untuk memperingati satu abad penyelenggaraan Piala Dunia. Uruguay menjadi tuan rumah edisi pertama pada 1930.

FIFA telah menetapkan tiga pertandingan peringatan berlangsung di Uruguay, Argentina, dan Paraguay.

Setelah rangkaian tersebut, turnamen akan berlanjut di Spanyol, Portugal, serta Maroko sebagai tuan rumah utama.

Rencana saat ini tetap memakai format 48 peserta. Namun, FIFA mulai membuka pembahasan mengenai kemungkinan peningkatan menjadi 64 tim.

Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan wacana tersebut masih membutuhkan perdebatan dan keputusan negara anggota.

Enam Negara Berbagi Panggung Piala Dunia 2030

FIFA menunjuk Spanyol, Portugal, dan Maroko melalui Kongres Luar Biasa pada Desember 2024.

Ketiga negara tersebut akan menyelenggarakan sebagian besar pertandingan Piala Dunia 2030.

Sementara itu, Amerika Selatan memperoleh tiga laga khusus sebagai bagian dari perayaan seratus tahun.

Argentina, Paraguay, dan Uruguay masing-masing mendapat satu pertandingan peringatan.

Uruguay memiliki posisi penting karena negara itu menggelar sekaligus menjuarai Piala Dunia pertama.

Argentina juga menjadi bagian sejarah tersebut karena menghadapi Uruguay pada final 1930.

Adapun Paraguay mendapat tempat karena keterkaitannya dengan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan atau CONMEBOL.

Susunan itu menjadikan turnamen berlangsung di Eropa, Afrika, dan Amerika Selatan.

Belum pernah ada Piala Dunia putra yang membentang di enam negara dan tiga benua.

Selain mencetak sejarah, format tersebut menghadirkan tantangan besar dalam perjalanan, jadwal, dan pemulihan pemain.

Tim yang tampil di Amerika Selatan harus berpindah menuju Eropa atau Afrika untuk melanjutkan pertandingan.

Karena itu, FIFA perlu menyusun jeda perjalanan dan waktu pemulihan secara hati-hati.

Kapan Piala Dunia 2030 Berlangsung?

FIFA menyiapkan Piala Dunia 2030 pada pertengahan tahun 2030.

Rancangan sementara menempatkan pertandingan peringatan di Amerika Selatan pada 8 dan 9 Juni.

Pertandingan utama di Spanyol, Portugal, serta Maroko diperkirakan mulai pada 13 dan 14 Juni.

Sementara itu, final direncanakan berlangsung pada Minggu, 21 Juli 2030.

Namun, FIFA belum menerbitkan kalender pertandingan lengkap beserta seluruh pembagian stadion.

Karena itu, tanggal dan susunan laga masih dapat berubah sebelum organisasi menetapkan jadwal final.

Proses tersebut juga harus menyesuaikan kalender klub, waktu perjalanan, serta kondisi cuaca setiap negara.

Perbedaan wilayah akan menjadi salah satu tantangan utama bagi penyelenggara.

Maroko dapat menghadapi suhu tinggi pada pertengahan tahun.

Sementara itu, perjalanan lintas Atlantik membutuhkan pengaturan khusus bagi tim yang bermain di Amerika Selatan.

Enam Tuan Rumah Sudah Memastikan Tempat

Enam negara yang terlibat sebagai tuan rumah telah memperoleh tiket menuju Piala Dunia 2030.

Mereka ialah Spanyol, Portugal, Maroko, Uruguay, Argentina, dan Paraguay.

Dengan demikian, 42 tempat lain akan ditentukan melalui kualifikasi setiap konfederasi.

FIFA belum menerbitkan seluruh rincian pembagian kuota untuk turnamen tersebut.

Namun, format 48 tim menjadi dasar perencanaan saat ini.

Jumlah itu mengikuti perubahan yang mulai berlaku pada Piala Dunia 2026.

Perluasan peserta memberi kesempatan lebih besar kepada negara-negara yang sebelumnya sulit menembus putaran final.

Selain itu, bertambahnya tim memperluas pasar, jumlah pertandingan, dan jangkauan penonton.

Meski begitu, penyelenggara harus menjaga kualitas persaingan serta menghindari jadwal yang terlalu padat.

Wacana 64 Tim Belum Menjadi Keputusan Resmi

Pembahasan mengenai format 64 tim mulai mendapat perhatian setelah Piala Dunia 2026.

Infantino menyebut FIFA akan mendiskusikan kemungkinan meningkatkan peserta dari 48 menjadi 64 negara.

Namun, ia menegaskan anggota FIFA harus menentukan keputusan akhir melalui proses resmi.

Karena itu, Piala Dunia 2030 belum dapat disebut pasti memakai 64 peserta.

Rencana resmi saat ini masih mengacu pada format 48 negara.

Arsène Wenger sebelumnya menilai 48 peserta sebagai jumlah yang tepat untuk memperluas akses tanpa menghilangkan kualitas.

Jika FIFA memilih 64 tim, sekitar sepertiga dari seluruh asosiasi anggota dapat mengikuti putaran final.

Perubahan itu juga akan menambah jumlah pertandingan, kebutuhan stadion, dan beban perjalanan.

Selain itu, FIFA harus mengubah sistem kualifikasi yang sudah dipersiapkan setiap konfederasi.

Jadwal klub juga dapat menghadapi tekanan lebih besar apabila turnamen berlangsung lebih lama.

Karena itu, setiap keputusan memerlukan kajian terhadap aspek olahraga, logistik, komersial, dan kesehatan pemain.

Piala Dunia Pertama Hanya Diikuti 13 Negara

Piala Dunia pertama berlangsung di Uruguay pada 1930 dengan 13 peserta.

Sejumlah negara Eropa harus menyeberangi Samudra Atlantik menggunakan kapal untuk mengikuti turnamen.

Uruguay akhirnya mengalahkan Argentina 4-2 pada final di Montevideo.

Kemenangan tersebut menjadikan Uruguay sebagai juara dunia pertama.

Penyelenggaraan turnamen muncul setelah keberhasilan Uruguay meraih emas sepak bola Olimpiade 1924 dan 1928.

Momentum tersebut mendorong FIFA membentuk kompetisi dunia yang berdiri sendiri.

Sejak itu, jumlah peserta terus berkembang mengikuti pertumbuhan sepak bola internasional.

Turnamen memakai 24 tim mulai 1982, kemudian meningkat menjadi 32 peserta pada 1998.

FIFA kembali memperluas kompetisi menjadi 48 negara pada edisi 2026.

Seratus tahun setelah edisi pertama, Piala Dunia 2030 akan kembali membawa pertandingan ke Uruguay.

Namun, turnamen kali ini memiliki skala yang jauh lebih besar daripada penyelenggaraan awal.

Perayaan Sejarah Sekaligus Tantangan Logistik

Konsep enam negara memberi FIFA kesempatan merayakan akar sejarah Piala Dunia.

Uruguay, Argentina, dan Paraguay akan mewakili Amerika Selatan dalam rangkaian pertandingan peringatan.

Sementara itu, Spanyol, Portugal, serta Maroko akan menjadi pusat utama turnamen.

Format tersebut juga menciptakan hubungan simbolis antara sejarah lama dan perkembangan sepak bola modern.

Namun, perpindahan antarbenua membutuhkan perencanaan yang sangat rumit.

Penyelenggara harus mengatur penerbangan, akomodasi, latihan, keamanan, dan pemulihan setiap tim.

Pendukung juga akan menghadapi biaya besar apabila ingin mengikuti negaranya di beberapa wilayah.

Selain itu, perbedaan aturan visa dapat memengaruhi perjalanan penonton antarnegara.

FIFA perlu memastikan format bersejarah tersebut tidak membebani pemain maupun pendukung secara berlebihan.

Pada akhirnya, Piala Dunia 2030 tidak hanya akan memperingati usia seratus tahun turnamen.

Kompetisi itu juga akan menguji kemampuan FIFA mengelola ajang olahraga lintas negara dan benua dalam skala besar.

Sementara itu, perkembangan lain dapat dilihat dalam laporan Piala Dunia 2026 Catat Sejarah: Tim Debutan Bersinar, jeda hidrasi, Harga Tiket dan VAR Tuai Kontroversi.

Rekomendasi wisata terkait tersedia dalam ulasan Ekuador Bungkam Jerman, Pantai Gading Cetak Sejarah di Hari ke-15 Piala Dunia 2026.

Bagikan Artikel
Facebook X WhatsApp Link disalin
Rekomendasi Redaksi

Berita Terkait

Dipilih otomatis berdasarkan topik, kategori, wilayah, tag, popularitas, dan kedekatan isi berita.

6 rekomendasi
Topik terkait:
Refli Puasa
Tentang Penulis

Refli Puasa — Founder & Developer

Refli Hertanto Puasa adalah pendiri dan pengembang Manado.news yang bergabung di dunia jurnalistik sejak 2009. Ia memiliki minat pada fotografi, videografi dan traveling, dengan ke...

Redaksi manado.news

Koreksi atau informasi tambahan?

Pembaca dapat menghubungi redaksi untuk memberikan koreksi, data tambahan, atau klarifikasi terkait berita ini.

Hubungi Redaksi