Polisi Vietnam menangkap 85 orang yang terkait dua jaringan judi online Piala Dunia Vietnam bernilai total 133 juta dolar AS. Penindakan ini menjadi bagian dari operasi besar pemerintah terhadap perjudian ilegal selama Piala Dunia.
Otoritas menyebut dua jaringan tersebut menjalankan operasi taruhan berskala sangat besar. Selain itu, para pelaku mengelola sistem dengan struktur berlapis dan kontrol ketat.
Penggerebekan berlangsung pada akhir Juni di Ho Chi Minh City. Polisi kemudian mengungkap hasil operasi tersebut melalui pernyataan resmi, Selasa.
Perjudian online dilarang di Vietnam. Namun, praktik ilegal tetap marak karena jaringan tersebut menawarkan keuntungan besar.
Dua Jaringan Taruhan Ilegal Dibongkar
Polisi Ho Chi Minh City menyebut dua sindikat itu memiliki skala operasi luar biasa besar. Mereka juga membangun hierarki yang rapi untuk mengatur alur taruhan.
Sejak Oktober, kedua jaringan tersebut mencatat transaksi ilegal sekitar 133 juta dolar AS. Nilai itu setara ratusan juta dolar dalam perputaran uang taruhan.
Para pemimpin jaringan mengaku menerima akun taruhan tingkat master dari pihak di Kamboja. Setelah itu, mereka memecah akun tersebut menjadi banyak akun agen dan anggota.
Melalui cara tersebut, jaringan menyebarkan akses taruhan kepada penjudi secara online. Pola ini membuat operasi mereka bergerak luas dan sulit terdeteksi.
Pemerintah Vietnam meningkatkan pengawasan selama Piala Dunia. Sebab, turnamen sepak bola internasional sering memicu lonjakan aktivitas taruhan ilegal.
Pemerintah Vietnam Perketat Operasi Anti-Judi
Kementerian Keamanan Publik Vietnam sebelumnya menyatakan polisi telah membongkar 73 operasi perjudian. Penindakan itu berlangsung di berbagai wilayah selama 20 hari pertama Piala Dunia.
Dalam operasi tersebut, polisi menangkap 346 tersangka. Mereka diduga terlibat dalam perjudian ilegal dan taruhan sepak bola.
Kolonel Bui Tuan Anh dari Kementerian Keamanan Publik menyebut nilai transaksi dalam kasus-kasus itu sangat besar. Menurutnya, total perputaran uang mencapai ribuan miliar dong.
Angka tersebut setara ratusan juta dolar AS. Karena itu, pemerintah menilai perjudian online sebagai ancaman serius terhadap ketertiban hukum.
Vietnam selama ini melakukan penindakan berkala terhadap judi ilegal. Namun, jaringan online terus muncul, terutama saat agenda olahraga besar berlangsung.
Piala Dunia Picu Lonjakan Taruhan Ilegal
Piala Dunia tahun ini berlangsung di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Pertandingan final dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli.
Turnamen tersebut menarik perhatian jutaan penggemar sepak bola di berbagai negara. Namun, antusiasme publik juga dimanfaatkan sindikat untuk menjalankan taruhan ilegal.
Polisi Vietnam menilai jaringan judi online memakai sistem digital untuk memperluas jangkauan. Selain itu, koneksi lintas negara membuat penanganan kasus menjadi lebih kompleks.
Karena itu, aparat terus memperketat pemantauan dan penggerebekan. Pemerintah ingin menutup ruang gerak jaringan yang memanfaatkan momentum Piala Dunia.
Kasus ini menunjukkan besarnya perputaran uang dalam bisnis taruhan ilegal. Dengan penangkapan 85 orang, polisi Vietnam berharap dapat memutus jaringan judi online Piala Dunia Vietnam yang beroperasi lintas wilayah.
Lengkapi informasi perjalanan Anda lewat ulasan Ekuador Bungkam Jerman, Pantai Gading Cetak Sejarah di Hari ke-15 Piala Dunia 2026.
Sementara itu, perkembangan lain dapat dilihat dalam laporan FIFA Kecam Pelecehan Rasis terhadap Kylian Mbappe oleh Senator Paraguay.