Perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 memasuki tahap menentukan menjelang berakhirnya turnamen. Kylian Mbappe dan Lionel Messi kini memimpin dengan delapan gol.
Erling Haaland mengikuti keduanya dengan koleksi tujuh gol. Sementara itu, Harry Kane menempati posisi berikutnya setelah mencetak enam gol.
Ousmane Dembele juga masih menjaga peluang dengan lima gol. Karena itu, setiap pertandingan tersisa dapat mengubah susunan daftar pencetak gol.
Turnamen masih menyisakan tiga perempat final, dua semifinal, final, dan pertandingan perebutan tempat ketiga. Persaingan pun masih terbuka bagi lima penyerang tersebut.
Satu penampilan produktif dapat langsung mengubah posisi puncak. Apalagi, selisih antarpenantang hanya berkisar satu hingga tiga gol.
Mbappe Samai Koleksi Lionel Messi
Mbappe menyamai torehan Messi setelah mencetak gol dalam kemenangan Prancis atas Maroko. Kapten Prancis itu memecah kebuntuan pada babak kedua.
Sebelumnya, Maroko menjaga pertahanan dengan disiplin dan menyulitkan serangan Prancis. Les Bleus bahkan kesulitan menciptakan peluang bersih.
Namun, Mbappe akhirnya menemukan ruang dan membawa Prancis unggul. Gol tersebut sekaligus memperbesar peluangnya merebut Sepatu Emas Piala Dunia 2026.
Meski demikian, proses gol Mbappe memicu perdebatan. Adrien Rabiot sempat menyentuh bola dengan tangan dalam rangkaian serangan.
Wasit tetap mengesahkan gol tersebut. Sebab, insiden terjadi pada fase permainan sebelumnya sebelum Prancis kembali membangun serangan.
Mbappe juga sempat gagal mengeksekusi penalti. Namun, kegagalan itu tidak menghentikannya mencetak gol penting bagi Prancis.
Tambahan satu gol membuat Mbappe sejajar dengan Messi. Keduanya kini menjadi kandidat terkuat pencetak gol terbanyak turnamen.
Haaland, Kane, dan Dembele Masih Mengancam
Haaland hanya tertinggal satu gol dari Mbappe dan Messi. Karena itu, satu gol dapat langsung membawanya sejajar di puncak.
Kane juga belum kehilangan peluang setelah mengumpulkan enam gol. Penyerang Inggris tersebut membutuhkan dua gol untuk menyamai pemimpin klasemen.
Dembele berada tiga gol di belakang dua pemain teratas. Meski begitu, penyerang Prancis tersebut masih berpeluang selama timnya terus melaju.
Fase gugur sering menghadirkan perubahan besar dalam daftar pencetak gol. Selain itu, satu pertandingan dapat menghasilkan beberapa gol bagi seorang pemain.
Peluang setiap penyerang juga bergantung pada perjalanan tim. Pemain dari tim semifinalis tentu memperoleh kesempatan bermain lebih banyak.
Namun, tekanan akan terus meningkat pada setiap pertandingan. Para pemain harus membantu tim sekaligus menjaga produktivitas gol.
Just Fontaine Masih Memegang Rekor 13 Gol
Sejarah pencetak gol terbanyak Piala Dunia mencatat sejumlah torehan luar biasa. Just Fontaine masih memegang rekor tertinggi dalam satu turnamen.
Penyerang Prancis tersebut mencetak 13 gol pada Piala Dunia 1958. Hingga kini, belum ada pemain yang mampu menyamai catatan tersebut.
Sándor Kocsis mendekati rekor itu dengan 11 gol bersama Hungaria pada 1954. Kemudian, Gerd Müller mencetak 10 gol untuk Jerman Barat pada 1970.
Ademir bersama Brasil dan Eusébio bersama Portugal masing-masing mengemas sembilan gol. Ademir meraihnya pada 1950, sedangkan Eusébio pada 1966.
Guillermo Stábile menjadi pencetak gol terbanyak edisi 1930 dengan delapan gol. Ronaldo Nazario juga mengoleksi delapan gol bersama Brasil pada 2002.
Mbappe menyamai jumlah tersebut ketika membela Prancis pada Piala Dunia 2022. Kini, ia kembali mencapai delapan gol pada edisi 2026.
Jika menambah enam gol, Mbappe dapat melampaui rekor Fontaine. Namun, jumlah pertandingan tersisa membuat peluang tersebut sangat menantang.
Daftar Pencetak Gol Terbanyak dari 1930 hingga 1974
Guillermo Stábile membuka sejarah top skor Piala Dunia dengan delapan gol pada 1930. Oldřich Nejedlý kemudian mencetak lima gol pada 1934.
Leônidas memimpin daftar pencetak gol pada 1938 dengan tujuh gol. Setelah itu, Ademir mengemas sembilan gol pada turnamen 1950.
Sándor Kocsis menjadi top skor 1954 dengan 11 gol. Empat tahun kemudian, Fontaine menciptakan rekor melalui 13 gol.
Edisi 1962 menghasilkan enam pencetak gol terbanyak dengan masing-masing empat gol. Mereka berasal dari Brasil, Yugoslavia, Cile, Hungaria, dan Uni Soviet.
Eusébio memimpin daftar pada 1966 dengan sembilan gol. Selanjutnya, Gerd Müller mencetak 10 gol pada edisi 1970.
Grzegorz Lato menutup periode tersebut dengan tujuh gol pada 1974. Penyerang Polandia itu tampil tajam sepanjang turnamen.
Pemenang Sepatu Emas dari 1978 hingga 2022
Mario Kempes mencetak enam gol untuk Argentina pada Piala Dunia 1978. Paolo Rossi kemudian meraih pencapaian serupa bersama Italia pada 1982.
Gary Lineker menjadi top skor 1986 dengan enam gol. Empat tahun kemudian, Salvatore Schillaci juga mengemas enam gol untuk Italia.
Oleg Salenko dan Hristo Stoichkov berbagi posisi teratas pada 1994. Keduanya sama-sama mencetak enam gol sepanjang turnamen.
Davor Šuker membawa Kroasia mencatat sejarah setelah mencetak enam gol pada 1998. Kemudian, Ronaldo Nazario mengoleksi delapan gol pada 2002.
Miroslav Klose menjadi pencetak gol terbanyak pada 2006 dengan lima gol. Thomas Müller mencatat jumlah serupa pada Piala Dunia 2010.
James Rodriguez mencuri perhatian dengan enam gol pada 2014. Selanjutnya, Harry Kane mencetak enam gol pada edisi 2018.
Mbappe menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2022 dengan delapan gol. Catatan itu juga membuktikan ketajamannya di panggung internasional.
Sepatu Emas Menjadi Penghargaan Bergengsi
Setiap pemain tentu mengutamakan gelar Piala Dunia. Namun, status pencetak gol terbanyak juga memberikan tempat khusus dalam sejarah.
Sepatu Emas berbeda dengan penghargaan Bola Emas. Pemungutan suara menentukan penerima Bola Emas sebagai pemain terbaik turnamen.
Sebaliknya, jumlah gol menentukan pemenang Sepatu Emas. Karena itu, penghargaan tersebut mengukur produktivitas pemain secara langsung.
Sejumlah legenda pernah memenangi persaingan tersebut. Mereka termasuk Fontaine, Müller, Ronaldo, Klose, James Rodriguez, Kane, dan Mbappe.
Turnamen juga pernah menghadirkan pemenang kejutan. Schillaci pada 1990 menjadi salah satu contoh paling terkenal.
James Rodriguez juga mencuri perhatian dunia pada 2014. Pemain Kolombia itu mencetak enam gol dan membawa negaranya melaju ke perempat final.
Persaingan 2026 Belum Menentukan Pemenang
Tujuh pertandingan masih akan berlangsung, termasuk laga perebutan tempat ketiga. Oleh sebab itu, posisi teratas masih dapat berubah.
Mbappe dan Messi memang memimpin dengan delapan gol. Namun, Haaland hanya membutuhkan satu gol untuk menyamai keduanya.
Kane juga dapat mengejar melalui penampilan produktif. Sementara itu, Dembele membutuhkan beberapa gol untuk merebut posisi puncak.
Pertandingan akhir biasanya menghadirkan pertahanan lebih rapat. Akibatnya, setiap peluang akan sangat menentukan.
Meski begitu, laga besar sering melahirkan kejutan. Seorang pemain dapat mencetak dua atau tiga gol dalam satu pertandingan.
Karena itu, perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 tetap terbuka. Pertandingan mendatang akan menentukan pemain yang mencatat sejarah baru.
Lengkapi informasi perjalanan Anda lewat ulasan Ekuador Bungkam Jerman, Pantai Gading Cetak Sejarah di Hari ke-15 Piala Dunia 2026.
Informasi lain yang masih berkaitan tersedia dalam laporan Adidas Luncurkan Bola Trionda Final untuk Semifinal hingga Final Piala Dunia 2026.
Dalam isu terkait, baca juga laporan Kontroversi VAR Warnai Kemenangan Argentina atas Mesir di Piala Dunia.
Baca juga laporan terkait Polisi Vietnam Tangkap 85 Orang Terkait Judi Online Piala Dunia Senilai Rp2,1 Triliun.