Olahraga
Berita Redaksi Diterbitkan Redaksi Breaking News

Kontroversi VAR Warnai Kemenangan Argentina atas Mesir di Piala Dunia

Mesir kalah dari Argentina 2-3 pada babak 16 besar Piala Dunia setelah unggul dua gol lebih dulu, sementara Mostafa Zico menyoroti keputusan wasit dan VAR.

Refli Puasa
Ditulis oleh
Founder & Developer
Profil Penulis
Dipublikasikan
08 Juli 2026 12:05 WITA
Diperbarui
08 Jul 2026 13:47
Waktu Baca
4 menit
Dibaca
20 views
Kontroversi VAR Argentina Mesir

Timnas Mesir kalah dari Argentina 2-3 dalam laga dramatis babak 16 besar Piala Dunia. Kekalahan itu memicu kekecewaan besar setelah Mostafa Zico mengkritik keras wasit dan keputusan VAR.

Mesir sempat membuka peluang menciptakan kejutan besar. Mereka unggul 2-0 sebelum Argentina bangkit dan membalikkan keadaan pada menit-menit akhir.

Enzo Fernandez kemudian mencetak gol kemenangan Argentina pada masa tambahan waktu. Gol itu memastikan juara bertahan melaju ke perempat final.

Namun, laga tersebut meninggalkan perdebatan panjang. Mesir menilai sejumlah keputusan penting merugikan mereka dalam momen krusial pertandingan.

Zico Soroti Gol yang Dianulir VAR

Mostafa Zico menjadi salah satu pemain yang paling kecewa setelah pertandingan. Ia sempat mencetak gol indah, tetapi wasit menganulirnya setelah pemeriksaan VAR.

VAR menilai ada pelanggaran dalam proses serangan sebelum gol terjadi. Keputusan itu langsung menjadi salah satu titik panas laga Mesir melawan Argentina.

Selain itu, kubu Mesir juga memprotes insiden Mohamed Salah di kotak penalti. Salah terjatuh beberapa saat sebelum Fernandez mencetak gol penentu kemenangan.

Para pemain Mesir merasa mereka layak mendapat penalti. Namun, tayangan ulang menunjukkan pemain Argentina lebih dulu mendapatkan bola dalam duel tersebut.

Meski begitu, Zico tetap menyampaikan kritik tajam setelah laga. Ia menilai kepemimpinan wasit tidak berpihak adil kepada timnya.

“Pertandingan ini seperti sudah diatur. Ini bukan kesalahan kami,” kata Zico dengan nada emosional seusai pertandingan.

Argentina Bangkit Setelah Tertinggal Dua Gol

Mesir sebenarnya tampil percaya diri sejak awal pertandingan. Mereka mampu menekan Argentina dan menciptakan keunggulan dua gol.

Namun, Argentina menunjukkan mental juara bertahan. Lionel Messi memimpin kebangkitan timnya saat Mesir mulai kehilangan kendali permainan.

Tekanan Argentina meningkat tajam pada fase akhir laga. Sementara itu, Mesir kesulitan mempertahankan struktur pertahanan setelah unggul 2-0.

Zico mengakui Mesir tidak pernah merasa pertandingan sudah selesai. Menurutnya, mereka tahu Argentina merupakan juara dunia dan favorit kuat.

“Kami tahu sejak awal akan menghadapi tim sangat kuat,” ujar Zico. Ia menilai Argentina tetap memiliki kualitas besar sepanjang laga.

Namun, Zico menegaskan kekalahan akan terasa berbeda jika Argentina menang murni karena performa mereka. Pernyataan itu kembali menegaskan kekecewaannya terhadap keputusan wasit.

Perdebatan VAR Kembali Menguat

Kontroversi VAR kembali menjadi sorotan setelah laga Mesir kalah dari Argentina. Dua keputusan besar dalam pertandingan itu memicu diskusi luas.

Secara teknis, sejumlah keputusan VAR dinilai masih bisa dipertanggungjawabkan. Namun, banyak pihak mempertanyakan seberapa jauh VAR harus memengaruhi alur pertandingan.

Salah satu perdebatan muncul ketika VAR meninjau proses serangan dari jarak cukup jauh. Pemeriksaan itu kemudian membatalkan gol Mesir karena kontak dalam build-up.

Kritik terhadap VAR juga muncul dalam laga lain, termasuk Kroasia melawan Portugal. Karena itu, penggunaan teknologi dalam sepak bola kembali menjadi topik sensitif.

Banyak pihak mendukung teknologi demi keadilan. Namun, sebagian penggemar menilai intervensi berlebihan dapat mengurangi keindahan dan spontanitas permainan.

Dalam kasus Mesir, kekecewaan terhadap VAR memang besar. Akan tetapi, Mesir juga gagal menjaga keunggulan dua gol pada fase penting laga.

Messi Pimpin Comeback Argentina

Terlepas dari kontroversi, Argentina menunjukkan kualitas sebagai juara bertahan. Mereka mencetak tiga gol beruntun dan menghentikan perjalanan bersejarah Mesir.

Lionel Messi kembali memainkan peran penting dalam kebangkitan Argentina. Kapten Argentina itu mengatur ritme, membangkitkan tim, dan menjaga tekanan sampai akhir.

Zico sempat menjawab kekecewaan setelah gol pertamanya dianulir. Ia mencetak gol lagi untuk membawa Mesir unggul dua gol.

Namun, keunggulan itu tidak cukup untuk membawa Mesir melaju. Argentina tetap menemukan jalan keluar melalui tekanan intens dan penyelesaian akhir yang menentukan.

Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Mesir. Mereka hampir menciptakan kejutan besar, tetapi akhirnya harus menerima kenyataan pahit.

Pada akhirnya, Mesir kalah dari Argentina bukan hanya karena kontroversi wasit dan VAR. Mereka juga kehilangan kontrol saat Argentina meningkatkan tempo pada menit-menit akhir.

Untuk konteks tambahan, simak laporan Adidas Luncurkan Bola Trionda Final untuk Semifinal hingga Final Piala Dunia 2026.

Informasi lain yang masih berkaitan tersedia dalam laporan Polisi Vietnam Tangkap 85 Orang Terkait Judi Online Piala Dunia Senilai Rp2,1 Triliun.

Bagikan Artikel
Facebook X WhatsApp Link disalin
Sumber & Atribusi

Transparansi Redaksi

Sumber

Informasi sumber ditampilkan untuk transparansi redaksi dan atribusi pemberitaan.

Topik terkait:
Refli Puasa
Tentang Penulis

Refli Puasa — Founder & Developer

Refli Hertanto Puasa adalah pendiri dan pengembang Manado.news yang bergabung di dunia jurnalistik sejak 2009. Ia memiliki minat pada fotografi, videografi dan traveling, dengan ke...

Redaksi manado.news

Koreksi atau informasi tambahan?

Pembaca dapat menghubungi redaksi untuk memberikan koreksi, data tambahan, atau klarifikasi terkait berita ini.

Hubungi Redaksi