Olahraga
Berita Redaksi Diterbitkan Redaksi Breaking News

FIFA Buka Perkara Disiplin terhadap Argentina Seusai Final Piala Dunia 2026

FIFA menyelidiki pemain Argentina terkait keributan melawan Spanyol serta spanduk politik setelah semifinal menghadapi Inggris.

Refli Puasa
Ditulis oleh
Founder & Developer
Profil Penulis
Dipublikasikan
30 Juli 2026 16:54 WITA
Diperbarui
30 Jul 2026 17:51
Waktu Baca
4 menit
Dibaca
17 views
FIFA buka perkara disiplin Argentina

ZURICHFIFA membuka perkara disiplin terhadap Argentina setelah sejumlah insiden pada Piala Dunia 2026.

Kasus tersebut mencakup keributan seusai final melawan Spanyol dan spanduk politik setelah semifinal menghadapi Inggris.

Gelandang Argentina Leandro Paredes menghadapi tiga tuduhan penyerangan dalam bentrokan setelah pertandingan final.

Sementara itu, bek Nahuel Molina menghadapi dua tuduhan serupa terkait insiden tersebut.

Anggota staf pelatih Roberto Ayala juga menghadapi satu tuduhan penyerangan.

FIFA turut memproses Molina dan Thiago Almada atas dugaan perilaku tidak sportif.

Gelandang Spanyol Gavi menghadapi tuduhan serupa karena keterlibatannya dalam keributan setelah laga.

Insiden terjadi setelah Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 pada final, 19 Juli 2026.

Namun, FIFA belum menjatuhkan hukuman kepada pemain, pelatih, maupun federasi terkait perkara tersebut.

Seluruh pihak masih memiliki kesempatan untuk menyampaikan pembelaan kepada Komite Disiplin FIFA.

Leandro Paredes Hadapi Tiga Tuduhan Penyerangan

Keributan pecah beberapa saat setelah pertandingan final berakhir.

Sejumlah pemain Argentina dan Spanyol terlibat perselisihan di lapangan.

FIFA kemudian menelaah rekaman pertandingan dan laporan resmi dari petugas laga.

Hasil pemeriksaan awal menghasilkan beberapa tuduhan terhadap pemain serta anggota staf Argentina.

Leandro Paredes menghadapi jumlah tuduhan terbanyak dalam perkara tersebut.

Sementara itu, Nahuel Molina menghadapi perkara penyerangan dan perilaku tidak sportif.

Roberto Ayala juga masuk dalam daftar pihak yang menghadapi proses disipliner.

Selain mereka, Thiago Almada menghadapi pemeriksaan karena dugaan tindakan tidak sportif.

FIFA belum mengumumkan bentuk hukuman yang mungkin mereka terima.

Namun, Komite Disiplin dapat menjatuhkan larangan bermain, denda, atau sanksi lainnya.

Keputusan akan bergantung pada bukti serta tanggapan setiap pihak yang terlibat.

Karena itu, perkara disiplin Argentina masih berada dalam tahap pemeriksaan.

Daftar perkara FIFA juga mencakup dugaan nyanyian dan gerakan diskriminatif pendukung Argentina.

Selain itu, federasi menghadapi laporan mengenai pelemparan benda oleh penonton dalam beberapa pertandingan.

Seorang asisten pelatih juga menghadapi dugaan penyerangan setelah pertandingan final.

Berbagai laporan tersebut memperluas pemeriksaan FIFA terhadap perilaku tim dan suporternya.

Federasi Sepak Bola Argentina belum menerima keputusan akhir atas seluruh dugaan pelanggaran.

FIFA akan mengeluarkan putusan setelah proses penyampaian pembelaan selesai.

Spanduk Malvinas Picu Perkara terhadap Federasi Argentina

Selain keributan final, FIFA menyoroti spanduk politik yang dibawa para pemain Argentina.

Spanduk tersebut muncul setelah Argentina mengalahkan Inggris 2-1 pada semifinal.

Tulisan “Las Malvinas son Argentinas” terlihat saat para pemain merayakan kemenangan di lapangan.

Kalimat itu berarti “Malvinas adalah milik Argentina.”

Argentina menggunakan nama Islas Malvinas untuk menyebut Kepulauan Falkland.

Wilayah tersebut masih menjadi sumber sengketa kedaulatan antara Argentina dan Inggris.

Pemerintah Inggris sebelumnya meminta FIFA memeriksa tindakan para pemain Argentina.

Selanjutnya, FIFA membuka proses terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina atau AFA.

FIFA mengategorikan tindakan itu sebagai penggunaan acara olahraga untuk demonstrasi nonolahraga.

Aturan FIFA melarang penggunaan pertandingan untuk menyampaikan pesan politik tertentu.

Oleh sebab itu, AFA dapat menghadapi sanksi apabila Komite Disiplin membuktikan pelanggaran.

Kasus spanduk tersebut berbeda dari tuduhan terhadap Paredes, Molina, Almada, dan Ayala.

Meski demikian, seluruh perkara berkaitan dengan perilaku Argentina selama Piala Dunia 2026.

Sengketa Kepulauan Falkland atau Malvinas telah berlangsung selama puluhan tahun.

Argentina pernah menginvasi kepulauan tersebut pada 1982 di bawah pemerintahan militer.

Tindakan itu memicu perang dengan Inggris yang berlangsung sekitar sepuluh pekan.

Inggris memenangkan konflik tersebut dan tetap menguasai Kepulauan Falkland hingga kini.

Namun, Argentina terus mempertahankan klaim kedaulatannya atas wilayah tersebut.

Karena latar belakang itu, spanduk tersebut memicu reaksi politik dari berbagai pihak.

FIFA Beri Kesempatan Argentina Menyampaikan Pembelaan

FIFA menegaskan seluruh pemain, staf, dan organisasi terkait telah menerima pemberitahuan resmi.

Mereka kini dapat menyampaikan posisi serta bukti pendukung dalam proses disipliner.

Komite Disiplin FIFA akan menelaah seluruh tanggapan sebelum mengambil keputusan.

Karena itu, status perkara belum berarti seluruh pihak terbukti bersalah.

Proses tersebut harus menentukan tanggung jawab setiap individu dan organisasi secara terpisah.

Komite juga akan menilai tingkat pelanggaran serta dampaknya terhadap pertandingan.

Apabila terbukti, FIFA dapat memberikan hukuman berdasarkan kode disiplin yang berlaku.

Sanksi dapat memengaruhi pertandingan internasional Argentina setelah Piala Dunia 2026.

Namun, FIFA belum mengumumkan jadwal penerbitan putusan akhir.

Federasi Argentina juga masih menunggu hasil pemeriksaan seluruh tuduhan.

Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan kekerasan, perilaku suporter, dan pesan politik.

Selain itu, perkara tersebut muncul setelah Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia.

Spanyol merebut gelar setelah memenangkan final dengan skor tipis 1-0.

Kini, perhatian beralih kepada keputusan Komite Disiplin FIFA terhadap semua pihak terkait.

Putusan tersebut akan menentukan sanksi bagi pemain, staf, dan Federasi Sepak Bola Argentina.

Berita Terkait

Informasi prestasi lainnya tersedia dalam laporan Spanyol Kantongi Rp815 Miliar usai Juara Piala Dunia 2026, Begini Alur Pembagiannya.

Dalam isu terkait, baca juga laporan Kontroversi VAR Warnai Kemenangan Argentina atas Mesir di Piala Dunia.

Informasi lain yang masih berkaitan tersedia dalam laporan Adidas Luncurkan Bola Trionda Final untuk Semifinal hingga Final Piala Dunia

Baca juga laporan terkait Perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 Memanas, Mbappe dan Messi Sama-Sama Cetak Delapan Gol.2026.

Bagikan Artikel
Facebook X WhatsApp Link disalin
Rekomendasi Redaksi

Berita Terkait

Dipilih otomatis berdasarkan topik, kategori, wilayah, tag, popularitas, dan kedekatan isi berita.

6 rekomendasi
Topik terkait:
Refli Puasa
Tentang Penulis

Refli Puasa — Founder & Developer

Refli Hertanto Puasa adalah pendiri dan pengembang Manado.news yang bergabung di dunia jurnalistik sejak 2009. Ia memiliki minat pada fotografi, videografi dan traveling, dengan ke...

Redaksi manado.news

Koreksi atau informasi tambahan?

Pembaca dapat menghubungi redaksi untuk memberikan koreksi, data tambahan, atau klarifikasi terkait berita ini.

Hubungi Redaksi