Lewati ke konten utama
Manado.news Newsroom
Waktu Indonesia Tengah Minggu, 08 November 2026
Pemerintahan
Berita Redaksi Diterbitkan Redaksi Bolaang Mongondow Utara Headline

Bupati Boltara Gerak Cepat Normalisasi Irigasi Petani Ollot Bersatu

Bupati Boltara Sirajudin Lasena menerjunkan alat berat untuk normalisasi irigasi petani Ollot Bersatu. Saluran sepanjang sekitar 200 meter mengalami pendangkalan dan penyumbatan.

Refli Puasa
Ditulis oleh
Founder & Developer
Profil Penulis
Dipublikasikan
25 Juni 2026 14:23 WITA
Waktu Baca
2 menit
Dibaca
1,051 views
Bupati Boltara
Bupati Boltara Sirajudin Lasena menerjunkan alat berat untuk normalisasi irigasi petani Ollot Bersatu

BOLMUT — Bupati Boltara Sirajudin Lasena bergerak cepat menindaklanjuti keluhan petani Ollot Bersatu terkait irigasi yang mengalami pendangkalan dan penyumbatan.

Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara langsung menerjunkan alat berat untuk melakukan normalisasi saluran irigasi. Langkah ini bertujuan memperlancar aliran air menuju area persawahan petani.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Boltara, Abdul Jalil Pandialang, mengatakan panjang saluran yang dinormalisasi mencapai sekitar 200 meter.

“Ada sekitar 200 meter yang akan dinormalisasi. Saat ini sementara dikerjakan menggunakan alat berat,” ujar Pandialang, Selasa (23/6/2026).

Tiga Wilayah Persawahan Terdampak

Menurut Pandialang, pendangkalan dan penyumbatan irigasi tersebut berdampak pada tiga lokasi persawahan milik petani. Ketiga lokasi itu berada di wilayah Ollot Induk, Ollot Satu, dan Desa Sonuo.

Ia menjelaskan, normalisasi irigasi dilakukan agar suplai air kembali lancar. Dengan begitu, aktivitas pertanian warga dapat berjalan lebih optimal.

Selain itu, tindakan cepat ini menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan petani. Sebab, irigasi menjadi infrastruktur penting dalam menjaga produktivitas sawah.

Bupati Sirajudin Lasena sebelumnya turun meninjau langsung keluhan petani di wilayah Ollot Bersatu. Setelah itu, pemerintah daerah segera menggerakkan instansi teknis untuk menangani saluran tersebut.

Pemkab Boltara Perkuat Dukungan Sektor Pertanian

Normalisasi irigasi petani Ollot Bersatu menjadi bagian dari komitmen Pemkab Boltara dalam mendukung sektor pertanian. Pemerintah daerah menilai petani membutuhkan akses air yang stabil untuk menjaga hasil panen.

Karena itu, perbaikan saluran irigasi tidak boleh menunggu terlalu lama. Apalagi, pendangkalan dan penyumbatan dapat mengganggu jadwal tanam serta kebutuhan air persawahan.

Pemkab Boltara berharap pekerjaan normalisasi ini memberi dampak langsung bagi petani. Selanjutnya, saluran yang kembali lancar dapat menunjang produksi pertanian di Ollot Induk, Ollot Satu, dan Sonuo.

Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat menjaga saluran irigasi bersama. Dengan perawatan berkelanjutan, fungsi irigasi dapat bertahan lebih lama dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Baca komitmen Sirajudin Lasena usai arahan Presiden Prabowo di PENAS XVII dalam memperkuat sektor petani dan nelayan Boltara.

Simak kebijakan Dinas PUPR Boltara yang melarang penggunaan pompa air langsung pada jaringan distribusi demi menjaga layanan air bersih.

Ketahui langkah BPKPD Boltara saat menyerahkan SKPD Pajak Reklame dan mendorong wajib pajak membayar lebih mudah melalui QRIS.

Ikuti kegiatan Kwarcab Boltara dalam pembukaan KMD Pramuka untuk mencetak pembina yang profesional, berkarakter, dan berintegritas.

Bagikan Artikel
Facebook X WhatsApp Link disalin
Refli Puasa
Tentang Penulis

Refli Puasa — Founder & Developer

Refli Hertanto Puasa adalah pendiri dan pengembang Manado.news yang bergabung di dunia jurnalistik sejak 2009. Ia memiliki minat pada fotografi, videografi dan traveling, dengan ke...

Ikuti Kami

Dapatkan kabar terbaru Manado.news.

Lanjut Membaca

Berita selanjutnya di Manado.news
tempat peribadatan Kota Manado
Religi Manado 25/06/2026 13:50 WITA

Kota Manado Miliki 994 Tempat Peribadatan, Gereja Protestan Terbanyak

Baca berita selanjutnya
Redaksi manado.news

Koreksi atau informasi tambahan?

Pembaca dapat menghubungi redaksi untuk memberikan koreksi, data tambahan, atau klarifikasi terkait berita ini.

Hubungi Redaksi