BOLMUT — Bupati Boltara Sirajudin Lasena bergerak cepat menindaklanjuti keluhan petani Ollot Bersatu terkait irigasi yang mengalami pendangkalan dan penyumbatan.
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara langsung menerjunkan alat berat untuk melakukan normalisasi saluran irigasi. Langkah ini bertujuan memperlancar aliran air menuju area persawahan petani.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Boltara, Abdul Jalil Pandialang, mengatakan panjang saluran yang dinormalisasi mencapai sekitar 200 meter.
“Ada sekitar 200 meter yang akan dinormalisasi. Saat ini sementara dikerjakan menggunakan alat berat,” ujar Pandialang, Selasa (23/6/2026).
Tiga Wilayah Persawahan Terdampak
Menurut Pandialang, pendangkalan dan penyumbatan irigasi tersebut berdampak pada tiga lokasi persawahan milik petani. Ketiga lokasi itu berada di wilayah Ollot Induk, Ollot Satu, dan Desa Sonuo.
Ia menjelaskan, normalisasi irigasi dilakukan agar suplai air kembali lancar. Dengan begitu, aktivitas pertanian warga dapat berjalan lebih optimal.
Selain itu, tindakan cepat ini menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan petani. Sebab, irigasi menjadi infrastruktur penting dalam menjaga produktivitas sawah.
Bupati Sirajudin Lasena sebelumnya turun meninjau langsung keluhan petani di wilayah Ollot Bersatu. Setelah itu, pemerintah daerah segera menggerakkan instansi teknis untuk menangani saluran tersebut.
Pemkab Boltara Perkuat Dukungan Sektor Pertanian
Normalisasi irigasi petani Ollot Bersatu menjadi bagian dari komitmen Pemkab Boltara dalam mendukung sektor pertanian. Pemerintah daerah menilai petani membutuhkan akses air yang stabil untuk menjaga hasil panen.
Karena itu, perbaikan saluran irigasi tidak boleh menunggu terlalu lama. Apalagi, pendangkalan dan penyumbatan dapat mengganggu jadwal tanam serta kebutuhan air persawahan.
Pemkab Boltara berharap pekerjaan normalisasi ini memberi dampak langsung bagi petani. Selanjutnya, saluran yang kembali lancar dapat menunjang produksi pertanian di Ollot Induk, Ollot Satu, dan Sonuo.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat menjaga saluran irigasi bersama. Dengan perawatan berkelanjutan, fungsi irigasi dapat bertahan lebih lama dan mendukung ketahanan pangan daerah.