MANADO — Pengurus Srikandi Jaga Desa Sulut tingkat provinsi dan kabupaten/kota dikukuhkan di Aula Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Senin, 10 Agustus 2026.
Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang menghadiri kegiatan tersebut.
Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional atau ABPEDNAS Sulawesi Utara menyelenggarakan agenda pengukuhan itu.
Kegiatan tersebut mencakup DPD Srikandi Jaga Desa Sulut dan DPC Srikandi Jaga Desa se-Sulawesi Utara.
Andrei Angouw menyambut para pengurus dan peserta yang datang dari berbagai daerah.
Ia juga menyampaikan selamat kepada pengurus yang telah menerima amanah organisasi.
Menurut Andrei, Srikandi Jaga Desa Sulut memiliki peluang untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan.
Kontribusi tersebut dapat dimulai dari desa dan berkembang untuk mendukung pembangunan Sulawesi Utara serta Indonesia.
Andrei berharap organisasi itu mampu menggerakkan potensi perempuan dalam berbagai program pembangunan desa.
Selain itu, kolaborasi antardaerah dapat memperkuat pelaksanaan program yang langsung menyentuh masyarakat.
Andrei Angouw Dorong Srikandi Berkontribusi dari Desa
Dalam sambutannya, Andrei Angouw mengucapkan selamat datang kepada seluruh pengurus DPD dan DPC.
Ia mewakili masyarakat dan jajaran Pemkot Manado menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Andrei berharap pengukuhan tidak berhenti sebagai agenda organisasi semata.
Sebaliknya, pengurus perlu menghasilkan kegiatan yang memberikan manfaat konkret bagi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan Indonesia dapat tumbuh lebih kuat melalui kontribusi dari tingkat desa.
Karena itu, Srikandi Jaga Desa Sulut diharapkan mengambil bagian dalam proses tersebut.
Keterlibatan perempuan juga dapat memperluas jangkauan berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, organisasi dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya.
Andrei berharap semangat para pengurus dapat berkembang di seluruh kabupaten dan kota Sulawesi Utara.
Ia juga menginginkan organisasi tersebut mampu mendukung berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
Kehadiran pengurus dari berbagai daerah membuka peluang pertukaran gagasan dan pengalaman.
Dengan demikian, program organisasi dapat menyesuaikan karakter serta kebutuhan setiap desa.
Kajati Sulut Apresiasi Kolaborasi Pemerintah Daerah
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Jacob Hendrik Pattipeilohy turut menghadiri kegiatan tersebut.
Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap pengukuhan pengurus Srikandi Jaga Desa Sulut.
Menurut Jacob, keterlibatan kepala daerah menunjukkan kepedulian terhadap program yang berkaitan dengan pembangunan desa.
Ia berharap pola kolaborasi tersebut dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Indonesia.
Jacob juga menyinggung pentingnya transparansi dalam pelaksanaan kebijakan dan program desa.
Menurutnya, penggunaan sistem dan aplikasi dapat membantu memperkuat keterbukaan dalam pengelolaan program.
Transparansi menjadi salah satu unsur penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan.
Selain itu, pengawasan yang baik dapat membantu mencegah penyimpangan dalam pelaksanaan kebijakan.
Kejaksaan melalui program Jaga Desa juga memiliki perhatian terhadap tata kelola pemerintahan desa.
Karena itu, kolaborasi berbagai unsur dapat membantu aparatur memahami pelaksanaan program secara lebih tertib.
Kehadiran organisasi perempuan dalam ekosistem tersebut menambah ruang partisipasi masyarakat.
Selanjutnya, pengurus dapat mengembangkan kegiatan berdasarkan kebutuhan nyata di desa masing-masing.
ABPEDNAS Siapkan Program Pangan, UMKM hingga Stunting
Ketua Umum ABPEDNAS Indra Utama menilai Sulawesi Utara memiliki potensi alam yang sangat beragam.
Daerah ini memiliki wilayah laut, pegunungan, dan danau yang dapat mendukung berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.
Potensi tersebut, menurut Indra, perlu berkembang menjadi program yang memberikan nilai tambah bagi desa.
Karena itu, ABPEDNAS menyiapkan sejumlah program strategis yang dapat melibatkan Srikandi Jaga Desa Sulut.
Program tersebut antara lain menyentuh ketahanan pangan dan pengembangan budidaya menggunakan sistem bioflok.
Selain itu, ABPEDNAS menyoroti program dapur Makan Bergizi Gratis atau MBG.
Permasalahan stunting dan pemberdayaan UMKM juga menjadi bagian dari perhatian organisasi.
Indra melihat perempuan memiliki kemampuan untuk menjangkau masyarakat secara langsung dalam pelaksanaan berbagai program tersebut.
Menurutnya, sentuhan Srikandi dapat memperkuat kegiatan pemberdayaan keluarga dan ekonomi masyarakat.
Terutama, program penanganan stunting membutuhkan pendekatan yang dekat dengan keluarga dan lingkungan desa.
UMKM juga membutuhkan pendampingan agar mampu berkembang dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Indra menyebut pengukuhan Srikandi Jaga Desa Sulut menjadi yang pertama dalam rangkaian organisasi tersebut di Indonesia.
ABPEDNAS memilih Sulawesi Utara sebagai daerah pertama untuk mengawali pengukuhan.
Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi Srikandi Jaga Desa di provinsi lainnya.
Selanjutnya, organisasi diharapkan membangun program yang sesuai dengan potensi setiap wilayah.
Pengukuhan Diharapkan Berlanjut dengan Program Nyata
Pelaksanaan pengukuhan menandai dimulainya tanggung jawab baru bagi pengurus tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Tantangan berikutnya ialah menerjemahkan struktur organisasi menjadi program yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Ketahanan pangan dapat menjadi salah satu fokus karena berkaitan langsung dengan kebutuhan rumah tangga.
Sementara itu, pemberdayaan UMKM dapat memperkuat ekonomi keluarga di kawasan pedesaan.
Program pencegahan stunting juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Karena itu, organisasi perlu membangun komunikasi dengan pemerintah, layanan kesehatan, dan masyarakat.
Selain program sosial, transparansi tata kelola desa tetap menjadi bagian penting dari semangat Jaga Desa.
Partisipasi masyarakat dapat membantu menciptakan pengawasan sekaligus memperkuat akuntabilitas.
Ketua DPD ABPEDNAS Sulawesi Utara Steven Ban Liow turut menghadiri kegiatan tersebut.
Sejumlah kepala daerah dan jajaran terkait juga mengikuti agenda pengukuhan di Kantor Wali Kota Manado.
Pada akhirnya, Srikandi Jaga Desa Sulut diharapkan mampu memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa.
Pengukuhan tersebut menjadi langkah awal sebelum organisasi menjalankan program nyata di seluruh Sulawesi Utara.
Berita Terkait
Agenda publik lainnya turut dibahas dalam laporan Wali Kota Manado Kukuhkan REDKAR 2026, Perkuat Tanggap Darurat Kebakaran.
Informasi ekonomi terkait dapat dilihat melalui laporan DPRD Manado Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Andrei Angouw Minta Rekomendasi Ditindaklanjuti.
Dalam isu terkait, baca juga laporan Manado Masuk Lima Besar Nasional PPD 2026, Andrei Angouw Paparkan 15 Program Unggulan.