MANADO — Job Fair Manado 2026 resmi dibuka Wali Kota Andrei Angouw di Star Square Manado, Rabu, 29 Juli 2026.
Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang turut mendampingi Andrei Angouw dalam pembukaan kegiatan tersebut.
Pemerintah Kota Manado menggelar bursa kerja selama dua hari, mulai 29 hingga 30 Juli 2026.
Kegiatan ini mempertemukan pencari kerja dengan sejumlah perusahaan yang menyediakan berbagai peluang pekerjaan.
Melalui Job Fair Manado 2026, masyarakat dapat memperoleh informasi lowongan secara langsung dari perusahaan peserta.
Sementara itu, perusahaan memiliki kesempatan menemukan calon tenaga kerja sesuai kebutuhan dan kualifikasi mereka.
Andrei Angouw mengapresiasi Dinas Tenaga Kerja Kota Manado dan seluruh perusahaan yang mendukung kegiatan tersebut.
Menurutnya, bursa kerja memberikan manfaat besar bagi pencari kerja maupun dunia usaha di Kota Manado.
Wali kota juga memaparkan kondisi ekonomi daerah dalam sambutannya.
Pertumbuhan ekonomi dan Produk Domestik Regional Bruto Manado tercatat berada di atas rata-rata nasional.
Selain itu, angka kemiskinan Kota Manado berada lebih rendah dibandingkan angka kemiskinan nasional.
Namun, pemerintah masih menghadapi tantangan karena tingkat pengangguran terbuka di Manado relatif tinggi.
“Anomali keadaan ini sedang kami pelajari apa masalahnya,” ujar Andrei Angouw.
Pemerintah akan terus mengkaji penyebab tingginya pengangguran di tengah pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat.
Karena itu, Job Fair Manado 2026 menjadi salah satu langkah untuk memperluas penyerapan tenaga kerja.
Wali Kota Dorong Etos Kerja dan Peningkatan Keahlian
Andrei Angouw meminta masyarakat meningkatkan etos kerja, kedisiplinan, dan kemampuan pada bidang masing-masing.
Menurutnya, setiap pekerja harus berusaha memberikan hasil terbaik, apa pun profesi yang mereka jalani.
Keahlian yang kuat akan meningkatkan nilai seseorang dalam persaingan dunia kerja.
Selain itu, perusahaan akan menghargai tenaga kerja yang profesional, produktif, dan bertanggung jawab.
“Bekerja apa pun harus menjadi yang terbaik agar menjadi ahli pada bidang masing-masing,” kata Andrei.
Ia juga mengingatkan pekerja agar menjaga kepentingan pribadi sekaligus mendukung kemajuan perusahaan.
Dengan demikian, hubungan kerja dapat memberikan manfaat bagi pekerja dan pemberi kerja.
Peserta Job Fair Manado 2026 juga mendapat dorongan untuk terus meningkatkan kompetensi.
Perubahan kebutuhan industri menuntut pencari kerja memiliki keterampilan yang relevan dan mudah menyesuaikan diri.
Oleh sebab itu, generasi muda perlu mengembangkan kemampuan teknis, komunikasi, kreativitas, dan pemecahan masalah.
Penguasaan keterampilan tersebut dapat meningkatkan peluang mereka memperoleh pekerjaan yang layak.
Sebelum pembukaan, Kepala Dinas Tenaga Kerja Manado Fadly Kasim menjelaskan tujuan kegiatan.
Ia juga memaparkan dasar hukum perekrutan tenaga kerja dan ketentuan ketenagakerjaan di Kota Manado.
Penjelasan tersebut mencakup Peraturan Daerah Kota Manado yang mengatur bidang ketenagakerjaan.
Dengan aturan itu, pemerintah ingin memastikan proses perekrutan berjalan tertib dan melindungi para pencari kerja.
Kemajuan AI Mengubah Persaingan Dunia Kerja
Andrei Angouw turut menyoroti perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence.
Menurutnya, kemajuan AI akan memengaruhi jenis pekerjaan serta kebutuhan tenaga kerja pada masa mendatang.
Karena itu, masyarakat harus mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal dalam persaingan global.
Generasi muda juga perlu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas kesempatan kerja.
Selain mencari pekerjaan, peserta Job Fair Manado 2026 harus memahami perubahan kebutuhan dunia usaha.
Perusahaan kini membutuhkan pekerja yang mampu belajar cepat dan menggunakan perangkat digital.
Kemampuan beradaptasi juga menjadi modal penting ketika teknologi mengubah sistem kerja perusahaan.
Dengan demikian, pencari kerja tidak cukup hanya mengandalkan ijazah atau pendidikan formal.
Setelah membuka kegiatan, Andrei Angouw dan Richard Sualang meninjau stan perusahaan peserta.
Keduanya berdialog dengan perwakilan perusahaan mengenai lowongan dan persyaratan yang tersedia.
Mereka juga berbincang dengan para pengunjung yang sedang mencari informasi pekerjaan.
Dalam kesempatan tersebut, wali kota memberikan semangat kepada pencari kerja agar memanfaatkan kegiatan secara maksimal.
Pembukaan acara turut dihadiri perwakilan Dinas Tenaga Kerja Sulawesi Utara dan BPJS Ketenagakerjaan.
Kepala BKAD Manado Constantine Doaly, sejumlah pengusaha, dan peserta bursa kerja juga menghadiri kegiatan.
Pemerintah Kota Manado berharap kegiatan tersebut membantu perusahaan memenuhi kebutuhan tenaga kerja.
Pada saat yang sama, masyarakat dapat menemukan pekerjaan sesuai kemampuan dan pengalaman mereka.
Melalui Job Fair Manado 2026, pemerintah menargetkan penurunan angka pengangguran secara bertahap.
Program tersebut juga diharapkan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat perekonomian daerah.
Berita Terkait
Agenda publik lainnya turut dibahas dalam laporan Wali Kota Manado Kukuhkan REDKAR 2026, Perkuat Tanggap Darurat Kebakaran.
Informasi ekonomi terkait dapat dilihat melalui laporan DPRD Manado Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Andrei Angouw Minta Rekomendasi Ditindaklanjuti.
Informasi lain yang masih berkaitan tersedia dalam laporan Andrei Angouw Lantik 25 Pejabat Pemkot Manado, Pelayanan Publik Jadi Prioritas.
Informasi lain yang masih berkaitan tersedia dalam laporan Andrei Angouw Lantik 25 Pejabat Pemkot Manado, Pelayanan Publik Jadi Prioritas.
Informasi lain yang masih berkaitan tersedia dalam laporan Evaluasi Kebersihan Manado, Andrei Angouw Optimalkan Road Sweeper di Wenang dan Sario.