BOLTIM — Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan mengingatkan seluruh personel Polres Bolaang Mongondow Timur agar mematuhi SOP penggunaan senjata api saat menjalankan tugas.
Penegasan tersebut disampaikan Kapolres Boltim saat memimpin apel pagi di Lapangan Markas Polres Boltim, Selasa (30/6/2026).
Menurut AKBP Golfried, setiap anggota wajib memahami aturan penggunaan senjata api dinas. Selain itu, personel harus menjaga kesehatan fisik agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Setiap anggota wajib mematuhi prosedur penggunaan senjata api dinas serta menjaga kesehatan fisik personel Polri,” kata Golfried dalam arahannya.
Kapolres Tekankan Profesionalisme Anggota
Kapolres Boltim menegaskan bahwa personel yang bertugas di lapangan harus mengutamakan profesionalisme. Karena itu, setiap tindakan kepolisian wajib mengikuti ketentuan yang berlaku.
Ia meminta anggota tidak mengabaikan prosedur operasional standar dalam penggunaan senjata api. Kepatuhan terhadap SOP menjadi bagian penting untuk mencegah pelanggaran.
“Setiap tindakan harus mengedepankan profesionalisme, asas proporsionalitas, dan kepatuhan terhadap prosedur operasional standar,” ujarnya.
Golfried menyebut penggunaan senjata api harus dilakukan secara terukur dan bertanggung jawab. Dengan demikian, anggota dapat menjaga keselamatan diri, masyarakat, dan pihak yang diamankan.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa tindakan di lapangan sering berlangsung dinamis. Oleh sebab itu, personel perlu memahami kondisi, risiko, dan aturan sebelum mengambil keputusan.
Antisipasi Insiden di Lapangan
Kapolres Boltim menjelaskan, penekanan terhadap SOP penggunaan senjata api juga menjadi langkah antisipatif. Terutama, setelah sejumlah insiden terjadi di daerah lain.
Ia menyinggung situasi ketika anggota kepolisian menghadapi tersangka yang membawa senjata tajam. Kondisi tersebut menuntut kesiapan fisik, mental, dan pemahaman prosedur yang kuat.
Menurut Golfried, setiap anggota harus mampu mengambil tindakan sesuai tingkat ancaman. Namun, tindakan itu tetap harus berada dalam koridor hukum dan prosedur kepolisian.
Dengan kepatuhan terhadap SOP, personel dapat mengurangi risiko kesalahan dalam pelaksanaan tugas. Selain itu, kepolisian juga dapat menjaga kepercayaan publik.
Arahan tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Boltim memperkuat kedisiplinan personel. Kapolres ingin seluruh jajaran menjalankan tugas secara humanis, tegas, dan profesional.
Disiplin dan Kesehatan Jadi Modal Utama
Selain menyoroti penggunaan senjata api, Kapolres Boltim juga meminta personel menjaga disiplin. Menurutnya, kedisiplinan menjadi dasar utama dalam pelayanan kepolisian.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi kesehatan. Personel yang sehat dapat bekerja lebih optimal dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Disiplin dan kesehatan merupakan modal utama bagi setiap anggota sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” terang Kapolres.
Apel pagi tersebut diikuti jajaran pejabat utama, perwira, bintara, dan ASN di lingkungan Polres Boltim. Kegiatan berlangsung tertib sebagai bagian dari pembinaan internal kepolisian.
Melalui arahan itu, Polres Boltim berharap kualitas pelayanan kepada masyarakat terus meningkat. Selain itu, profesionalisme personel juga diharapkan semakin kuat dalam setiap pelaksanaan tugas.