Hukum
Berita Redaksi Diterbitkan Redaksi Bolaang Mongondow Timur Breaking News Headline

Polres Boltim Tegaskan Penanganan PETI HPT Garini, Alat Berat Dipasang Garis Polisi

Penanganan PETI HPT Garini terus dilakukan Polres Boltim melalui patroli, langkah preventif, dan penegakan hukum terhadap dugaan aktivitas tambang ilegal.

Abdul Agus Heydemans
Ditulis oleh
Reporter Boltim
Profil Penulis
Dipublikasikan
08 Juli 2026 15:36 WITA
Diperbarui
08 Jul 2026 17:03
Waktu Baca
2 menit
Dibaca
17 views
dugaan tambang ilegal Boltim

Polres Bolaang Mongondow Timur menegaskan komitmen dalam penanganan PETI HPT Garini. Kepolisian menyebut sejumlah langkah telah dilakukan terhadap dugaan aktivitas pertambangan emas tanpa izin di kawasan Hutan Produksi Terbatas Garini.

Kapolres Boltim AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan memastikan proses penegakan hukum berjalan sesuai prosedur. Salah satu langkah yang telah dilakukan yakni pemasangan garis polisi pada alat berat yang diduga digunakan dalam aktivitas ilegal.

Penanganan ini menjadi perhatian karena kawasan HPT harus dijaga dari aktivitas yang melanggar aturan. Selain itu, penggunaan alat berat dalam dugaan tambang ilegal dapat menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan.

Polres Boltim juga menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat tetap menjadi dasar tindak lanjut. Karena itu, kepolisian meminta publik mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

Polres Boltim Perkuat Patroli Wilayah Rawan

Di bawah kepemimpinan AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, Polres Boltim memperkuat pengawasan di wilayah rawan. Kepolisian menjalankan patroli untuk mencegah aktivitas tambang ilegal kembali terjadi.

Langkah preventif juga terus dilakukan bersama upaya penindakan. Dengan cara itu, polisi ingin memastikan kawasan HPT Garini tetap dalam pengawasan.

Kapolres menegaskan komitmen penegakan hukum terhadap praktik pertambangan tanpa izin. Menurutnya, tindakan kepolisian harus berjalan terukur, transparan, dan sesuai ketentuan.

Pemasangan garis polisi pada alat berat menjadi bagian dari proses pengamanan awal. Selain itu, langkah tersebut menunjukkan bahwa aparat tidak membiarkan dugaan aktivitas ilegal berlangsung tanpa tindakan.

Polres Boltim juga mengajak masyarakat berperan aktif memberi informasi. Laporan warga dapat membantu aparat mendeteksi aktivitas mencurigakan di lapangan.

Namun, kepolisian tetap memerlukan proses verifikasi sebelum mengambil kesimpulan. Karena itu, setiap informasi harus ditangani berdasarkan data dan prosedur hukum.

Kepolisian Pastikan Komunikasi Tetap Terbuka

Polres Boltim turut menanggapi isu terkait dugaan kurangnya respons terhadap konfirmasi media. Pihak kepolisian memastikan komunikasi dengan pers tetap terbuka.

Menurut kepolisian, kendala teknis dalam pengiriman pesan tidak dapat langsung dimaknai sebagai penghindaran. Karena itu, publik diminta melihat proses komunikasi secara proporsional.

Polres Boltim menegaskan bahwa insan pers merupakan mitra penting dalam penyampaian informasi publik. Selain itu, media berperan mengawal penegakan hukum secara konstruktif.

Kepolisian juga mengajak media menjaga suasana daerah tetap kondusif. Kritik dan pengawasan publik tetap penting, tetapi harus berjalan dengan informasi yang akurat.

Dalam isu PETI HPT Garini, Polres Boltim menekankan pentingnya kolaborasi. Pemerintah, masyarakat, dan pers dapat bersama mendukung penanganan aktivitas ilegal.

Dengan sinergi tersebut, penegakan hukum bisa berjalan lebih kuat. Pada akhirnya, penanganan PETI HPT Garini diharapkan mampu menjaga ketertiban, melindungi lingkungan, dan memperkuat kepercayaan publik.

Dari sektor keamanan, simak juga laporan Kapolres Boltim Ingatkan Personel Patuhi SOP Penggunaan Senjata Api.

Bagikan Artikel
Facebook X WhatsApp Link disalin
Abdul Agus Heydemans
Tentang Penulis

Abdul Agus Heydemans — Reporter Boltim

Abdu Agus Heydemans adalah jurnalis biro Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara. Ia aktif meliput isu pemerintahan daerah, politik lokal, hukum, pembangunan, dan peristiw...

Redaksi manado.news

Koreksi atau informasi tambahan?

Pembaca dapat menghubungi redaksi untuk memberikan koreksi, data tambahan, atau klarifikasi terkait berita ini.

Hubungi Redaksi