ONTARIO — Sora Matsushima menjuarai United States Smash 2026 setelah mengalahkan Vladimir Sidorenko dalam final tunggal putra. Pemain Jepang itu menang 4-2 dan mencetak sejarah sebagai juara WTT Grand Smash termuda.
Matsushima menutup laga dengan skor 11-5, 13-11, 11-7, 11-4, 5-11, 11-7. Kemenangan itu sekaligus menghentikan kisah kejutan Sidorenko di Ontario, Amerika Serikat.
Pada usia 19 tahun 67 hari, Matsushima menjadi juara Grand Smash termuda. Ia melewati rekor Lin Shidong yang menjuarai China Smash 2024 pada usia 19 tahun 171 hari.
Selain itu, Matsushima menjadi pemain non-China kedua yang mampu merebut gelar tunggal putra WTT Grand Smash. Capaian tersebut membuat namanya masuk sejarah tenis meja dunia.
Matsushima Tampil Agresif Sejak Gim Pertama
Sora Matsushima langsung menekan sejak awal pertandingan. Ia memainkan serangan cepat dan memaksa Sidorenko bertahan lebih dalam.
Gim pertama berjalan sangat cepat. Matsushima menutup gim pembuka dalam waktu kurang dari sembilan menit.
Sidorenko mencoba menaikkan tempo pada gim kedua. Namun, Matsushima tetap menjaga tekanan dengan pukulan-pukulan tajam dari belakang meja.
Pertarungan gim kedua berlangsung lebih ketat. Kedua pemain sempat imbang setelah 18 poin.
Sidorenko sempat membuka peluang untuk merebut gim. Namun, Matsushima mampu menyelamatkan tekanan dan akhirnya mengambil gim kedua dengan skor 13-11.
Sidorenko Sempat Bermasalah Secara Fisik
Vladimir Sidorenko datang ke final dengan cerita besar. Ia tampil di Grand Smash keduanya dan mencuri perhatian publik Ontario.
Dalam perjalanan menuju final, Sidorenko menyingkirkan sejumlah nama kuat. Ia mengalahkan Truls Moregard, Tomokazu Harimoto, dan Benedikt Duda.
Namun, final melawan Matsushima berjalan lebih berat. Setelah gim kedua, Sidorenko terlihat memegang bagian pangkal paha.
Ia juga memberi sinyal kepada pelatihnya. Kondisi itu menunjukkan dirinya mengalami ketidaknyamanan fisik.
Meski begitu, belum jelas apakah Sidorenko bermain dengan cedera. Namun, situasi tersebut memengaruhi ritme pertandingan.
Pemain Jepang Kuasai Momentum
Matsushima langsung mengambil kendali setelah momen tersebut. Ia memenangkan 10 dari 14 poin terakhir pada gim ketiga.
Hasil itu membuat pemain peringkat enam dunia tersebut unggul 2-1. Setelah itu, kepercayaan dirinya semakin meningkat.
Pada gim keempat, Matsushima tampil semakin lepas. Ia mengepalkan tangan dan berteriak saat unggul 7-3.
Sidorenko terus mencoba mengejar. Namun, Matsushima menjaga jarak poin dengan pukulan yang lebih stabil.
Gim keempat akhirnya menjadi milik Matsushima. Ia hanya membutuhkan satu gim lagi untuk mengunci gelar bersejarah.
Sidorenko Beri Perlawanan pada Gim Kelima
Sidorenko tidak menyerah meski tertinggal jauh. Ia meningkatkan agresivitas pada gim kelima.
Strategi itu berhasil memberi hasil positif. Sidorenko merebut gim kelima dengan skor 11-5.
Kemenangan tersebut memperpanjang napas pemain wildcard itu. Selain itu, publik kembali melihat peluang kebangkitan seperti laga semifinal.
Namun, Matsushima tidak membiarkan tekanan berkembang lebih lama. Ia kembali mengatur permainan pada gim keenam.
Sidorenko sempat memulai gim keenam dengan baik. Akan tetapi, Matsushima menemukan celah dan menekan dari belakang meja.
Championship Point Ditutup dengan Gaya
Matsushima akhirnya menuntaskan pertandingan pada gim keenam. Ia meraih championship point dengan serangan kuat dari belakang meja.
Pukulan kerasnya membuat Sidorenko kesulitan mengembalikan bola. Setelah itu, Matsushima memastikan gelar United States Smash 2026.
Dalam pernyataannya, Matsushima mengaku sangat bahagia meraih gelar Grand Smash pertamanya. Ia menyebut kemenangan ini memberi kepercayaan diri besar.
Ia juga mengakui final berjalan sulit. Selain tekanan pertandingan, Matsushima sempat merasakan kendala fisik.
Meski demikian, pemain muda Jepang itu mampu bertahan. Ia tetap sabar dan berjuang untuk setiap poin.
Gelar Ini Angkat Kepercayaan Diri Matsushima
Sora Matsushima menilai Sidorenko sebagai lawan berat. Ia mengetahui Sidorenko telah mengalahkan beberapa pemain Jepang.
Selain itu, Sidorenko juga menyingkirkan Truls Moregard. Menurut Matsushima, catatan itu membuat final terasa tidak mudah.
Namun, ia mampu menjaga kesabaran sepanjang pertandingan. Dengan cara itu, Matsushima berhasil melewati tekanan dan menutup laga.
Gelar ini memberi dorongan besar bagi kariernya. Apalagi, ia mencatat sejarah pada usia yang masih sangat muda.
United States Smash 2026 pun berakhir dengan cerita besar. Matsushima naik sebagai juara, sementara Sidorenko tetap mendapat apresiasi atas perjalanan mengejutkan.
Dalam isu terkait, baca juga laporan Vladimir Sidorenko ke Final United States Smash 2026 Usai Singkirkan Truls Moregard.