BONE BOLANGO — Taekwondo PPLPD Boltara sukses mencatat hasil gemilang pada Open Tournament Zubo Fighter Cup 3 Piala Kapolres Bone Bolango, yang berlangsung di GOR Oginawa, Kabupaten Bone Bolango, 26–28 Juni 2026.
Tim Taekwondo PPLPD Kabupaten Bolaang Mongondow Utara berhasil mengumpulkan total 5 medali. Capaian tersebut terdiri dari 4 medali emas dan 1 medali perak dari 5 atlet putri yang diturunkan.
Tambahan medali terbaru datang dari Aqyla Pontoh dan Siti Nursyafira Ratusmanga. Aqyla Pontoh meraih medali emas di kelas under 51 kilogram cadet putri, sedangkan Siti Nursyafira Ratusmanga menyumbang medali perak di kelas under 47 kilogram cadet putri.
Hasil ini memperkuat posisi Taekwondo PPLPD Boltara sebagai kontingen undangan yang mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan atlet dari Provinsi Gorontalo. Selain itu, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet muda Boltara terus menunjukkan perkembangan positif.
Boltara Tambah Emas dan Perak dari Kategori Cadet Putri
Taekwondo PPLPD Boltara kembali menambah koleksi medali pada lanjutan Zubo Fighter Cup 3. Dua atlet yang turun hari ini berhasil mempersembahkan hasil penting bagi kontingen Boltara.
Aqyla Pontoh tampil kuat di kelas under 51 kilogram cadet putri. Ia berhasil meraih medali emas dan menambah keunggulan perolehan medali tim.
Sementara itu, Siti Nursyafira Ratusmanga juga menunjukkan perjuangan maksimal. Ia meraih medali perak pada kelas under 47 kilogram cadet putri.
Tambahan dua medali ini melengkapi pencapaian sebelumnya. Dengan demikian, seluruh atlet putri yang diturunkan Boltara berhasil memberi kontribusi medali.
Capaian tersebut menjadi hasil yang sangat positif. Sebab, Boltara hanya menurunkan lima atlet dari kategori pra cadet dan cadet putri dalam turnamen terbuka ini.
Total 5 Medali dari 5 Atlet Putri
Secara keseluruhan, Tim Taekwondo PPLPD Boltara meraih 5 medali di Open Tournament Zubo Fighter Cup 3. Rinciannya terdiri dari 4 medali emas dan 1 medali perak.
Sebelumnya, medali emas dipersembahkan oleh Meisya Lampangulu dari kelas under 25 kilogram pra cadet putri. Adelia Van Gobel juga meraih emas dari kelas under 28 kilogram pra cadet putri.
Selain itu, Ayunda Thayeb turut menyumbangkan medali emas setelah tampil maksimal di partai final. Hasil tersebut kemudian dilengkapi emas dari Aqyla Pontoh dan perak dari Siti Nursyafira Ratusmanga.
Dengan hasil ini, lima atlet yang diturunkan Taekwondo PPLPD Boltara seluruhnya berhasil naik podium. Prestasi tersebut menjadi catatan membanggakan bagi pembinaan olahraga pelajar di Boltara.
Berikut perolehan medali sementara Tim Taekwondo PPLPD Boltara:
Meisya Lampangulu, medali emas under 25 kilogram pra cadet putri.
Adelia Van Gobel, medali emas under 28 kilogram pra cadet putri.
Ayunda Thayeb, medali emas.
Aqyla Pontoh, medali emas under 51 kilogram cadet putri.
Siti Nursyafira Ratusmanga, medali perak under 47 kilogram cadet putri.
Zubo Fighter Cup 3 Diikuti 393 Atlet
Open Tournament Zubo Fighter Cup 3 Piala Kapolres Bone Bolango menjadi ajang kompetitif bagi atlet taekwondo. Kejuaraan ini diikuti 393 atlet dari berbagai kategori.
Para peserta bertanding pada kategori pra cadet, cadet, junior, hingga senior. Nomor yang dipertandingkan meliputi poomsae atau jurus dan kyorugi atau tarung.
Peserta berasal dari berbagai wilayah di Provinsi Gorontalo. Sementara itu, Boltara hadir sebagai undangan khusus dari luar daerah.
Keikutsertaan Boltara dalam turnamen ini tidak hanya mengejar medali. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi sarana menambah pengalaman, jam terbang, dan mental bertanding atlet muda.
Strategi menurunkan atlet pra cadet dan cadet menunjukkan arah pembinaan jangka panjang. Dengan cara ini, regenerasi atlet Taekwondo Boltara dapat berjalan lebih terukur.
PPLPD Jadi Penggerak Regenerasi Atlet Boltara
Prestasi Taekwondo PPLPD Boltara tidak datang secara instan. Para atlet menjalani latihan yang kontinyu, terprogram, dan diarahkan melalui pembinaan olahraga pelajar.
Program PPLPD Boltara menjadi salah satu wadah penting dalam menyiapkan atlet muda. Melalui program ini, atlet mendapat pembinaan teknik, fisik, disiplin, dan mental kompetisi.
Selain itu, dukungan Dinas Pemuda dan Olahraga turut memperkuat proses pembinaan. Fasilitasi dari pemerintah daerah memberi ruang bagi atlet untuk berkembang dan mengikuti turnamen di luar daerah.
Pengurus Taekwondo Boltara juga berperan dalam mendampingi atlet. Kolaborasi ini membuat proses pembinaan berjalan lebih solid.
Dengan hasil 5 medali dari 5 atlet, Taekwondo PPLPD Boltara menunjukkan potensi besar. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi untuk meningkatkan pembinaan atlet daerah pada masa mendatang.
Prestasi Boltara Jadi Modal Kompetisi Berikutnya
Hasil di Zubo Fighter Cup 3 memberi kepercayaan diri baru bagi atlet Taekwondo PPLPD Boltara. Mereka tidak hanya pulang membawa medali, tetapi juga pengalaman penting dari arena kompetisi.
Persaingan ketat dengan atlet Gorontalo menjadi pelajaran berharga. Para atlet muda Boltara dapat mengukur kemampuan dan memperbaiki kekurangan untuk ajang berikutnya.
Selain itu, capaian ini memperlihatkan bahwa pembinaan usia dini memiliki dampak nyata. Jika program PPLPD terus berlanjut, peluang Boltara melahirkan atlet berprestasi semakin terbuka.
Dukungan Pemda Boltara, Dispora, pelatih, orang tua, dan pengurus taekwondo menjadi faktor penting. Karena itu, pembinaan harus terus dijaga agar prestasi tidak berhenti pada satu turnamen.
Taekwondo PPLPD Boltara kini membawa pesan kuat dari Bone Bolango. Atlet muda daerah mampu bersaing, berprestasi, dan mengharumkan nama Boltara di ajang terbuka.