MANADO — Kebakaran Manado Agustus 2026 meningkat tajam dengan 49 kejadian hanya dalam periode 1–11 Agustus.
Kepala Damkarmat Kota Manado Jimmy Charles Rotinsulu menyampaikan data tersebut, Selasa, 11 Agustus 2026.
Angka itu mendekati total 61 kejadian yang tercatat sepanjang Juli 2026.
Sementara itu, Juni hanya mencatat tiga kejadian pemadaman alang-alang dan lahan.
Damkarmat menilai pembakaran sampah sembarangan menjadi salah satu pemicu utama kejadian tersebut.
Selain itu, puntung rokok yang warga buang sembarangan berpotensi memicu api pada lahan kering.
Jimmy meminta masyarakat menghentikan pembakaran sampah, terutama ketika kondisi cuaca meningkatkan risiko kebakaran.
Ia juga mengingatkan warga tidak membuang puntung rokok pada rumput, semak, atau lokasi mudah terbakar.
“Stop membakar sampah atau membuang rokok sembarangan karena bisa berakibat fatal,” tegas Jimmy.
Menurutnya, kewaspadaan masyarakat sangat penting selama periode cuaca kering berlangsung.
Mapanget Catat Kebakaran Terbanyak pada Agustus
Rekap kebakaran Manado Agustus 2026 menunjukkan Kecamatan Mapanget mencatat kejadian paling banyak.
Hingga 11 Agustus, Damkarmat mencatat 14 kejadian di wilayah tersebut.
Malalayang menyusul dengan 10 kejadian, termasuk penanganan pohon dan tumpukan kayu.
Wanea serta Bunaken Darat masing-masing mencatat lima kejadian.
Tuminting memiliki tiga kejadian pemadaman alang-alang dan lahan.
Sementara itu, Wenang, Tikala, Paal Dua, dan Singkil masing-masing mencatat dua kejadian.
Kecamatan Sario mencatat satu kejadian selama periode tersebut.
Belum ada kejadian yang tercatat di wilayah Bunaken Kepulauan dalam rekap tersebut.
Selain penanganan dalam kota, Damkarmat Manado memberikan tiga bantuan pemadaman ke wilayah Kabupaten Minahasa.
Lokasi bantuan mencakup Pineleng Satu, Tateli Satu, dan Tombulu.
Secara keseluruhan, jumlah tersebut membuat kebakaran Manado Agustus 2026 mencapai 49 kejadian hingga 11 Agustus.
Damkarmat juga menangani kebakaran bangunan Gereja Katolik di Tuminting pada 5 Agustus 2026.
Namun, kejadian bangunan tersebut berada di luar rekapitulasi pemadaman alang-alang dan lahan.
Rekap Kejadian hingga 11 Agustus 2026
Mapanget: 14 kejadian
Malalayang: 10 kejadian
Wanea: 5 kejadian
Bunaken Darat: 5 kejadian
Tuminting: 3 kejadian
Wenang: 2 kejadian
Tikala: 2 kejadian
Paal Dua: 2 kejadian
Singkil: 2 kejadian
Sario: 1 kejadian
Bunaken Kepulauan: nihil
Perbantuan Minahasa: 3 kejadian
Juli Catat 61 Kejadian, Mapanget Juga Tinggi
Sebelum lonjakan kebakaran Manado Agustus 2026, Damkarmat mencatat 61 kejadian sepanjang Juli.
Rekap Juli menunjukkan Mapanget menjadi wilayah dengan angka tertinggi mencapai 16 kejadian.
Malalayang mencatat delapan kejadian, termasuk satu penanganan pohon.
Paal Dua dan Singkil masing-masing memiliki tujuh kejadian.
Tikala mencatat enam kejadian, sedangkan Wanea dan Bunaken Darat masing-masing lima kejadian.
Sario berada pada empat kejadian sepanjang Juli.
Damkarmat juga memberikan tiga bantuan pemadaman ke Kabupaten Minahasa Utara.
Sementara itu, Wenang, Tuminting, dan Bunaken Kepulauan tercatat tanpa kejadian dalam rekap tersebut.
Jika dibandingkan, 49 kejadian selama 11 hari Agustus menunjukkan frekuensi yang jauh lebih cepat.
Karena itu, Damkarmat meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu api.
Pada Juni, pemadaman alang-alang dan lahan hanya terjadi tiga kali.
Lokasinya masing-masing berada di Malalayang, Tikala, dan Tuminting.
Peningkatan pada Juli kemudian berlanjut dengan laju tinggi pada awal Agustus.
Damkarmat Soroti Pembakaran Sampah dan Puntung Rokok
Jimmy menyebut aktivitas manusia masih menjadi salah satu faktor yang banyak ditemukan dalam kejadian kebakaran.
Pembakaran sampah terbuka dapat dengan cepat menjalar ketika rumput dan lahan berada dalam kondisi kering.
Selain itu, puntung rokok yang masih menyala dapat menjadi sumber api pada material mudah terbakar.
Karena itu, Pemkot Manado melalui Damkarmat terus mengingatkan masyarakat untuk mengubah kebiasaan tersebut.
Kondisi cuaca juga meningkatkan kerawanan selama periode kering.
Jimmy berharap situasi ekstrem segera berakhir agar risiko kejadian dapat berkurang.
Namun, masyarakat tetap harus menjaga kewaspadaan selama kondisi tersebut masih berlangsung.
Pencegahan menjadi langkah penting untuk menekan kebakaran Manado Agustus 2026 agar tidak terus bertambah.
Warga juga perlu segera melaporkan api ketika menemukan kebakaran pada lahan atau lingkungan permukiman.
Penanganan sejak awal dapat mencegah api berkembang dan menjangkau area lebih luas.
Pada akhirnya, Damkarmat menilai partisipasi masyarakat menentukan keberhasilan pencegahan kebakaran.
Menghentikan pembakaran sampah dan membuang puntung rokok dengan aman menjadi langkah sederhana yang berdampak besar.
Berita Terkait
Sementara itu, kegiatan pemerintahan terkait juga terlihat dalam laporan Wali Kota Manado Kukuhkan REDKAR 2026, Perkuat Tanggap Darurat Kebakaran.
Langkah teknis di lapangan juga tergambar dalam laporan Job Fair Manado 2026 Dibuka, Andrei Angouw Soroti Pengangguran dan Tantangan AI.
Informasi lain yang masih berkaitan tersedia dalam laporan Manado Masuk Lima Besar Nasional PPD 2026, Andrei Angouw Paparkan 15 Program Unggulan.