Olahraga
Berita Redaksi Diterbitkan Redaksi Breaking News Headline

Inggris vs Argentina: Lionel Messi Jadi Ancaman Utama Three Lions di Semifinal Piala Dunia

Duel Inggris vs Argentina di Atlanta akan mempertemukan kekuatan kolektif Three Lions dengan kecerdikan Lionel Messi, pencetak gol terbanyak turnamen.

A
Ditulis oleh
Reporter Jakarta
Profil Penulis
Dipublikasikan
14 Juli 2026 16:06 WITA
Diperbarui
14 Jul 2026 17:17
Waktu Baca
4 menit
Dibaca
19 views
Inggris vs Argentina

ATLANTA — Pertandingan Inggris vs Argentina pada semifinal Piala Dunia akan menghadirkan tantangan besar bagi lini pertahanan Three Lions. Inggris tidak hanya harus menghentikan permainan Argentina, tetapi juga membatasi pergerakan Lionel Messi.

Kedua negara akan bertemu di Atlanta pada Rabu. Laga tersebut menjadi semifinal Piala Dunia pertama mereka dalam 24 tahun terakhir.

Pembicaraan menjelang pertandingan langsung tertuju kepada Messi. Kapten Argentina itu tetap menjadi pemain paling berbahaya meski telah berusia 39 tahun.

Messi mencetak delapan gol sepanjang turnamen. Catatan tersebut menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak sebelum semifinal Inggris vs Argentina.

Namun, rentetan gol Messi terhenti saat menghadapi Swiss pada perempat final. Sebelumnya, ia selalu mencetak gol dalam sembilan pertandingan beruntun.

Meski tidak mencetak gol, Messi tetap menentukan hasil pertandingan. Ia menciptakan dua assist yang membantu Argentina menyingkirkan Swiss.

Karena itu, Inggris harus menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Satu kesalahan kecil dapat membuka ruang bagi Messi untuk mengubah jalannya laga.

Wayne Rooney Soroti Cara Inggris Menghentikan Lionel Messi

Mantan penyerang Inggris, Wayne Rooney, menilai timnya harus membatasi momen penting Messi. Menurutnya, sang kapten mampu membongkar pertahanan hanya melalui satu sentuhan.

Rooney juga melihat satu kelemahan dalam permainan Messi. Pemain Argentina tersebut jarang membantu pertahanan saat timnya kehilangan bola.

Kondisi itu dapat membuka peluang bagi Inggris. Three Lions bisa menyerang ruang yang ditinggalkan Messi ketika menguasai bola.

“Messi dapat menjadi kelemahan Argentina dalam bertahan karena ia tidak banyak turun,” kata Rooney kepada BBC Sport.

Namun, Rooney mengingatkan bahwa Messi selalu mampu menciptakan momen besar. Sang pemain memiliki kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

“Dia hidup pada momen tertentu, kemudian membuat keputusan terbaik,” ujar Rooney.

Oleh sebab itu, para pemain Inggris harus terus berkomunikasi. Mereka juga tidak boleh kehilangan fokus ketika Messi terlihat pasif.

Menurut Rooney, penjagaan terhadap Messi tidak hanya bergantung pada satu pemain. Seluruh lini harus bekerja sama untuk menutup ruang geraknya.

Strategi itu akan menjadi bagian penting dalam pertandingan Inggris vs Argentina. Apalagi, Messi sering bergerak menjauh dari pengawalnya sebelum menerima bola.

Inggris datang dengan kepercayaan diri tinggi. Jude Bellingham membawa Three Lions ke semifinal melalui dua gol kemenangan melawan Norwegia.

Hasil tersebut mengantar Inggris menuju semifinal Piala Dunia pertama sejak 2018. Performa Bellingham juga memperkuat optimisme tim menjelang duel melawan Argentina.

Sementara itu, Argentina harus bekerja lebih keras saat menghadapi Swiss. Tim Tango sempat berada dalam tekanan hingga pertandingan memasuki perpanjangan waktu.

Julian Alvarez kemudian mencetak gol pada menit ke-112. Gol tersebut memicu kebangkitan Argentina sebelum Lautaro Martinez memastikan kemenangan 3-1.

Micah Richards: Kejeniusan Messi Melampaui Taktik

Mantan bek Inggris, Micah Richards, menilai performa sebelumnya belum tentu menentukan hasil semifinal. Kehadiran Messi dapat mengubah pertandingan kapan saja.

Inggris memiliki kecepatan, stamina, dan intensitas lebih tinggi. Namun, Richards menyebut Messi mempunyai kecerdasan yang sulit dihentikan melalui strategi biasa.

“Inggris bisa berlari lebih kuat daripada Argentina, tetapi mereka memiliki Messi,” kata Richards kepada BBC.

Menurut Richards, para pemain Argentina membangun permainan untuk mendukung sang kapten. Mereka memahami kapan harus memberikan bola kepada Messi.

Pergerakan Messi tanpa bola juga membuatnya berbahaya. Ia kerap masuk ke ruang sempit yang sulit dijangkau pemain bertahan.

Selain itu, Messi mengetahui waktu terbaik untuk meningkatkan tempo. Ia dapat terlihat tenang sebelum tiba-tiba menciptakan peluang.

“Menjaganya hampir mustahil karena ia bergerak menuju ruang yang tidak terduga,” ujar Richards.

Richards juga memuji kemampuan Messi membaca posisi pemain. Menurutnya, kesadaran ruang sang kapten berada pada tingkat luar biasa.

Kepribadian dan wibawa Messi turut memengaruhi permainan Argentina. Rekan-rekannya menunjukkan keyakinan besar saat bermain bersamanya.

Meski demikian, Inggris tetap memiliki peluang memenangkan pertandingan. Mereka mempunyai pemain muda yang mampu menekan Argentina sejak lini depan.

Bellingham dapat menjadi penghubung utama serangan Inggris. Sementara itu, kecepatan pemain sayap berpotensi mengeksploitasi sisi pertahanan Argentina.

Inggris juga dapat memanfaatkan minimnya kontribusi defensif Messi. Namun, strategi tersebut membutuhkan penguasaan bola yang disiplin.

Pertandingan Inggris vs Argentina akhirnya akan ditentukan oleh detail kecil. Inggris harus menjaga keseimbangan antara menyerang dan mengawasi Messi.

Argentina kemungkinan tetap memberikan kebebasan kepada kaptennya. Kebebasan itu memungkinkan Messi memilih posisi terbaik untuk menerima bola.

Karena itu, pertahanan Inggris tidak boleh hanya mengikuti pergerakannya. Mereka harus menutup jalur umpan dan mempersempit ruang di sekitar kotak penalti.

Duel ini mempertemukan energi Inggris dengan pengalaman Argentina. Namun, perhatian terbesar tetap mengarah kepada Lionel Messi.

Jika Inggris mampu membatasi pengaruhnya, peluang menuju final akan terbuka. Sebaliknya, satu momen ajaib Messi dapat mengakhiri perjalanan Three Lions.

Untuk referensi wisata lainnya, baca juga ulasan Ekuador Bungkam Jerman, Pantai Gading Cetak Sejarah di Hari ke-15 Piala Dunia 2026.

Untuk konteks tambahan, simak laporan Perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026 Memanas, Mbappe dan Messi Sama-Sama Cetak Delapan Gol.

Informasi lain yang masih berkaitan tersedia dalam laporan Kontroversi VAR Warnai Kemenangan Argentina atas Mesir di Piala Dunia.

Sementara itu, perkembangan lain dapat dilihat dalam laporan Adidas Luncurkan Bola Trionda Final untuk Semifinal hingga Final Piala Dunia 2026.

Bagikan Artikel
Facebook X WhatsApp Link disalin
A
Tentang Penulis

Adhika Ahmad — Reporter Jakarta

Adhika Ahmad adalah penulis manado.news yang menyajikan berita, informasi daerah, dan laporan aktual seputar Manado serta Sulawesi Utara.

Redaksi manado.news

Koreksi atau informasi tambahan?

Pembaca dapat menghubungi redaksi untuk memberikan koreksi, data tambahan, atau klarifikasi terkait berita ini.

Hubungi Redaksi