Olahraga
Berita Redaksi Diterbitkan Redaksi Breaking News Headline

Inggris Gagal ke Final, Tato Juara Dunia Rp12 Juta Milik Suporter Jadi Sorotan

Tato juara Piala Dunia Inggris milik Sean Carrington berubah menjadi lelucon setelah Argentina menang 2-1 di semifinal.

A
Ditulis oleh
Reporter
Profil Penulis
Dipublikasikan
17 Juli 2026 10:20 WITA
Diperbarui
17 Jul 2026 11:13
Waktu Baca
4 menit
Dibaca
21 views
Tato juara Piala Dunia Inggris

MANCHESTERTato juara Piala Dunia Inggris milik Sean Carrington berakhir tidak sesuai harapan. Argentina menyingkirkan The Three Lions dengan kemenangan 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026.

Sean telah menato gambar trofi bersama tulisan “England World Cup Winner 2026”. Ia membuat tato tersebut sebelum perjalanan Inggris berakhir di semifinal.

Pria berusia 36 tahun asal Wigan, Greater Manchester, membayar 550 pound sterling untuk tato sepanjang sekitar 30 sentimeter. Nilainya setara sekitar Rp12 juta, bergantung kurs.

Keputusan berani itu muncul setelah Inggris mengalahkan Republik Demokratik Kongo 2-1 pada babak 32 besar. Sejak itu, peluang Inggris menjadi juara terlihat semakin terbuka.

Namun, perjalanan tim asuhan Thomas Tuchel berhenti ketika menghadapi Argentina. Inggris sempat unggul sebelum lawan mencetak dua gol pada penghujung pertandingan.

Kekalahan tersebut memupus prediksi Sean sekaligus mengubah tatonya menjadi bahan perbincangan. Meski demikian, ia memilih menanggapi keadaan itu dengan humor.

Sean berencana menambahkan tulisan “only kidding” di bawah desain tersebut. Dalam bahasa Indonesia, kalimat itu berarti “cuma bercanda”.

Tato Dibuat karena Keputusan Impulsif

Sean mengaku memiliki kebiasaan mengambil keputusan secara spontan. Menurutnya, terlalu lama memikirkan sesuatu justru membuat seseorang membatalkan rencananya.

“Saya memang impulsif. Semakin lama memikirkannya, semakin besar kemungkinan saya mengurungkan niat,” katanya kepada media Inggris.

Ide tato juara Piala Dunia Inggris pertama kali muncul saat Sean berlibur di Tenerife.

Biasanya, sang kekasih mencoba mencegah keputusan spontannya. Namun, kali ini pasangannya menganggap gagasan tersebut lucu dan memberi dukungan.

Setelah kembali ke Inggris, Sean mendatangi Holy Trinity Tattoo Studio di Standish. Seniman tato menyelesaikan desain itu sebelum Inggris menghadapi Norwegia pada perempat final.

Waktu pengerjaan tersebut memberi kesempatan bagi luka tato untuk pulih sebelum pertandingan semifinal.

Jamie Taylor, manajer studio tato, sempat memperingatkan Sean tentang sifat permanen desain tersebut.

“Saya mengatakan tato itu permanen dan tidak akan hilang terkena air,” ujar Taylor.

Awalnya, Jamie meragukan keputusan Sean. Namun, konsumennya tetap bersikeras dan ingin menikmati keseruan selama turnamen.

Sean sendiri telah memiliki sembilan tato sebelum menambahkan desain bertema Piala Dunia tersebut.

Karena itu, ia tidak terlalu khawatir meskipun prediksinya gagal. Tambahan tulisan bernada humor akan menjadi penutup cerita unik tersebut.

Prediksi Skor Sean Gagal Terwujud

Sebelum pertandingan, Sean memprediksi Inggris mengalahkan Argentina dengan skor 3-0.

Ia kemudian memperkirakan The Three Lions menundukkan Spanyol 2-1 pada laga final.

Namun, Argentina justru bangkit dan mencetak dua gol telat untuk menang 2-1. Hasil itu membawa Argentina ke final melawan Spanyol.

Inggris membuka keunggulan melalui Anthony Gordon pada babak kedua. Setelah itu, tim bermain lebih bertahan dan kehilangan kendali pertandingan.

Enzo Fernandez kemudian menyamakan skor sebelum Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan pada masa tambahan waktu.

Kekalahan itu menghentikan harapan Inggris mencapai final Piala Dunia pertama sejak menjadi juara pada 1966.

Meski gagal, Inggris masih harus menjalani pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Prancis.

Bagi Sean, hasil pertandingan memastikan tato juara Piala Dunia Inggris tidak menjadi penanda kemenangan bersejarah.

Namun, ia tidak berencana menghapus atau menutup seluruh tato tersebut.

Sebaliknya, tambahan tulisan “cuma bercanda” akan mengubah maknanya menjadi kenangan tentang keberanian, harapan, dan kekecewaan.

Kisah Sean Menarik Perhatian Publik

Cerita Sean menyebar luas karena menggambarkan optimisme tinggi penggemar Inggris selama Piala Dunia 2026.

Tim nasional Inggris memang menunjukkan perjalanan kuat hingga mencapai babak semifinal.

Mereka sebelumnya menyingkirkan Norwegia dengan kemenangan 2-1 melalui dua gol Jude Bellingham.

Perjalanan tersebut membuat keyakinan para pendukung semakin besar. Bahkan, sebagian penggemar mulai membayangkan Inggris mengangkat trofi setelah penantian panjang.

Sean mengambil langkah lebih jauh dengan mengabadikan prediksi tersebut pada tubuhnya.

Meskipun hasilnya meleset, ia memilih tidak menyesali keputusan itu secara berlebihan.

Sikap tersebut juga membuat kisah tato juara Piala Dunia Inggris terasa lebih ringan.

Alih-alih menyembunyikan kesalahan prediksi, Sean menjadikannya bagian dari humor sepak bola.

Tambahan kalimat singkat di bawah tato akan mengingatkannya pada perjalanan Inggris di turnamen tersebut.

Desain itu juga menjadi bukti bahwa keyakinan penggemar terkadang melampaui perhitungan pertandingan.

Pada akhirnya, Argentina melaju ke final, sedangkan Inggris kembali menunda impian menjadi juara dunia.

Sementara itu, Sean memperoleh cerita permanen yang mungkin akan terus ia ceritakan selama bertahun-tahun.

Baca juga laporan terkait Argentina Terancam Sanksi FIFA usai Bentangkan Banner Malvinas.

Untuk konteks tambahan, simak laporan Inggris vs Argentina: Lionel Messi Jadi Ancaman Utama Three Lions di Semifinal Piala Dunia.

Sementara itu, perkembangan lain dapat dilihat dalam laporan Spanyol vs Prancis: Duel Lini Tengah dan Serangan Cepat Jadi Penentu Semifinal Piala Dunia.

Bagikan Artikel
Facebook X WhatsApp Link disalin
Sumber & Atribusi

Transparansi Redaksi

Sumber

Informasi sumber ditampilkan untuk transparansi redaksi dan atribusi pemberitaan.

A
Tentang Penulis

Adhika Ahmad — Reporter

Adhika Ahmad adalah penulis manado.news yang menyajikan berita, informasi daerah, dan laporan aktual seputar Manado serta Sulawesi Utara.

Redaksi manado.news

Koreksi atau informasi tambahan?

Pembaca dapat menghubungi redaksi untuk memberikan koreksi, data tambahan, atau klarifikasi terkait berita ini.

Hubungi Redaksi