BOLMONG — Dony Lumenta menuntaskan satu tahapan penting dalam perjalanan akademiknya di Politeknik Negeri Manado atau Polimdo, Senin (30/6/2026).
Di tengah kesibukan sebagai Wakil Bupati Bolaang Mongondow, Dony Lumenta tetap menyelesaikan seminar hasil studinya. Langkah itu memperlihatkan komitmen seorang kepala daerah dalam meningkatkan kapasitas diri.
Momen tersebut tidak hanya menjadi capaian pribadi. Setelah seminar, Pemkab Bolmong dan Polimdo langsung membuka ruang kerja sama melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama.
Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia, riset terapan, pengabdian masyarakat, dan pemanfaatan teknologi tepat guna di Bolaang Mongondow.
Dari Ruang Akademik ke Kepentingan Daerah
Seminar hasil Dony Lumenta berlangsung lancar di lingkungan Polimdo. Agenda itu menjadi salah satu tahap penting sebelum penyelesaian studi yang sedang ia tempuh.
Namun, kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda akademik semata. Pemerintah daerah kemudian memanfaatkan momentum itu untuk membangun jembatan dengan dunia pendidikan tinggi.
Dokumen kerja sama ditandatangani langsung oleh Wakil Bupati Dony Lumenta dari pihak Pemkab Bolmong. Sementara itu, Polimdo diwakili Ketua Jurusan Teknik Elektro, Marson James Budiman, S.S.T., M.T.
Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, kampus tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga mitra pembangunan daerah.
Pemkab Bolmong melihat perguruan tinggi sebagai sumber pengetahuan dan inovasi. Sementara Polimdo dapat menjadikan daerah sebagai ruang penerapan ilmu secara langsung.
Tri Dharma Perguruan Tinggi Masuk ke Program Daerah
Kerja sama Pemkab Bolmong dan Polimdo berfokus pada implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Cakupannya meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui bidang pendidikan, kerja sama ini dapat mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Programnya bisa menyasar aparatur, masyarakat, hingga kelompok produktif di daerah.
Pada bidang penelitian, Polimdo berpeluang menghadirkan riset yang menjawab kebutuhan riil Bolaang Mongondow. Hasil riset tersebut dapat membantu pemerintah merancang kebijakan lebih tepat.
Selain itu, pengabdian kepada masyarakat dapat menghadirkan program yang langsung menyentuh warga. Bentuknya bisa berupa pendampingan, pelatihan, atau solusi berbasis teknologi.
Teknologi tepat guna juga menjadi bagian penting dalam kemitraan ini. Pemkab Bolmong ingin inovasi kampus dapat disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan lokal.
Pendidikan Pemimpin dan Arah Pembangunan
Keberhasilan Dony Lumenta menuntaskan seminar hasil memberi pesan kuat tentang pentingnya pendidikan bagi pemimpin daerah. Seorang pejabat publik tetap perlu memperbarui pengetahuan di tengah tuntutan pemerintahan.
Dengan kapasitas akademik yang terus tumbuh, pemimpin daerah dapat membaca masalah secara lebih tajam. Selain itu, keputusan pembangunan bisa lebih kuat karena didukung pendekatan ilmiah.
Langkah tersebut juga menjadi contoh bagi aparatur dan generasi muda. Jabatan publik tidak menjadi alasan untuk berhenti belajar dan meningkatkan kemampuan.
Di sisi lain, kerja sama dengan Polimdo dapat membuka ruang baru bagi pembangunan Bolmong. Pemerintah daerah dapat memperoleh dukungan keilmuan dalam merancang program yang lebih efektif.
Kolaborasi ini juga penting untuk mempertemukan kebutuhan daerah dengan kemampuan perguruan tinggi. Dengan begitu, riset dan inovasi tidak berhenti di ruang kampus.
Kolaborasi yang Ditunggu Dampaknya
Pemkab Bolmong dan Polimdo kini memiliki dasar kerja sama untuk menjalankan program bersama. Namun, manfaat terbesar akan terlihat saat kerja sama itu masuk ke tahap pelaksanaan.
Masyarakat tentu menunggu hasil nyata dari kemitraan tersebut. Terutama, program yang mampu meningkatkan keterampilan, memperkuat ekonomi lokal, dan menjawab kebutuhan pembangunan.
Riset terapan dan teknologi tepat guna dapat menjadi pintu masuk yang strategis. Jika dijalankan konsisten, keduanya bisa membantu daerah menyelesaikan persoalan secara lebih cepat.
Karena itu, penandatanganan kerja sama ini menjadi awal yang penting. Setelahnya, Pemkab Bolmong dan Polimdo perlu memastikan program berjalan, terukur, dan memberi manfaat langsung.
Dengan langkah tersebut, seminar hasil Dony Lumenta tidak hanya tercatat sebagai agenda akademik pribadi. Momen itu juga membuka peluang kolaborasi yang dapat memperkuat pembangunan Bolaang Mongondow.
Baca juga perkembangan aset Pemkab Bolmong yang tembus Rp2,76 triliun, dengan infrastruktur menjadi komponen terbesar dalam kekayaan daerah.