Boltara - Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) menggelar Workshop Pengelolaan Keuangan melalui Aplikasi E-BLUD bagi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Bidang Kesehatan Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Boltara yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Fadly T. Usup, SE., MM. Workshop berlangsung di Aula Ruang Rapat BPKPD Boltara, Kamis, 9 Juli 2026.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten I, Pemkab Boltara menegaskan komitmennya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance. Komitmen itu terutama diarahkan pada pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, efektif, dan efisien.
Pemerintah daerah menilai pengelolaan anggaran harus berjalan sesuai prinsip kehati-hatian. Karena itu, setiap perangkat daerah didorong memperkuat sistem kerja yang tertib, terukur, dan berbasis teknologi informasi.
BLUD Kesehatan Diminta Kelola Keuangan Secara Tertib
Fadly T. Usup menyampaikan bahwa kehadiran BLUD di bidang kesehatan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Melalui pola BLUD, unit layanan kesehatan dapat bergerak lebih cepat, fleksibel, dan profesional.
Namun, fleksibilitas tersebut harus diimbangi dengan tata kelola keuangan yang tertib dan taat aturan. Selain itu, seluruh proses pengelolaan keuangan perlu ditopang sistem digital yang mampu meningkatkan kualitas pelaporan.
Menurutnya, transformasi digital dalam pengelolaan keuangan saat ini bukan lagi pilihan. Sebaliknya, digitalisasi telah menjadi kebutuhan penting untuk menjawab tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat dan akurat.
“Aplikasi E-BLUD diharapkan menjadi solusi untuk memudahkan pelaporan, meningkatkan akurasi data, serta mempercepat proses pengambilan keputusan,” demikian sambutan Bupati yang dibacakan Asisten I.
E-BLUD Diharapkan Percepat Pengambilan Keputusan
Melalui workshop ini, Pemkab Boltara berharap seluruh pengelola BLUD bidang kesehatan dapat memahami penggunaan aplikasi E-BLUD secara optimal. Dengan begitu, proses administrasi dan pelaporan keuangan dapat berjalan lebih efektif.
Selain memperkuat akurasi data, aplikasi E-BLUD juga diharapkan mampu mendukung pengambilan keputusan berbasis informasi. Pemerintah daerah menilai sistem tersebut penting untuk menjaga kualitas layanan kesehatan di Boltara.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Inspektorat Daerah, Kepala BPKPD, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bagian Hukum, Direktur RSUD, Direktur RS Pratama Bintauna, para narasumber, serta seluruh peserta workshop.
Sementara itu, kegiatan pemerintahan terkait juga terlihat dalam laporan BPD Boltara Diperkuat Lewat Pertemuan ABPEDNAS Sulut, Bupati Sirajudin tekankan Kolaborasi Desa.