Waktu.news, Tomohon – Pemerintah Kota Tomohon mencatat 822 poin dalam verifikasi administrasi awal Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2026, membuka peluang bagi daerah tersebut meningkatkan predikat penghargaan dari kategori Madya menjadi Utama.
Capaian tersebut mendapat perhatian dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) tingkat lembaga pemerintah kewenangan Kota Tomohon Tahun 2026, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Comand Center tersebut diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Tomohon untuk memperkuat sinergi antarperangkat daerah.
Rapat menghadirkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Ir. Tineke Adam, M.Si., serta Kepala Dinas PPPA Daerah Kota Tomohon, Wiesje Oroh, S.Pd., M.A.P.
Praktisi gender, Drs. Boas Wilar, M.Si., juga hadir sebagai narasumber.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah membahas kesiapan administrasi serta dokumen pendukung pelaksanaan Pengarusutamaan Gender menjelang tahapan verifikasi lapangan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
Skor 822 Poin Buka Peluang Tomohon Raih Kategori Utama
Kepala Dinas PPPA Provinsi Sulawesi Utara, Tineke Adam, menilai Kota Tomohon menunjukkan perkembangan positif dalam pelaksanaan strategi Pengarusutamaan Gender.
Hal itu tercermin dari hasil verifikasi administrasi awal untuk penilaian Anugerah Parahita Ekapraya 2026 yang mencapai 822 poin.
Berdasarkan indikator penilaian yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, kategori Utama berada pada rentang nilai 801 hingga 900 poin.
Dengan hasil administrasi tersebut, Tomohon berpeluang meningkatkan predikat penghargaan yang sebelumnya berada pada kategori Madya.
“Kalau kita lihat rekam jejak historisnya, Tomohon patut berbangga karena sudah berada di posisi penghargaan Madya. Dari hasil verifikasi administrasi, skornya mencapai 822. Puji Tuhan, capaian ini sangat luar biasa dan membuka peluang bagi Tomohon untuk meraih kategori Utama pada penilaian lapangan nanti,” ujar Tineke Adam.
Meski demikian, capaian 822 poin belum menjadi hasil akhir penilaian.
Kementerian PPPA masih akan melaksanakan verifikasi lapangan untuk mencocokkan dokumen administrasi dengan kondisi serta pelaksanaan program yang dilaporkan pemerintah daerah.
Proses tersebut menjadi tahapan penting sebelum hasil penilaian penghargaan dapat dipastikan.
Pemkot Tomohon Perkuat Kesiapan Verifikasi Lapangan APE 2026
Kepala Dinas PPPA Daerah Kota Tomohon, Wiesje Oroh, menjelaskan bahwa rapat koordinasi difokuskan pada klarifikasi dan pemenuhan dokumen administrasi oleh seluruh operator Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Menurutnya, kelengkapan dokumen menjadi bagian penting dalam memperkuat data pendukung pembangunan yang responsif gender.
Proses tersebut melibatkan empat instansi utama dengan pembagian peran dalam Kelompok Kerja (Pokja) PUG.
Keempat instansi itu meliputi:
Bapelitbangda sebagai Ketua Pokja PUG.
Inspektorat menjalankan fungsi pengawasan.
BPKPD menangani aspek penganggaran.
DP3AD menjalankan fungsi Sekretaris Pokja.
Wiesje menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi dalam melengkapi bukti administrasi untuk penilaian.
Melalui persiapan tersebut, Pemerintah Kota Tomohon optimistis dapat meningkatkan capaian Anugerah Parahita Ekapraya 2026 setelah sebelumnya mempertahankan predikat Madya.
Tineke Adam Ingatkan OPD Siapkan Bukti Program Nyata
Menjelang verifikasi lapangan, Tineke Adam mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tomohon agar memperkuat kolaborasi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan PUG.
Setiap instansi diminta menyiapkan dokumen pendukung secara lengkap dan menyusunnya dalam satu berkas terpadu.
Dokumen tersebut mencakup keabsahan Surat Keputusan (SK) Kelompok Kerja PUG, daftar kehadiran rapat koordinasi, dokumentasi kegiatan, serta bukti hasil pelaksanaan program.
Selain kelengkapan administrasi, OPD juga perlu menunjukkan tindak lanjut nyata dari setiap kegiatan yang telah dilaksanakan.
Verifikasi lapangan oleh Kementerian PPPA akan mencocokkan laporan administrasi dengan pelaksanaan program di lapangan.
Pemeriksaan tersebut mencakup regulasi, penganggaran responsif gender, serta program perlindungan yang dilaporkan pemerintah daerah.
Melalui tahapan tersebut, tim kementerian akan menilai kesesuaian dokumen dengan implementasi kebijakan dan program yang mendukung keadilan gender bagi masyarakat Kota Tomohon.
Koordinasi Perangkat Daerah Jadi Perhatian
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri perwakilan kepala perangkat daerah yang bertindak sebagai Koordinator Kelompok Kerja PUG.
Selain itu, hadir perwakilan Sekretariat Daerah, pihak kecamatan, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Pelibatan berbagai unsur pemerintahan tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan Pengarusutamaan Gender.
Dengan capaian administrasi awal sebesar 822 poin, Pemerintah Kota Tomohon memiliki peluang meraih kategori Utama pada Anugerah Parahita Ekapraya 2026.
Namun, hasil akhirnya masih bergantung pada tahapan verifikasi lapangan Kementerian PPPA untuk memastikan kesesuaian antara dokumen dan pelaksanaan program di daerah.