Metro
Berita Redaksi Diterbitkan Redaksi Kepulauan Sitaro Breaking News Headline

Pemkab Sitaro Imbau Warga Waspada Erupsi Gunung Karangetang

Erupsi Gunung Karangetang kembali terjadi di Pulau Siau, sementara status gunung tetap berada pada Level III atau Siaga.

Dipublikasikan
12 Juli 2026 20:57 WITA
Diperbarui
12 Jul 2026 22:10
Waktu Baca
4 menit
Dibaca
18 views
Waspada Erupsi Gunung Karangetang

SITARO — Erupsi Gunung Karangetang kembali terjadi di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Minggu, 12 Juli 2026. Pemerintah daerah meminta masyarakat tetap tenang, waspada, dan mematuhi rekomendasi PVMBG.

Aktivitas vulkanik tersebut memunculkan semburan api serta guguran lava pijar dari kawasan puncak. Namun, pemerintah belum menerima laporan korban jiwa maupun kerusakan.

Gunung Karangetang hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga. Karena itu, warga harus menjauhi seluruh kawasan rawan bencana dan zona berbahaya.

Plt Bupati Kepulauan Sitaro Heronimus Makainas meminta masyarakat tidak panik menghadapi perkembangan tersebut. Ia juga mengingatkan warga agar menyaring setiap informasi yang beredar.

“Saya mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas,” kata Heronimus.

Menurutnya, warga harus mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BPBD, dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro. Langkah tersebut penting untuk mencegah kepanikan serta kesalahan informasi.

Warga Diminta Menjauhi Zona Bahaya Karangetang

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro melarang masyarakat melakukan aktivitas di kawasan rawan bencana. Selain itu, warga tidak boleh memasuki zona bahaya yang ditetapkan PVMBG.

Rekomendasi tersebut bertujuan melindungi masyarakat dari guguran lava, semburan material, dan ancaman vulkanik lainnya. Oleh sebab itu, warga harus mematuhi setiap batas aman.

Masyarakat yang tinggal dekat Gunung Karangetang juga perlu meningkatkan kesiapsiagaan keluarga. Mereka harus mengenali jalur evakuasi serta mengikuti arahan aparat setempat.

Heronimus meminta warga tidak mendekati kawasan puncak untuk melihat aktivitas gunung. Tindakan tersebut dapat membahayakan keselamatan dan menghambat penanganan darurat.

Selain itu, masyarakat harus segera melapor ketika melihat perubahan aktivitas yang mencurigakan. Laporan cepat membantu petugas memeriksa kondisi lapangan.

Pemerintah juga meminta warga menjaga komunikasi dengan pemerintah kampung dan kecamatan. Dengan demikian, informasi resmi dapat tersebar lebih cepat.

BPBD, TNI, dan Polri Tingkatkan Koordinasi

Pemerintah daerah menginstruksikan seluruh perangkat terkait meningkatkan koordinasi menghadapi erupsi Gunung Karangetang. Langkah tersebut melibatkan BPBD, TNI, Polri, kecamatan, dan pemerintah kampung.

Petugas akan terus memantau perkembangan aktivitas gunung dari lapangan. Sementara itu, instansi teknis menyiapkan informasi cepat dan akurat bagi masyarakat.

Koordinasi antarlembaga juga mencakup kesiapan penanganan apabila situasi berubah. Pemerintah akan mengambil langkah lanjutan berdasarkan hasil pemantauan resmi.

BPBD Sitaro memiliki peran penting dalam memperkuat kesiapsiagaan warga. Selain melakukan pemantauan, petugas juga perlu memastikan jalur komunikasi tetap aktif.

Pemerintah kecamatan dan kampung diminta menyampaikan informasi hingga tingkat keluarga. Karena itu, warga tidak perlu mengandalkan kabar dari sumber tidak resmi.

Aparat juga harus mencegah masyarakat memasuki zona terlarang. Pengawasan tersebut akan mengurangi risiko kecelakaan selama aktivitas vulkanik berlangsung.

Pemkab Sitaro Siapkan Langkah Penanganan

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro terus mengikuti perkembangan Gunung Karangetang. Pemantauan dilakukan untuk memastikan setiap perubahan mendapat respons cepat.

Apabila situasi memburuk, pemerintah siap mengambil langkah penanganan sesuai kebutuhan. Langkah tersebut dapat mencakup pembatasan aktivitas, evakuasi, dan pelayanan darurat.

Namun, hingga kini belum ada laporan korban atau kerusakan akibat erupsi terbaru. Pemerintah tetap meminta masyarakat tidak menurunkan kewaspadaan.

Heronimus mengajak warga menjaga keselamatan diri serta keluarga. Ia juga meminta masyarakat membantu kelompok rentan, termasuk anak-anak dan lanjut usia.

Selain itu, warga harus menyiapkan dokumen penting serta kebutuhan dasar. Persiapan tersebut dapat membantu apabila petugas mengeluarkan perintah evakuasi.

Pemerintah berharap aktivitas Gunung Karangetang segera kembali stabil. Meski demikian, keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Kedisiplinan mengikuti rekomendasi PVMBG dapat menekan risiko bencana. Sementara itu, ketenangan warga akan membantu petugas menjalankan tugas secara efektif.

Informasi Resmi Menjadi Rujukan Utama

Pemkab Sitaro mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kabar keliru dapat menimbulkan kepanikan dan mengganggu koordinasi.

Sebaliknya, warga harus mengandalkan informasi dari PVMBG, BPBD Sitaro, serta pemerintah daerah. Kanal resmi akan menyampaikan perkembangan berdasarkan data lapangan.

Media sosial juga harus digunakan secara bertanggung jawab. Karena itu, masyarakat perlu memeriksa sumber sebelum membagikan informasi.

Pemerintah daerah akan terus memberikan pembaruan mengenai erupsi Gunung Karangetang. Warga diharapkan mengikuti setiap arahan hingga situasi kembali aman.

Kewaspadaan, koordinasi, dan kepatuhan menjadi kunci menghadapi aktivitas vulkanik tersebut. Dengan langkah bersama, masyarakat dapat mengurangi risiko dan menjaga keselamatan.

Dalam isu terkait, baca juga laporan Gunung Karangetang Erupsi, Pijaran Api Terlihat dari Puncak Pulau Siau.

Bagikan Artikel
Facebook X WhatsApp Link disalin
Rekomendasi Redaksi

Berita Terkait

Dipilih otomatis berdasarkan topik, kategori, wilayah, tag, popularitas, dan kedekatan isi berita.

6 rekomendasi
Topik terkait:
Warstef Abisada
Tentang Penulis

Warstef Abisada — Editor

Jurnalis/redaksi manado.news yang bertugas menyajikan informasi terkini, akurat, dan relevan untuk pembaca Sulawesi Utara.

Redaksi manado.news

Koreksi atau informasi tambahan?

Pembaca dapat menghubungi redaksi untuk memberikan koreksi, data tambahan, atau klarifikasi terkait berita ini.

Hubungi Redaksi